Menpora Kecam Keras Penyelenggara All England

waktu baca 2 menit

JAKARTA-KEMPALAN: Menpora Zainudin Amali mengecam keras penyelenggara turnamen bulu tangkis All England yang memaksa pebulutangkis Indonesia mundur dari turnamen dengan alasan Covid 19.

Menurut Amali, keputusan itu tidak transparan dan sangat merugikan Indonesia. Karena itu pemerintah Indonesia tidak akan tinggal diam karena hal ini menyangkut martabat bangsa. “Kita akan fight memperjuangkan masalah ini,” kata Amali dalam wawancara dengan Kompas TV, Kamis (19/3).

Tim bulu tangkis Indonesia dipaksa mundur dari turnamen karena dalam perjalanan udara menuju Inggris ada salah satu penumpang yang positif Covid 19. Tindakan panitia ini mendapat protes keras dari kubu Indonesia karena tim sudah sempat bertanding dan menang pada babak pertama.

Menpora Zainudin Amali menyesalkan hal ini. Dia  mengatakan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk mengambil langkah-langkah resmi. “Saya sudah berbicara lewat telepon dengan Bu Retno Maesudi untuk mengambil langkah resmi atas nama pemerintah Indonesia,” kata Amali.

Menpora juga sudah berbicara dengan PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) sebagai federasi induk dan meminta masukan mengenai kejadian yang sebenarnya.

Amali menambahkan bahwa Indonesia sudah menghubungi federasi bulu tangkis dunia BWF (Badminton World Federation) untuk meminta klarifikasi mengenai kasus ini. Menurut Amali ada kejanggalan dalam keputusan ini dan sangat mungkin ada kesengajaan pihak tertentu untuk menyingkirkan Indonesia secara curang.

Politisi Golkar ini mengatakan bahwa keputusan panitia tidak transparan dan kurang profesional. “Bagaimana mungkin tim yang sudah sempat bertanding diminta mundur karena harus ditracing untuk melihat apa ada yang terjangkit Covid 19. Padahal semua anggota delegasi sudah menjalani standar prokes, mengapa ada keputusan seperti itu,” kata Amali.

Pemerintah Indonesia memprotes keras dan mendesak panitia untuk memberi klarifikasi dan membeberkan alasannya secara transparan. “Kita tidak boleh diam, kita harus mengungkap masalah ini. Kalau kita diam nanti kita dianggap lembek dan perlakuan seperti ini terjadi lagi di masa depan,” ujar mantan anggota DPR RI dapil Madura ini.

Zainudin menegaskan akan terus fight memperjuangkan hak-hak pebulutangkis Indonesia. “Kita akan fight sesuai jalur aturan yang berlaku,” pungkasnya. (dad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *