Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 22:27 WIB
Surabaya
--°C

Kasus Mereda, Jerman akan Cabut Peringatan Perjalanan Mulai Juli

BERLIN-KEMPALAN: Jerman berencana untuk mencabut peringatan perjalanan wisata untuk daerah-daerah yang dianggap berisiko tinggi karena virus corona, kata Menteri Luar Negeri Heiko Maas Jumat (11/6), dalam sebuah langkah yang akan mulai berlaku pada 1 Juli, ketika tanda-tanda muncul bahwa pandemi melambat.

Untuk negara-negara Uni Eropa serta Islandia, Liechtenstein, Norwegia dan Swiss, yang tidak lagi diklasifikasikan sebagai daerah berisiko, saran perjalanan kantor luar negeri Jerman di masa depan hanya akan menyarankan bahwa “kehati-hatian khusus” diperlukan.

Melansir dari dpa news, Asosiasi Transportasi Udara Jerman (BDL) telah mengumumkan bahwa mulai bulan depan, para pelancong dapat terbang ke 217 tujuan Eropa di 38 negara, hampir sama dengan tahun 2019, sebelum pandemi melanda.

Negara-negara yang mencatat tingkat infeksi 50-200 kasus per 100.000 orang dalam tujuh hari tidak lagi dianggap sebagai “zona risiko”.

Namun pembatasan tetap berlaku untuk negara-negara dengan tingkat infeksi yang lebih tinggi, atau di mana varian virus beredar, seperti Inggris atau India.

“Dengan musim panas, harapan dan kepercayaan diri kembali ke Jerman. Di banyak tempat, jumlah infeksi menurun dan semakin banyak warga yang divaksinasi,” kata Maas.

“Setelah berbulan-bulan penguncian, kita dapat menantikan keadaan yang lebih normal, dan itu juga berlaku untuk bepergian,” tambahnya

Pada saat yang sama, menteri menekankan bahwa pencabutan peringatan tidak boleh dilihat sebagai “undangan untuk kecerobohan”.

Dengan memperhatikan varian virus, ia memperingatkan bahwa “di musim panas 2021, tidak ada yang bisa mengaku terkejut dengan pandemi saat berlibur”.

Dengan tingkat kejadian hanya 19 per 100.000 orang pada Jumat (11/6), Jerman dalam beberapa pekan terakhir melonggarkan sebagian besar pembatasan termasuk mengizinkan toko dan restoran dibuka kembali.

Namun, aturan pemakaian masker di toko, tes rutin untuk anak sekolah, dan karyawan yang bekerja dari rumah tetap berlaku. (dpa/Barron’s, Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.