La Liga

Zidane Tak Lagi Dipercaya Madrid, kok Bisa?

  • Whatsapp
Mantan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane

MADRID-KEMPALAN: Zinedine Zidane mengundurkan diri sebagai pelatih Real Madrid karena klub sudah ‘tidak percaya’ padanya.

Zidane kembali ke Real untuk periode kedua pada Maret 2019 setelah memenangkan dua gelar La Liga dan tiga gelar Liga Champions berturut-turut dalam periode pertamanya pada 2016 hingga 2018.

Namun, ia mengundurkan diri pekan lalu setelah Real mengalami puasa gelar pertama mereka dalam 11 tahun, di mana Los Blancos finis kedua di La Liga, tersingkir dari semifinal Liga Champions, dan dikalahkan divisi tiga Alcoyano di babak 16 besar Copa del Rey.

Dalam surat terbuka yang dimuat di harian olahraga AS pada Senin (31/5), Zidane mengatakan bahwa alasannya saat memundurkan diri dari Real pada 2018 karena dia merasa Los Blancos membutuhkan pendekatan baru untuk bertahan di level tertinggi setelah menikmati begitu banyak kesuksesan.

“Saat ini, segalanya berbeda … Saya pergi karena saya merasa klub tidak lagi memiliki kepercayaan yang saya butuhkan, atau dukungan untuk membangun sesuatu dalam jangka menengah atau panjang,” tulis Zidane, yang juga menambahkan dia pantas mendapatkan pengakuan lebih dari klub untuk pekerjaannya.

“Apa yang kita capai bersama harus dihormati. Saya tahu sepak bola dan saya tahu tuntutan klub seperti Madrid. Saya tahu bahwa ketika Anda tidak menang, Anda harus pergi.” tambahnya.

“Tapi kali ini, sesuatu yang sangat penting telah dilupakan, semua yang telah saya bangun setiap hari telah dilupakan, apa yang telah saya sumbangkan dalam hubungan dengan para pemain dan dengan 150 orang yang bekerja di klub sudah dilupakan.” tambah pelatih asal Perancis itu.

Zidane mengatakan ‘dia merasa dicela’ oleh klub yang tak menghargai hubungan tersebut.

“Saya terlahir sebagai pemenang dan saya di sini untuk memenangkan piala, tetapi di luar ini ada manusia, emosi, kehidupan … dan saya merasa bahwa hal-hal ini tidak dihargai, bahwa tidak dipahami bahwa hal-hal itu juga penting bagi klub yang hebat.” kata pria berusia 48 tahun itu.

“Saya tidak meminta hak istimewa, tentu saja tidak, tetapi untuk beberapa kenangan, Hari-hari ini pelatih tidak sering tinggal lebih dari dua musim dengan klub top. Agar itu berubah, hubungan antar manusia sangat penting, mereka lebih penting daripada uang, lebih penting daripada ketenaran, lebih penting dari segalanya.” ucap mantan pemain Juventus itu.

Dia mengatakan ‘sangat menyakitkan’ untuk terus membaca di media bahwa dirinya dalam bahaya akan dipecat.

“Itu menyakiti saya dan melukai skuad karena pesan-pesan yang sengaja bocor ke media ini menciptakan gangguan negatif di dalam tim.” ucap mantan pemain Real itu.

Setelah kepergian Zidane pada hari Kamis, Real Madrid mengatakan bahwa mereka menghormati keputusannya.

Pernyataan resmi klub berbunyi “terima kasih atas profesionalisme, dedikasi, dan semangatnya selama bertahun-tahun dan apa artinya bagi Real Madrid, Zidane mendapat tempat di hati para pendukung Real Madrid dan ia akan selalu memiliki rumah di Real Madrid.”

Madrid belum mengumumkan pengganti Zidane, dengan Antonio Conte, Mauricio Pochettino, dan mantan pemain Xabi Alonso dan Raul Gonzalez juga menjadi kandidat yang memungkinan. (Aljazeera, Edwin Fatahuddin)

Berita Terkait