Afghanistan

Walau Berjanji, Penerjemah di Afghanistan Tetap Takut Taliban

  • Whatsapp
Seorang penerjemah Afganistan (kanan) membantu seorang tentara Amerika untuk menanyai penduduk lokal di Afganistan.

KABUL-KEMPALAN: Ribuan orang Afghanistan telah menerima paspor dan visa ke Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk hidup di negara tersebut, kebanyakan dulunya bekerja sebagai penerjemah, tapi ratusan lainnya juga berusaha untuk pindah sebelum penarikan pasukan asing sepenuhnya selesai.

Beberapa minggu terakhir, banyak penerjemah yang berunjuk rasa di Kabul meminta pasukan asing bersama kedubesnya untuk membantu pemindahan mereka. Walaupun Taliban berjanji tidak akan mengganggu mereka setelah mereka meninggalkan barisan musuhnya.

Mohammad Shoaib Walizada, seorang penerjemah Afghanistan yang bekerja dengan pasukan AS, tidak mempercayai jaminan yang disampaikan Taliban.

“Saya tidak percaya Taliban, mereka menyasar jurnalis dan pekerja media, kenapa mereka akan mengampuni kami?” ujar Walizada kepada AFP pada Senin (7/6).

“Mereka tidak pernah memenuhi perkataan atau janjinya. Mereka akan balas dendam, karena mereka menganggap kami sebagai agen atau mata-mata,” tambahnya seperti yang dikutip Kempalan dari TRT World.

Seorang penerjemah lainnya bernama Omid Mahmoodi menyampaikan, Taliban menyasar para penerjemah dan tidak akan memberi ampunan, serta membunuh atau memenggal mereka.

“Saya menyesal bekerja dengan AS. Itu adalah kesalahan terbesar dalam hidup saya,” ujar Omar, penerjemah yang bekerja di kedubes AS selama 10 tahun. Ia bahkan dituding sebagai agen Amerika oleh paman dan sepupunya. (TRT World, reza hikam)

Berita Terkait