KEMPALAN: Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) tetap berada pada level 3,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 21 Januari 2021. Hasil ini sudah diprediksi oleh pelaku Bisnis. Hal ini dikarenakan sepanjang tahun 2020, inflasi di Indonesia berada pada kisaran 1,7%, dan diperkirakan sepanjang tahun 2021 juga berada dikisaran 2%.
Dengan tingkat inflasi yang rendah, maka ada ruang bagi Bank Indonesia untuk tetap mempertahankan kebijakan bunga rendah sepanjang tahun 2021. Kebijakan bunga rendah ini sangat penting dalam rangka menggerakan ekonomi Indonesia yang lesu akibat pandemi Covid-19.
Hal ini juga untuk mendukung program pemerintah, yaitu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Memang dipahami ketika kondisi ekonomi lesu, di mana sektor usaha terganggu karena pandemi, termasuk UMKM, maka dibutuhkan kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia untuk melawan kondisi pelemahan ekonomi ini (countercyclical).
Namun kebijakan bunga rendah dari Bank Indonesia diharapkan mampu diikuti penurunan bunga kredit bank. Bila memerhatikan suku bunga dasar beberapa bank BUMN seperti BNI, Mandiri dan BRI semua masih mematok suku bunga dasar di kisaran 9,9%.
SBDK ini belum memperhitungkan komponen premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing debitur. Jadi bila ditambah dengan premi risiko individu masing-masing pihak debitur, maka suku bunga kredit masih diatas 10%.
Hal ini tentu menjadi keprihatinan kita bersama, ketika BI sudah menurunkan suku bunga kredit, namun belum diikuti dengan penurunan suku bunga bank. Dalam kondisi ekonomi yang lesu ini, tentu banyak usaha debitur yang terganggu sehingga berdampak pada kemampuan untuk membayar cicilan baik pokok dan bunga.
Memang OJK dan BI telah mengizinkan dilakukan restrukturisasi dengan memperpanjang periode kredit, namun sebenarnya saat ini yang dibutuhkan pengusaha adalah kredit baru untuk kembali memperbaiki arus kas dan produksinya dengan disertai bunga yang rendah.
Sudah saatnya usaha dari pemerintah dan Bank Indonesia juga didukung oleh bank-bank nasional untuk menurunkan suku bunga, sehingga dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional. (Dr. Werner R. Murhadi adalah Ketua Program Studi Magister Manajemen Fakultas Bisnis & Ekonomika Universitas Surabaya)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi