Sabtu, 16 Mei 2026, pukul : 10:42 WIB
Surabaya
--°C

SBY Bicara soal Kekuatan Koalisi hingga Moeldoko

JAKARTA-KEMPALAN: Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyadari, partainya tidak akan bisa mengimbangi kekuatan koalisi pendukung Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Saat ini, pemerintah didukung oleh tujuh partai di DPR, yakni PDI-P, Gerindra, Golkar, Nasdem, PPP, PKB dan PAN, Sedangkan Demokrat dan PKS memilih berada di luar koalisi pemerintah.

“Sebagai partai politik yang berada di luar pemerintahan, tidak berada dalam koalisi pemerintahan Presiden Jokowi yang sangat kuat, kita tidak mungkin bisa mengimbanginya,” kata SBY.

SBY menuturkan, Demokrat kerap kalah suara ketika membahas soal kebijakan di DPR. Menurutnya, kekalahan itu seolah mengandaskan perjuangan seluruh pimpinan dan kader Demokrat.

Bahkan, menghilangkan harapan Demokrat untuk menang. Namun di sisi lain, SBY mengaku tetap bangga kepada para kader dalam menghadapi beratnya perjuangan.

“Secara pribadi, apa yang dilakukan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi. Saya juga yakin bahwa Presiden Jokowi miliki integritas yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu,” tutur SBY.

SBY juga menyebut langsung nama Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam isu kudeta di tubuh partai. Menurut SBY, Moeldoko merugikan nama baik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Secara pribadi, apa yang dilakukan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi. Saya juga yakin bahwa Presiden Jokowi miliki integritas yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu,” tutur SBY.

“Partai Demokrat justru berpendapat apa yang dilakukan Moeldoko tersebut sangat mengganggu, merugikan nama baik beliau (Jokowi),” imbuhnya.

Sementara itu, soal nama-nama lain yang belakangan mencuat, SBY meyakini bahwa mereka tidak terlibat. Nama mereka hanya dicatut dalam isu kudeta PD.

“Sementara itu saya juga punya keyakinan bahwa nama Menko Polhukam Profesor Mahfud dan Menkum HAM Yasonna juga dicatut namanya. Demikian juga nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan KaBIN (Kepala BIN) Jenderal Budi Gunawan yang juga disebut-sebut namanya,” katanya.

Presiden ke-6 RI itu tidak percaya bahwa pejabat selain Moeldoko terlibat. Mereka bahkan tidak ada urusan dengan isu kudeta PD.

“Partai Demokrat tetap percaya bahwa para pejabat tersebut memiliki integritas, betul tidak tahu-menahu dan tidak masuk di akal jika ingin mengganggu Partai Demokrat,” sebut SBY.

Menanggapi statemen SBY itu, tenaga ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin bingung SBY masih menyeret nama Jokowi dalam isu ini.

“Tidak ada hubungannya apa yang dilakukan Pak Moeldoko dengan mencoreng nama besar Pak Jokowi. Pak Moeldoko itu kan sudah berkali-kali bilang, sebagai kepala staf, ada orang datang minta ketemu, foto-foto, minum teh, dilayani, pulang. Kenapa mesti Pak Jokowi dan Pak Moeldoko yang jadi pembicaraan dan digebukin? Di mana logikanya? Logika apa dipakai itu?” kata Ngabalin kepada wartawan, Kamis (25/2/2021). (km/et/ist)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.