Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 11:22 WIB
Surabaya
--°C

Palu Membalas Budi (2): Korban Likuifaksi Balaroa Bantu Gempa Sulbar

WAHONO KUMPULKAN BANTUAN : Warga Balaroa yang telah tinggal di Huntap dan masih di Huntara mengumpulman bantuan untuk korban gempa bumi di Sulbar.

PALU – Apa yang dilakukan masyarakat Kelurahan Balaroa yang tergabung dalam Forum Korban Likufaksi Perumnas Balaroa (FKLPB) patut dijadikan contoh. Meski mereka juga merupakan korban bencana, namun tetap mau berbagi dan peduli terhadap korban gempa bumi yang baru-baru ini terjadi di Sulawesi Barat.

Meski sebagian anggota FKLPB masih ada yang tingga di Hunian Sementara, namun tidak menyurutkan niat mereka untuk membantu sesama. Aksi kemanusian berupa pengumpulan donasi ini, terbilang cepat. Setelah dirasakan cukup, donasi yang dikumpulkan dari anggota FKLPB dan sejumlah pihak, akhirnya dibelanjakan untuk kebutuhan korban gempa yang masih mengungsi, berupa Sembako.

Hal itu disampaikan oleh Sekertaris FKLPB, Agus Manggona, di mana dari dana yang dikumpulkan dari para korban Tsunami dan Likufaksi Kota Palu, akan segera disalurkan untuk korban yang ada di Mamuju dan Majene Provinsi Sulbar. Dengan jumlah keseluruhan yang terkumpul ada sekitar 500 paket Sembako.

“Jadi yang akan disalurkan, ada berupa beras, gula, mie instan, air mineral dan alat kesehatan, selimut dan keperluan untuk bayi, dan akan segera disalurkan ke Sulbar,” katanya.

Penyaluran sendiri, rencananya bakal dilakukan pada 19 Januari mendatang, berdasarkan koordinasi dengan relawan yang sudah lebih dahulu berada di lokasi kejadian. Sehingga bantuan tersebut nantinya, akan jelas sasaran kepada yang benar-benar membutuhkan.

“Sebelumnya, kami terlebih dahulu melakukan pertemuan antar forum, dan diputuskan melakukan penggalangan dana ke masyarakat Balaroa, karena mengingat bahwa kepedulian ini bentuk dari balas budi, kapada warga Sulbar yang sebelumnya sudah membantu kami korban Likufaksi Balaroa,” ujar Agus.

Sehingga kata dia, sangatlah tidak manusiawi, jika para korban likuifaksi di Kota Palu 28 September 2018 silam yang pernah dibantu, tidak membalas kebaikan warga Sulbar tersebut. Meski, menurut Agus, masih banyak warga Balaroa yang belum mendapatkan haknya seperti Huntap, dan diketahui bahwa dari data yang baru masuk ke Huntap Tondo baru 800 KK, dari 1.500 unit Huntap yang dibangun. “Yang lain sebenarnya belum mendapatkan Huntap, tetapi masih menunggu proses, untuk mendapatkan kunci Huntap,” tambahnya. (who)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.