PEKAN BARU-KEMPALAN: Direktur Utama Klub Sepakbola Tiga Naga, Rudy N.Sinaga mengajukan usulan kepada Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan cq Dirut PT Liga Indonesia Baru terkait format dan regulasi Liga 2 musim 2021.
Dalam suratnya bernomor 017/TGN-Per.URL2/VI/2021 tertanggal 4 Juni 2021, Rudy N. Sinaga menyebut bahwa sesuai dengan hasil meeting antara PT LIB dengan seluruh tim Liga 2 yang dilaksanakan secara virtual pada 3 Juni 2021, maka pihaknya menyampaikan beberapa pertimbangan dan usulan mengenai pelaksanaan dan format kompetisi Liga 2 2021.
Pertama, format kompetisi sebaiknya tidak dilaksanakan dengan sistem terbagi dalam empat grup, karena jumlah pertandingan hanya akan ada 10 bagi tim yang tidak lolos ke putaran berikutnya.
“Perlu dipahami bahwa kompetisi adalah ajang pembinaan pemain untuk dapat meningkatkan kemampuan yang muaranya adalah Tim Nasional,” tulis Rudy N.Sinaga dalam suratnya.
Apabila hanya 10 kali bertanding dalam satu tahun yang dilaksanakan dalam kurun waktu tiga bulan dan sisa sembilan bulan pemainnya tidak ada kegiatan, maka tidak akan ada peningkatan kemampuan.
“Idealnya pemain harus berkompetisi minimal sembilan bulan. PSSI seharusnya lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar, yaitu meningkatkan sepakbola secara nasional. Mengingat, sepakbola kita sudah satu tahun mundur selama pandemi. Jangan lagi tahun ini kita mengalami kemunduran karena kita akan semakin jauh tertinggal dengan negara lain,” sambung Rudy.
Kedua, lanjut Rudy dalam tulisannya, pihaknya menyadari bahwa kompetisi memerlukan dana yang tidak sedikit. Namun, menurutnya PSSI punya senjata, yaitu Inpers No.3 Tahun 2019 point 7. Dalam huruf a ayat 1 disebutkan bahwa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan memfasilitasi pemberian dukungan BUMN dalam bentuk sponsorship untuk percepatan pembangunan persepakbolaan nasional. Antara lain dalam rangka pembinaan dan pengembangan bakat.
Rudy menyebut, banyak BUMN yang profit dan punya anggaran untuk promosi. Mereka bisa diundang untuk ikut menjadi sponsor, kemudian undangan kepada BUMN tersebut dipublikasikan dan lelang diadakan secara terbuka.
Ketiga, Rudy mengatakan bahwa banyak klub Liga 2 yang tidak mempunyai sponsor. Untuk itu, ia mengusulkan agar PSSI dan PT LIB memfasilitasi dengan mengadakan lelang untuk sponsor bagi klub-klub Liga 2 tersebut.
“Jadi, beberapa klub yang mendaftar lalu dicarikan satu sponsor. Mungkin ini akan lebih menarik, karena satu sponsor brand mereka akan muncul di sejumlah klub. Bukan hanya satu klub,” terang Rudy.
Di akhir suratnya, Rudy berharap semoga kompetisi Liga 2 menjadi kompetisi yang benar, bukan sebuah turnamen yang tidak meningkatkan sepakbola nasional. (Dwi Arifin)


Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi