JAKARTA-KEMPALAN: Jumlah kasus konfirmasi positif virus Corona COVID-19 di Indonesia bertambah 5.560 kasus pada Minggu (28/2). Total kasus sebanyak 1.334.634, sembuh 1.142.703, dan meninggal 36.166.
Detail perkembangan kasus COVID-19 pada Minggu (28/2) dikutip dari kemkes.go.id adalah kasus positif bertambah 5.560 menjadi 1.334.634, pasien sembuh bertambah 6.649 menjadi 1.142.703, dan pasien meninggal bertambah 185 menjadi 36.166.
Sementara itu, data pengujian antibodi terbaru yang dilakukan di New Delhi, India menunjukkan bahwa ibu kota negara itu mungkin sangat dekat untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap COVID-19.
Pemerintah Delhi telah rutin melakukan tes antibodi sejak Agustus 2020 untuk menilai penyebaran virus di wilayah ibu kota. Dalam survei kelima dan terbesar sejauh ini, lebih dari 28.000 sampel diuji di 11 distrik di Delhi antara 11 Januari dan 22 Januari.
Dikutip dari WebMD, hasil awal menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen penduduk di satu distrik di Delhi memiliki antibodi terhadap virus corona. Angka antibodi di kabupaten lain lebih dari 50 persen. Jika temuan ini benar, itu berarti setengah dari 20 juta penduduk kota telah terpapar virus dan pulih.
Para peneliti percaya bahwa jika 60 persen atau lebih populasi mengembangkan antibodi untuk melawan virus corona, ada kemungkinan yang signifikan untuk mencapai kekebalan kelompok.
Meskipun kekebalan kelompok dapat membantu memperlambat penyebaran virus di Delhi, harganya harus dibayar mahal. New Delhi sendiri telah mencatat lebih dari 634.000 kasus COVID-19 dan lebih dari 10.000 kematian.
Para ahli percaya kota ini hampir mendengar kekebalan karena ketidakmampuan penduduk perkotaan untuk mematuhi pembatasan penguncian dan norma jarak sosial. Beberapa percaya tingkat antibodi di kota itu dapat meningkat hingga 70 persen dalam beberapa bulan mendatang, dengan bantuan vaksinasi.
“Ini menunjukkan bahwa banyak infeksi tanpa gejala terjadi selama pandemi, yang tidak dilaporkan pada waktu itu. Ini adalah cara alami kami untuk memperoleh kekebalan kawanan karena sekitar 50% telah mengembangkan antibodi untuk melawan virus,” kata Neeraj Nischal, MD, profesor di All India Institute of Medical Sciences di New Delhi.
Moderna untuk Vaksin Mandiri?
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru saja menerbitkan aturan yang membuka jalur vaksinasi gotong royong atau vaksinasi mandiri. Disebutkan, jenis vaksin yang dipakai dalam vaksinasi gotong royong harus berbeda dengan vaksinasi program.
Salah satu vaksin yang disebut-sebut akan dipakai dalam vaksinasi gotong royong adalah vaksin Moderna. Vaksin buatan Amerika Serikat ini menggunakan platform mRNA, serupa dengan vaksin buatan Pfizer.
Berkat kemudahan penyimpanannya, vaksin Moderna disebut-sebut lebih unggul daripada jenis vaksin lain, terutama dibanding Pfizer. Lantas, seperti apa sebenarnya vaksin Moderna?
- Nama vaksin
Dikutip dari CNN, vaksin yang dikembangkan Moderna memiliki nama resmi mRNA-1273. Produk ini dibuat oleh perusahaan bioteknologi Moderna asal Cambridge, Massachusetts.
Bersama para peneliti dari National Institute of Health (NIH), perusahaan ini juga mengembangkan vaksin untuk virus Corona lainnya, penyebab Middle Eastern Respiratory Syndrome (MERS).
- Teknologi yang digunakan
Pengembangan mRNA-1273 dibantu oleh National Institute of Allergy and Infectious Disease. Sedangkan bantuan produksi ditopang oleh Biomedical Advance Research and Development Authority (BARDA), Amerika Serikat.
Sama seperti Pfizer, Moderna menggunakan platform messenger RNA (mRNA). Teknologi ini terbilang baru, belum pernah dipakai pada vaksin apapun sebelumnya.
- Cara kerja
Vaksin mRNA adalah resep genetik yang memproduksi “spike” atau “paku” pada virus Corona. Setelah disuntikan, sistem kekebalan tubuh membuat antibodi terhadap “spike” tersebut.
Pada orang yang sudah disuntik Moderna, antibodi akan mampu menyerang “spike” yang menempel di virus tersebut.
- Efikasi dan keamanan
Berdasarkan uji klinisnya, Moderna disebut memiliki tingkat efikasi hingga 94,1 persen, dalam waktu minimal 14 hari setelah penyuntikan dosis ke-2. Angka ini sudah dilaporkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).
- Kelebihan dibanding Pfizer
Moderna memang disebut memiliki kemiripan dengan Pfizer, antara lain disebabkan basis teknologi yang sama dan tingkat efikasi yang hampir mendekati 95 persen.
Akan tetapi, penyimpanan Moderna diyakini lebih ‘fleksibel’ dibandingkan Pfizer. Jika vaksin Pfizer membutuhkan ‘cold chain’ dengan freezer khusus ultra dingin, vaksin Moderna disebut bisa disimpan di freezer rumah dengan suhu minus 20 derajat celcius. (et/ist)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi