Minggu, 19 April 2026, pukul : 15:01 WIB
Surabaya
--°C

Akun WhatsApp Penyidik KPK hingga Peneliti ICW Mengalami Peretasan, Bagaimana Kronologinya?

JAKARTA – KEMPALAN: Di era yang serba modern, teknologi menjadi salah satu instrumen vital dalam keberlangsungan hidup manusia. Teknologi yang kemudian memunculkan berbagai sosial media atau medium telekomunikasi secara masif. Hal ini secara gamblang mempermudah manusia untuk berkomunikasi jarak jauh dan lebih mengeksplor dunia yang lebih luas lagi.

Namun tidak semua topik mengenai teknologi bersifat positif, nyatanya di era yang serba teknologi seperti sekarang, memunculkan insiden peretasan dan kebocoran data. Bahkan acap kali peretasan hingga kebocoran data, dimanfaatkan oleh para pelaku yang tidak bertanggung jawab untuk dijual di pasar gelap.

Mirisnya, kejadian peretasan terjadi kepada para pegiat anti korupsi di Indonesia. Peretasan kepada akun WhatsApp dan Telegram ini, dialami oleh Novel Baswedan sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga beberapa peneliti di Indonesian Corruption Watch (ICW).

Novel Baswedan, bercerita bahwa nomor teleponnya diretas ke dalam akun Telegram. Hal ini dialami oleh Novel pada hari Kamis (20/5) malam. Yang menjadi mencurigakan, kejadian ini di waktu yang bersamaan juga dialami oleh Sujanarko selaku Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK.

Novel Baswedan dan Sujanarko menyatakan bahwa tidak pernah menggunakan sosial media Telegram. Namun tiba-tiba, namanya sudah muncul di dalam akun Telegram. Hal ini yang kemudian diyakini oleh mereka berdua sebagai proses peretasan.

Menyikapi hal ini, Alfons Tanujaya selaku Pengamat Keamanan Cyber dari Vaksincom menjelaskan, bahwa perlu ada penyelidikan yang sifatnya indepth mengenai dugaan peretasan terhadap para pejuang anti-korupsi ini.

“Kalau dari release yang saya dapatkan klaimnya diretas atau disadap. Tapi saya tidak mau mendukung atau menentang sesuatu yang tidak saya lihat sendiri,” Ujar Alfons Tanujaya, pada Jumat (21/5).

Jika menilik kepada Novel Baswedan dan Sujanarko, mereka beruda merupakan pribadi yang tidak memiliki akun Telegram. Mereka mengutarakan bahwa nomor telepon miliknya diretas ke dalam akun Telegram.

Yang lebih mengenaskan lagi, nyatanya bukan Novel Baswedan dan Sujanarko saja yang mengalami peretasan. Ada sekitar delapan peneliti di Indonesia Corruption Watch (ICW) yang juga mengalami kejadian serupa. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.