Bank Digital

Standard Chartered-Bukalapak Luncurkan Aplikasi Layanan Perbankan Digital

  • Whatsapp
Ilustrasi Standard Chartered-Bukalapak.

JAKARTA-KEMPALAN: Zaman yang serba modern dengan unsur teknoogi yang melekat, sudah mewarnai berbagai inovasi-inovasi terbaru dekade ini. Salah satunya yang cukup menjadi perhatian adalah rekening tabungan on-boarding berbasis digital.

Jika menilik pada konteks rekening bank, maka yang tercetus dipikiran kita adalah bank-bank konvensional di sekitar kita. Namun hal itu sudah mulai ditinggalkan berkat sebuah fitur canggih dan efisien, yang dapat memudahkan para konsumen untuk mengatur, mengelola, dan mengirim, serta melakukan transaksi melalui gadget.

Rekening tabungan berbasis digital ini sangat inheren dengan optimalisasi ekosistem di dalam tubuh platform e-commerce. Yang mana akan menyuguhkan sebuah layanan bank yang lebih terbuka dan inklusif bagi masyarakat.

Startup e-commerce asli Indonesia, Bukalapak, diketahui sedang menjadi kerjasama terstruktur dengan korporasi Standard Chartered Bank Indonesia. Kerjasama ini secara fungsional adalah untuk menggagas sebuah aplikasi berbasis layanan perbankan digital. Yang menjadi menarik, aplikasi ini akan menyematkan teknologi yang tanpa tahapan verifikasi tatap muka.

Aplikasi yang dicanangkan hasil kolaborasi kedua perusahaan besar ini, akan membuat proses yang lebih mudah dan efisien. Proses know your client di dalamnya, menyematkan teknologi artificial intelligence, face recognition, dan validitas melakui E-KTP.

Selain itu, teknologi Nexus yang dikembangkan oleh Standard Chartered sebagai fitur keamanan data nasabah dan solusi konkret dari Banking-as-a-Service (BaaS). Sistem ini akan mengimplementasikan sebuah pendekatan pertahanan tingkat tinggi, yang akan akan mengamankan berbagai variasi ancaman di dunia digital terutama.

Teknologi Nexus oleh Standard Chartered sebagai pengendali keamanan, telah disesuaikan untuk memenuhi persyaratan bank dan regulator dengan mengimplementasikan enkripsi kelas industri (TLS1.2) untuk mengamankan data sensitif yang dalam transmisi dan yang tersimpan, untuk menjaga data tersebut dari potensi pengintaian.

Kemudian, dalam menjamin validasi identitas nasabah yang sah sebelum akses diberikan ke rekening milik nasabah dan ke layanan aplikasi perbankan ini, ada tahapan autentifikasi multi-faktor dalam bentuk identifikasi perangkat dan soft token PIN. Sistem intelijen Nexus oleh Standard Chartered juga memantau rekening dan transaksi untuk aktivitas mencurigakan selama 24 jam. (Rafi Aufa Mawardi)

Berita Terkait