Kamis, 30 April 2026, pukul : 22:20 WIB
Surabaya
--°C

Data 279 Juta Penduduk Indonesia Diretas, Apa Respons Kominfo?

JAKARTA-KEMPALAN: Dewasa ini, Indonesia digegerkan dengan peristiwa yang tidak mengenakkan. Dimana ada dugaan peretasan dan kebocoran data pribadi dari penduduk Indonesia. Bahkan jika dikalkulasi, data yang bocor merupakan akumulasi dari 279 juta penduduk Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia selaku lembaga yang memilki otoritas, dengan cepat menanggapi insiden ini. Kementerian Kominfo bergerak dengan langkah melakukan pendalaman atas dugaan kasus ini.

Ilustrasi pelaku peretasan data pribadi penduduk Indonesia

“Kementerian Kominfo sedang melakukan pendalaman atas dugaan kebocoran data tersebut,” ujar Dedy Permadi selaku Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pada Kamis (20/5).

Perlu diketahui, bahwa kabar mengenai kebocoran data disinyalir berasal dari akun Twitter @ndagels dan @nuicemedia yang diunggah pada hari Kamis (20/5). Pada unggahan tersebut, dapat dilihat screenshot yang terdapat nama penjual data, yakni Kotz.

Yang cukup membuat terperangah, dalam postingan tersebut ada Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), nomor telepon, nama, email, hingga alamat rumah. Akan tetapi, tidak dicantumkan atau mungkin bahkan tidak ada password di dalam kebocoran data tersebut.

Hacker yang meretas data pribadi dari penduduk Indonesia ini, secara eksplisit memberikan sampel gratis berupa data satu juta penduduk Indonesia. Hal ini dilakukan, guna memberikan realibilitas atau keabsahan data yang hacker jual.

Pelaku peretasan tersebut, juga menyertakan alamat kontak dalam medium Telegram, yaitu kotz1234567. Sampel ini telah diupload dalam medium yang lebih luas, seperti filebayfiles, anonfiles, dan mega.nz.

Banyak spekulasi mengenai insiden tersebut. Netizen Indonesia memberikan bervariasi tanggapan perihal kejadian yang memilukan ini. Ada salah satu netizen yang berdalih bahwa mungkin data yang bocor tersebut dari pihak BPJS Kesehatan. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.