BAKU-KEMPALAN: Gareth Bale menegaskan bahwa Wales tidak akan terpengaruh oleh banyaknya pendukung Turki yang hadir di Stadion Olimpiade Baku dalam pertandingan Grup A Euro 2020 kedua mereka.
Sekitar 34.000 pendukung Turki diperkirakan hadir di venue pada hari Rabu (16/6) dan hubungan dekat Azerbaijan dengan Turki mungkin juga akan membuat sebagian besar penduduk lokal disana ikut mendukung timnas Turki.
Kapten Wales Bale mengatakan pada konferensi pers pra-pertandingan bahwa: “Saya pikir bagus untuk bermain di depan banyak orang. Jelas kami lebih suka bermain di depan 34.000 penggemar Wales, tetapi itu tidak bisa dilakukan sekarang.”
“Itu akan memacu kami untuk menjadi sedikit lebih kejam di lapangan, dan mudah-mudahan kami bisa membuat mereka diam.” tambahnya.
Bale juga menyambut kembalinya ‘sedikit normalitas’ dengan beberapa pendukung diizinkan masuk ke stadion setelah pelonggaran pembatasan Covid-19.
Penyerang Real Madrid itu berkata: “Setiap kali saya bermain di Turki, atmosfernya luar biasa. Tentu saja kami mengerti mereka akan mendukung tim Turki, tetapi saat bermain di turnamen ini, Anda tentu ingin bermain di depan orang banyak.”
“Akan menyenangkan memiliki atmosfer di stadion dan kembali ke sedikit normalitas. Inilah yang kami lakukan untuk mencari nafkah, kami terbiasa bermain di pertandingan tandang di depan penonton yang bermusuhan dan itu adalah sesuatu yang membuat kami senang ketika bertanding.”
Di sisi lain, Kapten Turki Burak Yilmaz mengakui timnya “hancur” usai mengalami kekalahan pada pembukaan Euro 2020 melawan Italia.
Tim muda Senol Gunes dikalahkan 3-0 di Roma setelah dianggap oleh banyak orang sebagai kuda hitam yang berpotensi memenangkan turnamen.
“Dua hari setelah pertandingan kami sangat rapuh dan hancur.” kata striker Lille Yilmaz menjelang pertandingan Grup A pada Rabu (16/6) malam melawan Wales di Baku.
“Itu adalah awal yang sangat tidak diinginkan, kami mengadakan pertemuan dengan pelatih dan dia mendukung kami. Setelah Wales dan Swiss bermain imbang, kami mulai merasa lebih baik. Kami benar-benar lelah setelah melawan Italia, tetapi kami masih berpegang teguh dan memiliki target dan keyakinan [untuk lolos].” tambahnya.
Sementara itu, Manajer Turki Gunes juga menggambarkan pertandingan melawan Wales sebagai “final” setelah mengakui kekecewaan atas penampilan timnya di Roma.
“Italia adalah tim yang lebih unggul dari kami dan kami menerima keunggulan itu.” kata Gunes, yang membawa Turki ke posisi ketiga di Piala Dunia 2002 selama masa jabatan pertamanya sebagai pelatih tim nasional.
“Di grup, kami berada di belakang semua tim dalam hal peringkat FIFA, tetapi yang paling dekat dengan kami adalah Wales. Ini adalah tim yang sangat bagus yang menunjukkan kualitasnya pada 2016 [ dengan mencapai semifinal Piala Eropa].” tambahnya.
“Tim Ini memiliki filosofi pertahanan yang bagus dan menggunakan bola panjang dan serangan sayap dengan cara yang sangat bagus. Saya pikir pertandingan melawan Wales adalah final bagi kami. Empat poin atau enam poin dalam dua pertandingan berikutnya akan mengubah arah kami.” (Sky Sports, Edwin Fatahuddin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi