Review Film

The Conjuring 3, Tidak Semenakutkan Conjuring Lainnya

  • Whatsapp
Poster The Conjuring (3): The Devil Made Me Do It.

The Court accepts the existence of God everytime a witness swears to tell the truth. I think it’s about time they accepted the existence of the Devil” (Ed Warren)

KEMPALAN: Seri ketiga dari The Conjuring telah memasuki Indonesia, film yang berdasarkan kehidupan Ed dan Lorraine Warren, demonologis ternama asal Amerika Serikat ini masih bertahan menarik banyak pemirsa dari negeri khatulistiwa ini.

Kali ini kedua ahli alam gaib itu menghadapi kasus yang sepenuhnya berbeda daripada seri The Conjuring lainnya.

Ketika menghadapi kasus kerasukan seorang anak kecil, Ed dan Lorraine mengetahui bahwa apa yang mereka lawan tidak datang atas keinginannya sendiri, melainkan diundang oleh seseorang memasuki dunia manusia.

Karena itu, mereka bertemu dengan kasus yang sebelumnya belum pernah mereka hadapi, yakni kutukan dengan menggunakan sebuah jimat yang ditanam di tempat tertentu.

Perbedaan menarik dari The Conjuring 3 adalah tokoh antagonis utama bukanlah roh jahat seperti Bathseba di The Conjuring atau Valak di The Conjuring 2, melainkan seseorang yang menguasai ilmu hitam, singkat kata mereka menghadapi dukun, tapi tidak berarti kisahnya tidak menegangkan.

Bapa Gordon datang ke TKP di awal cerita.

Seperti The Conjuring sebelumnya, seri ketiga ini bahkan sudah menegangkan dari awal film dan menunjukkan hanya sedikit petunjuk akan apa yang dihadapi oleh keduanya. Susah menebak siapa yang sebenarnya mereka lawan hingga setengah jalan cerita.

Hanya saja, seperti The Nun, The Conjuring 3 menekankan gaya jumpscare yang mengagetkan ketimbang suasana tegang yang terus-menerus seperti film horor Jepang (The Ring, Sadako, Ju-On). Ditambah dengan musik kamar yang cukup mengusik di telinga, apalagi jika menonton di bioskop, bisa membuat orang jantungan (jadi untuk mereka yang punya permasalahan jantung tidak disarankan untuk menonton di bioskop, tunggu masuk platform film seperti Netflix saja).

Adapun, karena iblisnya diundang, maka backstory dari The Conjuring 3 lebih menekankan kepada sang dukun ketimbang sang iblis, tidak seperti The Conjuring dan The Conjuring 2 yang menekankan pada kisah roh jahat dan iblisnya. Sampai titik terakhir tidak disebutkan siapa iblis yang diundang.

Ed dan Lorraine Warren dalam salah satu adegan film.

Kutukan dan dukun adalah sisi baru dari film The Conjuring 3 dan memperlihatkan bagaimana di negara maju seperti Amerika Serikat pun, perdukunan (occultism/okultisme) masih ada pada tahun 1981. Adapun latar belakang film dibuat secocok mungkin dengan masanya dengan penampilan para aktor terlihat seperti dasawarsa 80-an.

The Conjuring 3 berusaha menyediakan plot-twist di 3/4 film mengenai siapa pelaku perdukunan itu, namun apabila dicermati dengan seksama, ada beberapa hal janggal yang bisa kita gunakan untuk menebak siapa dukun tersebut. Tapi menariknya, film ini menunjukkan bahwa manusia sejatinya lebih jahat daripada iblis itu sendiri.

Secara keseluruhan, The Conjuring 3 memang membawa nuansa baru dengan memperkenalkan keberadaan seorang dukun, namun jika mencari horor yang terlihat banyak adegan iblis/hantu/setan/roh jahatnya, mungkin para penonton akan disedihkan, karena sang iblis jarang muncul. Namun, jika ingin mencoba sesuatu yang baru, boleh lah menonton The Conjuring 3 di bioskop. (reza hikam)

Berita Terkait