Dua kakak beradik, Ayu Sartika (22) dan Ririn (20) warga Dusun Wangsang, Desa Bonda, Kecamatan Tapalang terus menatap ke sebelah kanal. Di sana ada satu exkavator berukuran jumbo sedang memindahkan tumpukan demi tumpukan puing. Di dalamnya ada si bungsu, Rita Amelia (15) sedang tertimpa reruntuhan bangunan RM Sukohardjo, Jl Mangunsidi, Mamuju.
SAHRUL ALIM
Mamuju

Sehari sebelumnya, mereka datang bersama kedua orangtuanya di lokasi ini. Berharap sibungsu masih bisa diselamatkan. Namun pencarian dihentikan dan hasilnya masih nihil. Namun kemarin, Sabtu, 16 Januari, mereka hanya datang berdua.
“Mama kemarin ada di sini juga, tapi dikasi pulang dulu karena loyo sekali,” kata Ayu dengan berurai air mata dia berharap sibungsu segera ditemukan.
Ayu Sartika mengatakan adiknya itu selama ini bekerja di RM Sukohardjo sejak empat bulan yang lalu. “Dia memang tinggal di warung, nanti kadang pulang kalau libur,” katanya.
Rita merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Di keluarga, kata Ayu, Rita dikenal anak yang mandiri. Meski dilarang bekerja, tetapi tetap ngotot. “Katanya mengisi waktu karena tidak sekolah selama pandemi jadi dia memilih kerja padahal sudah dilarang,” cerita Ayu.
Selain itu, siswa yang baru kelas tiga di SMPN Papalang ini dikenal periang. Suka bercanda di kalangan keluarga. Bahkan gajinya yang hanya Rp1,2 juta perbulan ini selalu dikasi ke orang tuanya.
“Selalu dikasi ke mama biasa satu juta, biasa tujuh ratus ribu , sebagian dipakai sehari-hari,” kata Ayu.
Selain Rita, rekan kerjanya Nurbaida (17) juga diketahui turut tertimbun. Bahkan menurut Basarnas ada dua orang teman Rita dan Nurbaidah datang saat malam sebelum gempa dan menginap. Sehingga diduga masih ada empat orang yang tertimbun di dalam runtuhan itu.
Kakak Nurbaidah, Udin juga sudah gelisah menunggu proses evakuasi. Sudah dua hari adiknya yang tertimbun bersama Rita belum juga ditemukan. “Sebenarnya sudah delapan bulan dia kerja begini. Cum di sini (RM Sukohardjo) baru lima hari dia kerja di sini, sebelumnya di warung bakso di ujung lorong sana,” kata Udin menununjuk tempat kerja adiknya sebelumnya.
Kata Udin, keluarga tidak pernah berharap dia bekerja mencari uang. Tetapi karena kemauan sendiri. “Sudah dilarang sama keluarga. Tapi katanya mau mengisi libur selama pandemi. Dia anaknya tidak manja dan memang mandiri. Jujur, kita di keluarga tidak pernah minta dia bekerja,” katanya.
“Harapan kami agar adik saya segera ditemukan. Apapun hasilnya kita terima dengan lapang dada.” harapnya.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Kaltim, Oktavianto, yang memimpin evakuasi di daerah ini mengatakan sekitar lima bangunan yang roboh di lokasi ini. Diduga masih ada lima orang yang tertimbun berdasarkan laporan dari pihak keluarga dan masyarakat setempat.
“Dari informasi yang kami himpun sekitar lima orang berjenis kelamin perempuan. Masih terjebak di dalam, berdasarkan laporan keluarga dan warga. Cuma masih kita cek. Ada beberapa keluarga korban mereka katanya berada di dalam karena belum balik ke rumah sampai sekarang,” katanya. (rul)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi