JAKARTA-KEMPALAN: Kasus positif virus corona (Covid-19) di Tanah Air bertambah 9.869 pada Jumat (12/2/2021) pukul 12.00 WIB. Secara keseluruhan, total kasus positif mencapai 1.201.859 orang.
Jumlah temuan kasus positif hari ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 53.957 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).
Selain itu, sebanyak 11.000 orang dilaporkan sembuh hari ini. Total sebanyak 1.004.117 orang telah sembuh dari Covid-19.
Kemenkes resmi merevisi daftar kelompok masyarakat yang mendapatkan vaksin Covid-19 (vaksin corona). Dalam daftar terbaru, kelompok lansia, penyintas, komorbid, ibu menyusui hingga sasaran tunda bakal mendapat vaksinasi.
Keputusan ini tertuang lewat Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/368/2021 yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dan dikeluarkan pada 11 Februari 2021.
“Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional telah menyampaikan kajian bahwa vaksinasi Covid-19 dapat diberikan pada kelompok usia 60 tahun keatas, komorbid, penyintas Covid-19 dan Ibu menyusui dengan terlebih dahulu dilakukan anamnesa tambahan sebagaimana form skrining terlampir,” demikian bunyi petikan dalam surat edaran itu.
Untuk teknis pelaksanaannya, bagi kelompok lansia atau kelompok usia 60 tahun ke atas akan diberikan dua dosis vaksin dengan interval pemberian 28 hari.
Sementara itu, untuk komorbid hipertensi dapat divaksinasi kecuali jika tekanan darah di atas 180/110 MmHg, dengan pengurukan tekanan darah dilakukan sebelum meja skrining.
Untuk komorbid diabetes, dapat divaksinasi sepanjang belum ada komplikasi akut. Lalu, penyintas kanker dapat diberikan vaksin.
“Penyintas Covid-19, dapat divaksinasi jika sudah lebih dari tiga bulan,” tulis surat edaran tersebut.
Kemudian, surat edaran juga menyebut bahwa ibu menyusui juga bisa menerima vaksinasi Covid-19.
Covid-19, Kondisi Trump Sempat Kritis
Tak banyak yang tahun secara pasti kondisi kesehatan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump saat terinfeksi virus covid-19 pada Oktober 2020 lalu.
Belakangan terungkap, seperti dikabarkan New York Times, kondisi Trump saat itu sangat buruk dengan tingkat oksigen darah rendah dan masalah paru-paru yang terkait dengan pneumonia yang disebabkan oleh virus corona, menurut empat orang yang mengetahui kondisinya.
Prognosis Trump sangat mengkhawatirkan, sebelum Trump dibawa ke pusat medis militer nasional Walter Reed, sehingga para pejabat gedung putih saat itu meyankini trump memerlukan pemasangan ventilator. (kom/cn/ist)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi