Kamis, 30 April 2026, pukul : 12:43 WIB
Surabaya
--°C

Masalah Penuaan Populasi Jepang dan Peran Imigrasi

KEMPALAN: Jepang saat ini sedang mengalami penurunan angka kelahiran setiap tahunnya. Angka kelahiran Jepang cenderung menurun setiap tahunnya, tercatat hanya 840.832 di tahun 2020. Menurut data dari Macrotrends.net, angka kematian terus mengalami peningkatan dan mencapai 11.000 pada tahun 2020 naik 200 dari tahun sebelumnya. Kedua data ini menunjukkan bahwa terdapat ‘aging’ atau penuaan yang termasuk tinggi di Jepang (Chomik dan Piggot 2015).

Apa itu Aging dan Gray Population?

Aging atau penuaan merupakan keadaan meningkatnya usia tua yakni 60 tahun ke atas, dalam suatu populasi secara progresif. Penuaan populasi ini disebabkan oleh peningkatakn hidup yang layak sehingga meningkatkan angka harapan hidup usia-usia yang bisa dibilang menua (Lee et al. 2011). Menurut proyeksi dari data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) persentasi penuaan populasi di negara-negara Asia khususnya Asia Timur terus meningkat bahkan hingga tahun 2050. Kemudian angka harapan hidup Hal ini ditakutkan akan membawa negara-negara tersebut ke dalam gray population yakni kondisi ketika usia tua lebih banyak daripada usia muda.

Dampak Perubahan Demografi yang Menua di Jepang

Perubahan demografi yang menua ini akan berekor pada beberapa permasalahan di masa depan. Dalam kehidupan sosial terutama rumah tangga, sistem pembiayaan berubah dari yang muda memberikan ke yang tua karena masih banyak usia tua yang membutuhkan pembiayaan sedangkan mereka sudah tidak bekerja (Chomik dan Piggot, 2015). Hal ini juga diperkuat bahwa usia tua lebih cenderung mengonsumsi daripada memproduksi sehingga adanya usia tua dalam suatu populasi dapat menambah beban biaya dan secara tidak langsung menurunkan pendapatan para tenaga kerja.

Menurut data dari Lee et al. (2011), banyaknya usia tua dalam populasi juga menambah beban di bidang kesehatan karena grafik jumlah usia tua akan berbanding lurus dengan konsumsi layanan kesehatan. Defisit dari konsumsi usia tua juga lebih banyak dari anak-anak di Asia Timur terutama di Jepang. Masalah pensiunan yang bertahan hidup lama juga akan menambah beban keuangan negara. Dengan masalah penuaan populasi, maka akan terjadi kekurangan tenaga kerja sehingga kebijakan imigrasi tenaga kerja mulai diberlakukan di Asia Timur (Lee, 2011). Dengan memasukkan tenaga kerja asing di dalam suatu negara, diharapkan produktivitas terus meningkat meskipun banyak beban untuk tanggungan usia tua.

Proyeksi Populasi Jepang (ldrs).

Beberapa Kebijakan dan Peran Imigrasi di Jepang

Untuk mengatasi dampak sosial ekonomi di Jepang, Pemerintah Jepang menerapkan batas usia pensiunan yang diperpanjang lebih dari 65 tahun yang diharapkan meningkatkan produktivitas kerja. Jepang juga meluncurkan program the New Angel Plan (1999) dan Plus One Policy (2009) yang memudahkan masyarakatnya untuk memiliki anak melalui penambahan fasilitas childcare, reduksi biaya pendidikan, serta peningkatan family housing.

Selain itu, kebijakan yang mampu meningkatkan populasi di Jepang adalah kebijakan tentang imigrasi. Pada awalnya, Jepang sangat tertutup dengan adanya imigran yang masuk. Hal ini juga didukung dengan adanya Xenophobia yang mana digambarkan dengan ketakutan terhadap orang asing atau terhadap orang yang berbeda dari dirinya. Pada 2016, kepala Institusi Kebijakan Imigrasi Jepang dan mantan Direktur Biro Imigrasi Tokyo, Hidenori Sakanaka menyuarakan pendapat bahwa krisis demografi Jepang hanya dapat diatasi melalui keterbukaan terhadap migrasi skala besar.

Mulai dari situ, Jepang mulai mengesampingkan pemasukan tenaga kerja keterampilan tinggi dan menerima semua tenaga kerja untuk memenuhi permintaan dan penawaran tenaga kerja. Pada tahun 2018, Diet Jepang juga mengadvokasi tentang hak dan fasilitas yang diterima oleh tenaga kerja asing di Jepang supaya meningkat populasi di sana.

Prospek Demografi di Jepang

Dengan data yang ditunjukkan oleh pemerintah Jepang di tahun 2021, masa depan populasi di Jepang yang menua masih akan sesuai proyeksi PBB bahkan lebih cepat dan progresif karena ada pandemi yang tak terduga. Kasus terburuknya, angka kelahiran Jepang di tahun 2021 nantinya akan turun bahkan menuju di bawah 700.000. Hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah Jepang adalah meningkatkan fasilitas dari Imigrasi Jepang untuk menopang populasi dan dampak sosial-ekonomi sehingga semakin banyak tenaga kerja dan pelajar yang berminat untuk ke Jepang dan masalah demografi Jepang dapat secara perlahan diatasi. (Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.