Senin, 25 Mei 2026, pukul : 08:39 WIB
Surabaya
--°C

Human Rights Watch Tuding Taliban Sasar dan Bunuh Wartawan

KABUL-KEMPALAN: Taliban Afghanistan dengan sengaja menargetkan, mengintimidasi, dan membunuh jurnalis, terutama wanita, menurut laporan baru yang dikeluarkan Kamis (1/3) oleh kelompok hak asasi internasional serta penelitian dari Voice of America.

Human Rights Watch menemukan komandan militan di daerah di bawah pengaruh Taliban menggunakan ancaman dan kekerasan langsung untuk mencoba dan mengontrol liputan media tentang kegiatan mereka. Di wilayah di luar kendali mereka, mereka menggunakan ancaman lisan atau tertulis melalui telepon, surat, dan media sosial.

“Mereka yang membuat ancaman sering kali memiliki pengetahuan yang mendalam tentang pekerjaan, keluarga, dan gerakan jurnalis dan menggunakan informasi ini untuk memaksa mereka melakukan swasensor, meninggalkan pekerjaan mereka sama sekali, atau menghadapi konsekuensi kekerasan,” kata laporan HRW.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menolak klaim tersebut, menyebutnya “tidak berdasar dan berdasarkan badan intelijen Kabul.”

“Kami sejak awal mengutuk pembunuhan yang ditargetkan ini dan menyatakan bahwa Taliban tidak ada hubungannya dengan mereka. Ini adalah masalah yang sangat memprihatinkan bagi kami bahwa organisasi internasional yang memiliki reputasi baik telah menggunakan informasi tak berdasar dan menjadi bagian dari kampanye propaganda yang berusaha memfitnah Taliban,” katanya kepada VOA.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

HRW sendiri mewawancarai 46 pekerja media di sejumlah provinsi antara November 2020 dan Maret 2021 serta melaporkan bahwa komandan lokal Taliban nampaknya memiliki wewenang untuk membuat keputusan mereka sendiri berkaitan dengan menyasar jurnalis, tanpa persetujuan dari pimpinan senior Taliban. Laporan itu mengatakan bahwa para komandan memiliki sejumlah otonomi untuk melaksanakan hukuman, termasuk pembunuhan berencana.

“Dengan membungkam kritik melalui ancaman dan kekerasan, Taliban telah merusak harapan untuk melestarikan masyarakat terbuka di Afghanistan,” kata Patricia Gossman, direktur asosiasi Asia.

Informasi yang diberikan dalam laporan tersebut sesuai dengan laporan serupa lainnya, termasuk salah satu dari Komite Keamanan Jurnalis Afghanistan, yang menyarankan penargetan jurnalis meningkat dalam periode segera setelah negosiasi langsung dimulai pada September 2020, antara Taliban dan tim yang disetujui pemerintah Afghanistan di Doha.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

Seorang jurnalis di Kandahar mengatakan kepada kelompok hak asasi manusia bahwa Taliban mengancamnya ketika dia menolak menambah jumlah korban dalam serangan bunuh diri. Wartawan lain di provinsi itu menerima ancaman dalam beberapa menit setelah melaporkan serangan Taliban terhadap fasilitas sipil.

Meskipun mayoritas ancaman datang dari Taliban karena mereka adalah kelompok terbesar dan memiliki kendali atau pengaruh atas sebagian besar negara, kelompok lain juga mengancam atau menargetkan jurnalis di daerah tempat mereka beroperasi.

Di provinsi Nangarhar, misalnya, yang telah lama menjadi basis bagi Provinsi Negara Islam Khorasan (ISKP), kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan empat jurnalis perempuan dari stasiun yang sama, Radio dan Televisi Enikass, pada Desember dan Maret. (VoA, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.