YERUSALEM-KEMPALAN: Jumlah korban yang terluka meningkat menjadi 205 dalam serangan Israel Jumat (7/5) malam di Masjid Al-Aqsa, Gerbang Damaskus Kota Tua dan lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur, menurut Bulan Sabit Merah Palestina.
Melansir dari Anadolu Agency, 88 korban dibawa ke rumah sakit di Yerusalem, sementara yang lain dirawat sebagai pasien rawat jalan, kata sebuah pernyataan.
Sebagian besar cedera disebabkan oleh peluru karet yang ditembakkan oleh polisi Israel, tambahnya.
Bulan Sabit Merah Palestina mendirikan rumah sakit lapangan di wilayah tersebut karena kurangnya tempat tidur di rumah sakit.
Polisi Israel berusaha membubarkan jamaah di dalam area Haram al-Sharif Masjid Al-Aqsa pada hari Jumat (7/5), menggunakan granat setrum dan bom gas.
Polisi menyerang jamaah Muslim di dalam Masjid Al-Aqsa ketika jamaah sedang melakukan solat tarawih selama bulan suci Ramadhan.
Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang Yahudi menyebut daerah itu “Temple Mount,” mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967. Itu mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 dalam sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional
Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mendesak Israel untuk menarik penggusuran paksa di Yerusalem Timur yang dicaplok Israel, memperingatkan bahwa tindakannya dapat mencapai “kejahatan perang”.
“Kami memanggil Israel untuk segera menelepon semua penggusuran paksa,” kata juru bicara kantor PBB Rupert Colville kepada wartawan di Jenewa.
“Kami ingin menekankan bahwa Yerusalem Timur tetap menjadi bagian dari wilayah Palestina yang diduduki, di mana hukum humaniter internasional berlaku,” kata Colville.
“Kekuatan yang menduduki … tidak dapat menyita properti pribadi di wilayah yang diduduki,” katanya, seraya menambahkan bahwa mentransfer populasi sipil ke wilayah pendudukan adalah ilegal di bawah hukum internasional dan berpotensi menuju kepada kejahatan perang. (Anadolu Agency/Al Jazeera, Belva Dzaky Aulia)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi