Konflik Kosovo Serbia

Serbia Tak Mau Solusi yang Dipaksakan

  • Whatsapp
Ivica Dacic, Ketua Parlemen Serbia.

MOSKOW-KEMPALAN: Serbia sepakat dialog yang difasilitasi Uni Eropa dengan Kosovo dan menginginkan kompromi yang akan membawa perdamaian dan stabilitas dalam jangka panjang, Ketua Parlemen Serbia Ivica Dacic mengatakan di Moskow pada hari Rabu (2/6), Serbia tidak akan menerima solusi yang dipaksakan dan sepihak.

“Mereka memberi tahu kami – menyerah pada Kosovo-Metohija dan jalan menuju UE terbuka untuk anda. Bukan itu yang dikatakan kepada sesama mitra. Kami ingin bergabung dengan serikat itu, kami bekerja keras untuk itu dan tujuan itu tidak berubah, tetapi kami tidak menerima harus menghadapi rintangan yang tidak dihadapi orang lain di jalan itu, dan pengakuan pemisahan diri ilegal bukanlah sesuatu yang bisa diharapkan dilakukan dari negara berdaulat mana pun,” kata Dacic dalam pidatonya di Negara Bagian Duma di Rusia.

Situasi dengan sanksi terhadap Rusia serupa, kata Dacic, seraya menambahkan, Serbia tidak akan pernah menjatuhkan sanksi kepada Rusia dan, yang telah ditargetkan oleh mekanisme tekanan yang sama, ia tahu betul betapa tidak adilnya mekanisme itu.

“Rusia adalah salah satu mitra ekonomi terbesar Serbia. Tidak ada sektor ekonomi di mana kita tidak melihat pertumbuhan besar, mulai dari sektor energi, infrastruktur jalan dan kereta api dan produksi pertanian hingga industri kimia dan kayu…,” kata Dacic seperti yang dikutip Kempalan dari Tanjug. Ia menambahkan, ada lebih banyak ruang dalam ekonomi yang harus digunakan, terutama dalam pengaturan bersama dalam proyek-proyek teknologi tinggi.

“Kami sedang menuju ke arah itu juga dalam hal kerjasama dalam ilmu kedokteran. Apakah ada contoh yang lebih baik daripada fakta bahwa Serbia telah menjadi negara pertama di Eropa yang memproduksi vaksin Sputnik V dengan persetujuan dari Institut Gamaleya anda, yang telah mengembangkan vaksin hebat itu?” Dacic memberi tahu para pejabat Duma.

Ketua Parlemen Serbia itu juga bertemu Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu di Moskow pada hari yang sama, dan mencatat, kerjasama yang kuat antara Serbia dan Rusia dan tindakan yang saling mendukung sangat penting untuk membela kepentingan bersama. Mereka sepakat, tingkat hubungan bilateral sangat tinggi dan membahas peluang kerja sama lebih lanjut dalam kemitraan strategis antara Serbia dan Rusia.

“Diskusi membahas situasi dan tantangan saat ini di tingkat regional dan global, dan para pihak sepakat bahwa kerja sama yang kuat dan saling mendukung sangat penting untuk membela kepentingan bersama,” kata Parlemen Serbia dalam sebuah pernyataan.

Dacic berterima kasih kepada Rusia atas dukungan yang diberikannya kepada Serbia dalam memerangi epidemi virus corona, termasuk pengiriman vaksin Sputnik V dan produksinya di Serbia, juga dalam perkara dukungan Rusia terhadap Serbia dalam permasalahannya dengan Kosovo.

Shoygu menegaskan kembali dukungan Moskow dalam pelestarian integritas teritorial dan kedaulatan Serbia. (Tanjug, reza hikam)

Berita Terkait