Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 23:08 WIB
Surabaya
--°C

Kasus Tinggi, Iran Terapkan Lockdown dan Gencarkan Vaksinasi

TEHERAN-KEMPALAN: Iran memberlakukan lockdown 10 hari di sebagian besar wilayah negara pada hari Sabtu (10/4) untuk mengekang penyebaran gelombang keempat pandemi virus korona, media pemerintah melaporkan.

Lockdown diterapkan di 23 dari 31 provinsi di negara itu, ungkap juru bicara kementerian kesehatan Alireza Raisi. Bisnis, sekolah, teater, dan fasilitas olahraga terpaksa ditutup dan pertemuan dilarang selama bulan suci Ramadhan yang dimulai Rabu minggu depan.

Kasus virus korona Iran telah melampaui 2 juta dengan rata-rata harian baru lebih dari 20.000 infeksi selama seminggu terakhir, berdasaekan kementerian kesehatan. Laporan juga menunjukkan lebih dari 64.000 kematian yang terjadi.

Melansir dari Arab News, Iran telah memasuki gelombang keempat dari pandemi dan mencoba maelkukan tindakan dengb lockdown dan vaksinasi.

“Sayangnya, hari ini kita telah memasuki gelombang keempat,” kata Presiden Hassan Rouhani dalam sambutannya yang disiarkan televisi. Dia menyalahkan lonjakan itu pada varian yang pertama kali muncul di Inggris yang menyebar ke Iran awal tahun ini dari negara tetangga Irak.

Faktor lain termasuk perjalanan luas, pernikahan, dan perayaan selama liburan Tahun Baru Iran yang dimulai pada 20 Maret, katanya.

Varian dari Inggris sekarang dominan di negara itu, dan 257 kota besar dan kecil dalam siaga..

Iran telah menjadi episentrum pandemi di Timur Tengah. Pada Februari, mereka menutup beberapa titik persimpangan dengan Irak dalam upaya membendung penyebaran varian Inggris.

Upaya vaksinasi negara juga berjalan lambat. Teheran mengatakan telah menerima lebih dari 400.000 dari 2 juta vaksin Sputnik V yang dipesan dari Rusia, dan sedang menunggu pengiriman 4,2 juta stok AstraZeneca.

Ia juga telah menerima 250.000 dosis vaksin Sinopharm China dan bagian dari pesanan 500.000 dosis COVAXIN India.

Dengan populasi 83 juta, Iran berharap mendapatkan lebih dari 2 juta vaksin pada 20 Maret untuk memvaksinasi terutama pekerja perawatan kesehatan. Mereka sedang mengembangkan setidaknya empat kandidat vaksin lokal, satu bekerja sama dengan Kuba, yang diharapkan bisa memproduksi dalam beberapa bulan. (Arab News, Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.