Bayi yang Lahir di Balik Tenda Pengungsian
Di tengah bencana, banyak yang mengungsi. Termasuk ibu hamil yang menunggu detik-detik melahirkan.
ILHAM WASI
Ulumanda
Dini hari di halaman SD Negeri No 13 Inpres Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Raputi harap-harap cemas. Malam itu di tengah kewaspadaan pascagempa, sebagai seorang orang tua dari Geri, Raputi menanti cucu pertama.
Menantunya, Dewi akan melahirkan. Bukan di Rumah Sakit atau Puskesmas, tetapi tempat pengungsian. Mereka mengungsi menghindari reruntuhan bangunan. Tempat terbuka menjadi pilihan aman saat ini.
Halaman sekolah dasar itu menjadi pilihan bagi mereka. Di bantu, seorang bidan desa, cucu Raputi lahir. Bayi laki-laki yang lahir dini hari jelang pukul 03.00 Wita, Sabtu, 16 Januari. Begitu Raputi mencatatnya. Kecemasan dari gempa berganti senyum kebahagian.
“Iya, di sini lahir. Mau jam tiga. Di sini.” Pria berusia 43 tahun ini menunjuk alas tempat berbaring menantunya saat ditemui FAJAR di lokasi pengungsian.
Dia bersyukur, cucunya selamat dan sehat. Namun, di tengah keterbatasannya bergerak, suami dari Syahwiani ini berharap bantuan untuk bayi tersebut, seperti selimut, popok, susu, pakaian bayi, minyak telon, dan perlengkapan lainnya. Baginya cukup mendesak.
Apalagi di tempat pengungsian itu tak hanya satu bayi, tetapi masih ada empat bayi lainnya yang harus dijaga. Usianya bervariasi dan masih balita. “Ada yang masih satu bulan, ada juga masih 28 hari, ada juga satu bulan lebih, satunya juga masih 17 bulan. Tambah yang baru lahir itu. Totalnya tiga perempuan dan dua laki-laki,” ujar Raputi.
Cucu Raputi merupakan satu dari balita di tempat pengungsian akibat gempa. Di daerah lain terdampak juga terdapat balita. Seperti Kecamatan Malunda, Ulumanda, dan tempat-tempat pengungsian lainnya membutuhkan perhatian. Warga Kelurahan Malunda, Kecamatan Malunda, Tasmin juga memiliki balita. “Saya juga punya bayi masih kecil. Kita harap ada bantuan utamanya untuk bayi dan anak-anak,” ujar bapak tiga anak ini.
Di lokasi bencana, Tim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan FTI-UMI, Zakir Sabara turut serta membagikan perlengkapan bayi di SD Negeri No 13 Inpres Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene. Dia membagi kelambu untuk bayi, minyak telon, dan selimut untuk bayi, serta perlengkapan bayi lainnya. “Kita membawa bantuan dari donator. Focus kita juga tenda, tikar, dan selimut. Termasuk perlengkapan bayi seperti susuk, pokok, minyak telon, obat-obatan untuk bayi. Dan juga bantuan perlengkapan dalam khusus perempuan,” ungkap Dekan FT UMI ini.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Ilhamsyah DJ berjanji memberikan perhatian terhadap penanganan bayi dan anak-anak, selain bantuan sembako, popok dan susu, khusus anak-anak. “Itu juga menjadi perhatian kita,” ungkapnya. (*)









