Selasa, 14 April 2026, pukul : 07:19 WIB
Surabaya
--°C

Gede Widiade Sebut Format Kompetisi Liga 2 Merugikan Klub

SURABAYA-KEMPALAN: Bos Persiba Balikpapan Gede Widiade tidak sepakat jika Liga 2 musim 2021 yang diikuti 24 klub menggunakan format baru, yakni dibagi empat grup dengan format bubble atau
home tournament.

Ia juga tidak setuju kompetisi menggunakan format round robin ganda, di mana setiap klub akan bertemu dua kali. Sehingga jika total diikuti 24 klub, maka satu grup berisi enam tim dan hanya akan memainkan 10 pertandingan.

Menurut Gede Widiade, format baru tersebut tidak ideal, merugikan klub dan tidak sesuai dengan esensi pembinaan. “Bayangkan kalau main di empat grup dengan enam klub. Kan hanya 10 pertandingan. Berarti hidup klub hanya ditentukan dengan 10 pertandingan tersebut,” kata Gede Widiade ketika dihubungi, Sabtu (5/6) malam.

Apabila gagal, lanjut Gede, tinggal menunggu degradasi atau tidak. Padahal, mereka yang punya klub sudah mati-matian dan mengeluarkan dana tidak sedikit untuk membiayai klub, mulai kontrak pemain, pelatih, staf dan pengeluaran lain-lain. Jumlahnya bisa miliaran rupiah. Namun, nasib mereka hanya ditentukan dalam 10 pertandingan. “Menurut saya ini tidak fair,” katanya.

Gede menduga PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI punya agenda terselubung di balik semua ini. Pasalnya, Liga 1 diberlakukan kompetisi penuh, sedang Liga 2 home tournament yang dibagi dalam empat grup.

“Ini yang membuat saya sangat keberatan. Kalau turnamen pra-musim tidak apa-apa. Ini kan kompetisi resmi. Kok disamakan kayak tarkam,” tegas mantan Dirut Persija Jakarta ini.

Gede menyadari, klub Liga 2 tidak punya operator. Beda dengan klub Liga 1, yang punya 99 persen saham di PT LIB. Sedang satu persen sisanya merupakan saham Federasi atau PSSI. Sehingga, wajar jika klub Liga 1 lebih diperhatikan oleh PSSI dan PT LIB dibandingkan klub Liga 2.

“Ibaratnya, PSSI dan PT LIB memutar kompetisi Liga 2 hanya untuk membatalkan kewajiban. Kalau begini, ya jangan harap esensi kompetisi sebagai ajang pembinaan pemain akan tercapai,” tandas Gede.

Ditegaskan, kompetisi tujuannya adalah untuk pembinaan. Ujung dari pembinaan adalah menghasilkan pemain sepak bola yang baik, berkualitas. Dan pemain yang baik akan menghasilkan timnas yang baik pula.

“Kalau klub dan kompetisinya enggak bagus, hasilnya pemainnya pasti enggak bagus. Kalau pemainnya enggak bagus, berarti timnasnya juga enggak akan bagus. Jadi menurut saya, iklim atau tren positif di sepak bola harus diimbangi oleh perubahan-perubahan ke arah positif dari federasi maupun dari operator,” pungkas Gede.

Jika tidak ada aral melintang, kompetisi Liga 1 musim 2021-2022 akan digelar mulai 10 Juli 2021 dan berakhir Maret 2022. Sedang Liga 2 akan kick-off dua pekan atau 14 hari setelahnya.

Hal itu seperti disampaikan Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian usai mengadakan pertemuan virtual dengan klub-klub peserta Liga 1 dan 2, Kamis (3/6).

Berarti, Liga 2 akan kick-off pada 24 Juli 2021. Dan jika mengacu pada format baru, maka kompetisi Liga 2 sudah berakhir pada Desember 2021. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.