OPINI

Nyalakan Pancasila

  • Whatsapp

Catatan: Prof Dr Sam Abede Pareno, MM,MH.

KEMPALAN: Tanggal 1 Juni ditetapkan oleh pemerintah kita sebagai Hari Lahir Pancasila. Pada 1 Juni 1945 Bung Karno di depan sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) mengajukan lima dasar negara bagi Indonesia merdeka. Lima dasar negara itu disebut Pancasila, sehingga kelak pidato beliau tersebut dinamai “Hari Lahirnya Pancasila”. Sekarang setiap 1 Juni rakyat Indonesia memperingati hari lahir Pancasila, yang pada hari ini menginjak usia ke-76 tahun.

Pancasila pun menjadi sangat terkenal karena selain sebagai dasar negara, juga sebagai falsafah negara, pandangan hidup bangsa, dan sumber dari segala sumber hukum. Tak heran jika muncul pula nama gedung Pancasila, Universitas Pancasila, sampai organisasi massa Pemuda Pancasila (PP).

Dari nama-nama tersebut, yang paling populer ialah PP. Adalah Jenderal Abdul Haris Nasution yang pada 28 Oktober 1959 mendirikan Pemuda Pancasila.

Situasi pada waktu itu, memerlukan satu kekuatan yang menggalang para pemuda untuk membela, memertahankan, dan melestarikan Pancasila. Pada 1981 PP dipimpin oleh Japto Soerjosoemarno sampai sekarang, dan di Jawa Timur diketuai oleh La Nyalla Mahmud Mattalitti. PP selalu berada di barisan terdepan dalam mengamalkan Pancasila, bahkan menggunakan slogan “Pancasila Abadi”. Tentu karena keyakinan yang kuat bahwa Pancasila akan hidup selamanya.

Hidup itu dalam bahasa Jawa disebut “urip”. Dalam “urip” harus “murup” (menyala). Entah secara kebetulan entah pula sudah takdirnya, akhir-akhir ini ramai disebut-sebut tentang “Nyalakan Indonesia” yang diambil dari nama La Nyalla untuk menyalakan Indonesia, menghidupkan negara kita. Nyalakan Indonesia adalah slogan yang digunakan oleh kader-kader PP yang menghendaki La Nyalla maju sebagai bakal capres di 2024. Nyalakan Indonesia tentunya pula Nyalakan Pancasila. Artinya, jika La Nyalla presiden, maka Pancasila tetap “urip” dan terus “murup”. Pancasila abadi dan akan selamanya menjadi dasar negara, falsafah hidup bangsa, dan sumber dari segala sumber hukum. Semoga.

Surabaya, 1 Juni 2021.

Berita Terkait