DHAKA-KEMPALAN: Negara Asia Selatan berpenduduk 165 juta itu berhasil mendapatkan 10,2 juta dosis vaksin Oxford/AstraZeneca dari Institut Serum India yang berdekatan, di mana vaksin itu diproduksi sebagai Covishield.
Rata-rata, lebih dari 16.000 penduduk mengajukan permohonan vaksin setiap hari, menurut laporan terbaru oleh Kementerian Kesehatan. Dan lebih dari 150.000 menerima suntikan vaksin setiap hari.
Jika kampanye vaksinasi berlanjut dengan kecepatan saat ini, stok vaksin akan habis pada minggu pertama bulan Mei.
Melansir dari Anadolu Agency, Bangladesh menandatangani kesepakatan dengan India pada 13 Desember untuk membeli 30 juta dosis Covishield secara angsuran.
Kedutaan Besar China di Dhaka pada hari Selasa minggu lalu telah mengeluarkan surat kepada Kementerian Kesehatan Bangladesh, meminta “otorisasi penggunaan darurat dan surat komitmen untuk menerima 500.000 hadiah vaksin dari pemerintah China.”
Namun, surat yang ditandatangani Duta Besar Tiongkok di Dhaka, Li Jiming tidak menyebutkan tanggal pasti untuk merilis cicilan tersebut.
Hingga saat ini, Dhaka sudah menerima 7 juta dosis dalam dua kali angsuran sedangkan Delhi telah mengirimkan 3,2 juta sebagai hadiah.
Hingga Selasa minggu lalu, hampir 7,6 juta penduduk negara delta itu telah menerima suntikan vaksin. Jadi, negara hanya memiliki 2,6 dosis, menurut data Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan pemerintah.
Bangladesh, sekarang melewati gelombang kedua pandemi yang memburuk dengan hampir 100 korban setiap hari, harus melanjutkan pengiriman kontrak dengan sisa 23 juta jab dari India.
Sebanyak 10.781 orang telah meninggal akibat virus itu sementara infeksi mencapai 736.074, menurut laporan kesehatan terbaru pemerintah yang dikeluarkan Kamis malam.
Karena peningkatan cepat pandemi di India, India telah memutuskan untuk memprioritaskan kebutuhan lokal dalam kampanye vaksinasi sebelum mengekspor vaksin.
CEO Serum Institute of India Adar Poonawalla, dalam wawancara eksklusif dengan outlet berita pada Rabu, berjanji untuk tidak mengekspor vaksin hingga Juni-Juli.(Anadolu Agency, Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi