JAKARTA-KEMPALAN: Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate di level 3,75% dalam Rapat Dewan Gubernur BI Januari 2021. Kebijakan ini didukung oleh tingkat inflasi yang rendah, akibat penurunan daya beli masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, selain menahan suku bunga acuan, bank sentral juga menahan suku bunga deposit facility di level 3% dan suku bunga lending facility sebesar 4,5%.
Indonesia memasuki era suku bunga murah. Namun, bunga yang murah ini justru tidak diikuti oleh peningkatan permintaan kredit, akibat lemahnya sektor bisnis dan industri yang terdampak pandemi Covid-19. Bunga kredit pemilikan rumah (KPR) misalnya, kini sudah berada di level single digit. Beberapa bank bahkan sudah menetapkan suku bunga KPR non-promosi alias floating rate 9 persen atau 10 persen. Sementara suku bunga KPR promosi bisa 6-7 persen untuk tiga tahun pertama.
Rupiah di pasar spot, Kamis (21/1) tercatat menguat 0,25% ke Rp 14.000 per dolar AS. Kompak, rupiah di kurs tengah BI juga menguat 0,18% ke Rp 14.039 per dolar AS.
Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG hari ini Jumat 22 Januari 2021 diperkirakan masih akan menguat. IHSG ditutup terkoreksi wajar 0,25% di level 6.413,89 pada Kamis 21 Januari 2021.
Sementara itu, Wall Street masih perkasa setelah dua dari tiga indeks utama, S&P 500 dan Nasdaq, ditutup ke rekor tertinggi pada Kamis (21/1). Sementara indeks Dow Jones melemah tipis di menit-menit terakhir perdagangan.
Kamis (21/1), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 12,37 poin atau 0,04% ke level 31.176,01. Sementara indeks S&P 500 menguat 1,22 poin atau 0,03% menjadi 3.853,07 dan indeks Nasdaq Composite ditutup naik 73,67 poin atau 0,55% ke 13.530,92.
Penguatan indeks S&P 500 dan Nasdaq didorong oleh optimisme tentang lebih banyak stimulus untuk pandemi di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden guna mendukung ekonomi setelah data pasar tenaga kerja menunjukkan pemulihan tipis.
Indeks Nasdaq berhasil menguat signifikan berkat lonjakan saham megacap seperti Alphabet Inc, Apple Inc dan Amazon.com Inc menjelang laporan pendapatan mereka dalam beberapa minggu mendatang.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi