Sabtu, 23 Mei 2026, pukul : 12:02 WIB
Surabaya
--°C

Lashkar Gah Afghanistan Jatuh ke Tangan Taliban, Warga Inggris dan AS Dievakuasi

 LASHKAR GAH-KEMPALAN: Taliban telah merebut Lashkar Gah Afghanistan, ibu kota provinsi selatan Helmand, sehari setelah kelompok itu mengklaim kendali atas Kandahar dan Herat, kota terbesar kedua dan ketiga di negara itu.

Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat polisi negara Asia Tengah itu pada Jumat (13/8). Pejabat tinggi pemerintah dan angkatan bersenjata terbang dengan helikopter keluar dari benteng terakhir pemerintah di kota itu sekitar tengah malam pada Kamis (12/8), kata pejabat itu, yang menolak disebutkan namanya.

“Sekitar 200 anggota ANDSF, yang ditinggalkan di kompleks gubernur, dengan campur tangan para tetua, menyerah kepada Taliban,” kata pejabat itu, merujuk pada anggota Pasukan Pertahanan dan Keamanan Nasional Afghanistan dan para tetua suku, menurut Reuters.

Melansir Daily Sabah, gerilyawan Taliban Afghanistan yang maju dengan cepat memasuki ibukota provinsi barat, kata seorang pejabat Jumat, beberapa jam setelah mereka merebut kota-kota terbesar kedua dan ketiga di negara itu dalam serangan kilat hanya beberapa minggu sebelum Amerika akan mengakhiri perang terpanjangnya.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

Perebutan Kandahar dan Herat menandai keberhasilan terbesar bagi Taliban, yang telah merebut 12 dari 34 ibu kota provinsi Afghanistan sebagai bagian dari serangan selama seminggu. Sementara Kabul sendiri belum secara langsung terancam, kekalahan dan pertempuran di tempat lain semakin memperketat cengkeraman Taliban yang bangkit kembali, yang diperkirakan sekarang menguasai lebih dari dua pertiga negara dan terus menekan serangan mereka.

Dengan kondisi keamanan yang memburuk dengan cepat, Amerika Serikat berencana mengirim 3.000 tentara untuk membantu mengevakuasi beberapa personel dari Kedutaan Besar AS di Kabul. Departemen Luar Negeri mengatakan akan meningkatkan tempo penerbangan Visa Imigrasi Khusus untuk warga Afghanistan, yang telah membantu upaya AS di negara itu.

Secara terpisah, Inggris mengatakan sekitar 600 tentara akan dikerahkan dalam jangka pendek untuk mendukung warga negara Inggris yang meninggalkan negara itu, dan Kanada mengirim pasukan khusus untuk membantu mengevakuasi kedutaannya.

Negosiator dari pemerintah Afghanistan dikatakan telah menawarkan Taliban kesepakatan pembagian kekuasaan sebagai imbalan untuk mengakhiri kekerasan di negara itu, Agence France-Presse (AFP) melaporkan Kamis, mengutip sumber negosiasi pemerintah.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

Ribuan warga Afghanistan telah meninggalkan rumah mereka di tengah kekhawatiran bahwa Taliban akan kembali memaksakan pemerintahan yang brutal dan represif, kecuali menghilangkan hak-hak perempuan dan melakukan eksekusi di depan umum.

Pembicaraan damai di Qatar tetap terhenti, meskipun para diplomat masih bertemu. Fazel Haq Ehsan, kepala dewan provinsi di provinsi Ghor barat, mengatakan Jumat bahwa Taliban telah memasuki Feroz Koh, ibu kota provinsi, dan bahwa ada pertempuran di dalam kota.

Penilaian intelijen militer AS terbaru menunjukkan Kabul bisa berada di bawah tekanan pemberontak dalam waktu 30 hari dan bahwa, jika tren saat ini bertahan, Taliban bisa mendapatkan kendali penuh atas negara itu dalam beberapa bulan.

Pemerintah Afghanistan mungkin terpaksa mundur untuk mempertahankan ibu kota dan hanya beberapa kota lain dalam beberapa hari mendatang jika Taliban mempertahankan momentum. (DS, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.