Balas Budi, Inggris Buka Pintu untuk Warga Afghanistan

  • Whatsapp
Ben Wallace, Menteri Pertahanan Inggris. (PinkNews)

LONDON-KEMPALAN: Pemerintah Inggris akan mempermudah orang Afghanistan yang bekerja sama dengan pasukan Inggris agar dapat menetap di negaranya. Hal ini dikarenakan ketakutan atas keamanan mereka ketika pasukan asing meninggalkan Afghanistan.

Ben Wallace, Menteri Pertahanan Inggris mengatakan ialah hal yang benar untuk mempercepat rencana dengan staf Afghanistan yang beresiko menghadapi serangan dari Taliban.

BACA JUGA

“Dengan pasukan Barat pergi, ancamannya semakin meningkat,” ujarnya kepada Sky News seperti yang dikutip Kempalan dari Aljazeera pada Senin (31/5).

Ia menambahkan, staf lokal Afghanistan yang bekerja sama dengan pasukan Inggris telah mengorbankan banyak hal dan kini waktunya untuk berbuat yang sama untuk mereka.

“Adalah kewajiban saya sebagai Menteri Pertahanan, menurut saya, untuk melakukan hal yang benar kepada orang-orang ini, dan ketika mereka sampai kesini mereka akan didukung dan saya sangat berharap penduduk Inggris juga akan mendukung mereka karena orang-orang ini telah mengambil resiko besar yang seringkali untuk melindungi lelaki dan perempuan dari pasukan kami,” ujarnya seperti yang dikutip dari Sky News.

Para pendatang akan mendapatkan bantuan dengan tempat tinggal dan kebutuhan lainnya yang juga didapatkan oleh pengungsi lainnya.

Lebih dari 1.400 penerjemah Afghanistan telah pindah ke Inggris sebagai bagian dari program pemindahan. Pemerintah Inggris mengatakan kisaran 3.000 lagi akan bergabung lagi dengan aturan baru yang mempermudah mereka bersama keluarganya untuk masuk dan menetap di Inggris.

Priti Patel, Menteri Dalam Negeri juga menekankan pentingnya “kewajiban moral” bahwa sekarang adalah waktunya untuk “mengetahui resiko yang mereka hadapi dalam peperangan melawan terorisme dan membalas upaya mereka.”

“Saya senang kami (Inggris) akan memenuhi hal ini, dengan menyediakan bagi mereka dan keluarganya kesempatan untuk membangun kehidupan yang baru di negara ini,” ujarnya.

Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Boris Johnson juga sepakat dengan Menteri Pertahanan Inggris untuk mempercepat pendaftaran melalui kebijakan yang akan dicanangkan. (Aljazeera/Sky News, reza hikam)

Berita Terkait