Chelsea Lolos, Thomas Tuchel Belum Meyakinkan

waktu baca 3 menit
Di fase delapan besar, Chelsea akan bertemu sesama tim Premier League, Sheffield United. Laga ini akan digelar pada 20 Maret mendatang.

LONDON-KEMPALAN:  Pelatih baru Chelsea Thomas Tuchel sudah membawa perubahan, tapi tidak terlalu meyakinkan. Chelsea sudah memasuki jalur kemenangan tetapi penampilannya masih standar tidak istimewa. Jumat dinihari (12/2) Chelsea main hambar meskipun bisa mengalahkan tuan rumah Barnsley 0-1 dan masuk perempat final Piala FA.

Sampai empat kali pertandingan Tuchel masih belum bisa mengasah kemampuan duet Jerman Timo Werner dan Kai Havertz. Werner tetap mejan gol dan Havertz berlari-lari di lapangan dengan kontribusi yang minim. Padahal dua pemain impor dari Jerman itu adalah bintang Bundesliga yang rakus gol. Tapi di Liga Inggris dua-duanya letoy dan mengakibatkan penampilan Chelsea tersangkut macet di papan tengah.

Lampard dianggap tidak mampu memaksimalkan potensi pemain-pemainnya hingga akhirnya dikartu merah oleh owner Chelsea Roman Abramovich diganti oleh Thomas Tuchel. Dengan pelatih yang berbahasa Jerman diharapkan Werner-Havertz bisa moncer. Tapi ternyata di bawah Tuchel tetap kucel, mandul dan tidak maksimal.

Masih ditambah lagi dengan Cristian Pulisic yang juga melorot permainannya. Dalam laga versus Barnsley Pulisic jadi starter tapi main memble.
Bermain di Oakwell Stadium, Jumat (12/1) dini hari WIB, Chelsea mendominasi permainan dengan 72 persen penguasaan bola. Gol tunggal Chelsea dicetak lewat sepakan Tammy Abraham.

Jumat dinihari (12/2) Chelsea main hambar meskipun bisa mengalahkan tuan rumah Barnsley 0-1 dan masuk perempat final Piala FA.

Sementara itu, Barnsley justru lebih sering mengancam gawang Chelsea. 14 tembakan dilepaskan, empat di antaranya tepat sasaran. Namun Kepa Arrizabalaga berhasil menahan tiga di antaranya, sedangkan satu sisanya diselamatkan Abraham lewat last line clearance di menit ke-78.

Meski akhirnya kalah, performa Barnsley dipuji publik. Para komentator seperti Alan Shearer dan Micah Richards pun menyatakan kekagumannya.

Di sisi lain, Tuchel mengaku tidak sepenuhnya puas tapi senang perubahan strategi yang ia terapkan di lapangan berjalan lancar. Namun ia menyadari bahwa Chelsea bisa lebih baik lagi. “Kami mengubah formasi tiga bek menjadi empat, menarik Marcos Alonso untuk perubahan taktik ini. Andreas Christensen juga keluar karena dia menderita sakit kepala. Perubahan ini membuat tim lebih mudah untuk masuk ke area permainan lawan dan mengatasi pressing lawan,” kata Tuchel kepada BBC.

“Lalu kamu tampil baik di awal babak kedua dan konsisten berada di area lawan,” sambungnya.

Seusai kebobolan, Barnsley meningkatkan serangan. Tujuh dari 14 tembakan dilepaskan dalam 25 menit terakhir. Di situ Tuchel merasa Chelsea sedikit mengendur.

“Kami jelas bisa bermain lebih baik lagi. Ya, saya mengharapkan lebih dari para pemain, tapi bukannya saya frustrasi dengan penampilan tim,” kata Tuchel.

“Jika kamu kehilangan ritme dan kepercayaan diri sedikit menurun, lalu kamu menghadapi lawan yang tampil lepas seperti mereka, yang jelas tak akan mudah. Kami bisa lebih baik tapi saya tak mau terlalu keras kepada para pemain,” jelasnya.

Di fase delapan besar, Chelsea akan bertemu sesama tim Premier League, Sheffield United. Laga ini akan digelar pada 20 Maret mendatang. (dad/eti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *