KABUL-KEMPALAN: Permusuhan berkepanjangan Amerika Serikat melawan rezim Taliban di Afghanistan segera memasuki fase perdamaian.
Perwakilan Amerika Serikat, Jake Sullivan, penasihat keamanan nasional Amerika Serikat telah berbicara dengan pihak Afghanistan yang diwakili oleh Hamdullah Mohib terkait komitmen AS mengenai kerjasama AS-Afghanistan dan perdamaian di Afghanistan. Demikian menurut pernyataan Dewan Keamanan AS seperti yang dikutip dalam Bakhtar News Agency (24/1).
Dilansir dari France 24, hal ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan yang dilakukan pemerintah AS dan Taliban di Qatar tahun lalu. Ketika itu AS menarik mundur pasukannya dari Afghanistan dengan jaminan keamanan dari kelompok militan ini. Pembicaraan mengenai perdamaian di negara wilayah Asia Tengah itu berlangsung positif.
Ketika dihubungi oleh pihak AS, Taliban menyampaikan bahwa mereka tetap berkomitmen atas kesepakatannya dan memenuhi komitmennya. “Kami juga berharap tiap pihak berkomitmen kepada kesepakatan itu,” tutur Mohamed Naeem, jubir Taliban dalam pertemuan AS-Taliban di Qatar 2020 lalu, seperti yang dikutip dari AFP dalam Military.com.
Pernyataan yang keluar dari Dewan Keamanan Nasional AS di WH.gov menyatakan bahwa Amerika akan mendukung proses perdamaian dengan upaya diplomatis, yang bertujuan untuk membantu kedua belah pihak, pemerintah Afghanistan dan Taliban, guna mencapai kesepakatan politik yang tahan lama dan adil serta gencatan senjata yang permanen.
India, yang merupakan pendonor terbesar di Afghanistan, telah menyampaikan akan mendukung proses perdamaian Afghanistan yang mengarah pada solusi yang mempertahankan keuntungan yang diperoleh selama dua dasawarsa terakhir. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi