Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 21:38 WIB
Surabaya
--°C

Pasar Tembok Dukuh Surabaya Direvitalisasi, 189 Stan Disiapkan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau langsung proses revitalisasi Pasar Tembok Dukuh Surabaya, Selasa (28/4).

SURABAYA-KEMPALAN: Pemerintah Kota Surabaya terus mempercepat revitalisasi pasar tradisional sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana perdagangan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen. 

Salah satu yang tengah direvitalisasi adalah Pasar Tembok Dukuh di Jalan Kranggan No 120, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun langsung meninjau proses revitalisasi untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Selasa (28/4).

Langkah ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan, yang mendorong pasar rakyat menjadi lebih bersih, tertata, dan berdaya saing.

Usai peninjauan, Eri menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari penataan pasar agar selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia menyebut, sebelumnya masih ditemukan aktivitas perdagangan yang tidak sesuai dengan regulasi pasar rakyat.

“Dalam ketentuan peraturan pemerintah dan peraturan menteri, telah diatur secara jelas jenis barang yang diperbolehkan untuk diperjualbelikan di pasar. Salah satunya, pasar tidak diperkenankan menjual barang hidup. Apabila ketentuan ini dilanggar, maka berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum,” tegasnya.

Oleh karena itu, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya sebagai pengelola memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh aktivitas perdagangan di pasar berjalan sesuai aturan. 

“Jika ditemukan pelanggaran, maka perlu dilakukan penertiban agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun persepsi negatif terhadap pengelolaan pasar,” jelasnya.

Melalui revitalisasi ini, Pemkot Surabaya juga menata ulang kapasitas dan penempatan pedagang. Dari sebelumnya sekitar 135 stan yang kurang tertata, kini ditingkatkan menjadi 189 stan setelah perbaikan.

“Dengan penataan ini, pedagang yang sebelumnya berjualan di luar pasar diharapkan dapat masuk ke dalam fasilitas yang telah disediakan,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga meningkatkan kenyamanan pasar melalui perbaikan infrastruktur, seperti penggantian atap agar pencahayaan alami dapat masuk serta peningkatan sirkulasi udara. Dengan demikian, suasana pasar menjadi lebih terang, sejuk, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Ditarget Selesai Akhir Mei 2026

“Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh ditargetkan selesai pada pertengahan Mei 2026. Setelah itu, pengelolaan kebersihan akan diperkuat melalui penugasan khusus petugas kebersihan yang dibiayai oleh PD Pasar,” terangnya.

Pada periode yang sama, Pemkot Surabaya juga menargetkan penyelesaian revitalisasi sejumlah pasar lainnya, yakni Pasar Kembang, Pasar Babakan, Pasar Wonokromo, dan Pasar Simo Gunung. Penataan ini dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari percepatan peningkatan kualitas pasar rakyat di berbagai wilayah kota.

Ke depan, setiap pasar akan menerapkan standar operasional prosedur (SOP), di antaranya kewajiban pembersihan area setelah aktivitas perdagangan selesai, termasuk penyemprotan serta pengelolaan limbah ke saluran yang telah disediakan.

“Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Eri menambahkan bahwa penataan ini juga bertujuan menghilangkan praktik pasar tumpah di tepi jalan yang dapat mengganggu fungsi jalan dan menyebabkan kemacetan. Seluruh pedagang diharapkan dapat menempati lokasi yang telah disediakan di dalam pasar.

“Secara bertahap, Pemkot Surabaya menargetkan perubahan wajah pasar tradisional menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman. Pada tahun 2026 ditargetkan sekitar 15 pasar akan direvitalisasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo mengungkapkan, sebelumnya terdapat aktivitas yang melanggar aturan, seperti pemotongan unggas di dalam pasar. Kini, pedagang telah memahami dan beralih ke penjualan daging yang sudah dipotong.

“Jumlah pedagang unggas sebelumnya sekitar 12 orang. Adapun kapasitas pasar meningkat dari sekitar 135 stan menjadi 189 stan setelah revitalisasi,” ungkap Agus.

Agus menambahkan, pada awalnya para pedagang sempat mengkhawatirkan keberlanjutan stan mereka. Namun, hal itu telah dipastikan langsung oleh Wali Kota Eri bahwa tidak ada stan yang dihapus.

“Seluruh pedagang tetap mendapatkan haknya secara utuh, hanya saja terjadi penyesuaian jenis dagangan,” imbuhnya.

Terkait pedagang pasar tumpah, sebagian telah disosialisasikan untuk masuk ke dalam area pasar melalui koordinasi dengan camat dan pihak terkait. Dari total yang ada, sekitar 54 pedagang berpotensi untuk diakomodasi masuk ke dalam pasar.

“Proses sosialisasi berjalan cukup baik. Para pedagang dapat menerima kebijakan ini setelah mendapatkan kepastian bahwa hak atas stan mereka tidak dihilangkan. Dengan demikian, mereka bersedia mengikuti penataan yang dilakukan,” ungkapnya.

Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh ditargetkan rampung pada pertengahan Mei. Di sisi lain, pembangunan fasilitas pendukung, seperti Rumah Potong Unggas (RPU), juga tengah disiapkan di beberapa titik.

Sejumlah pasar lain di Surabaya juga telah menunjukkan hasil penataan yang lebih baik, seperti Pasar Kapasan dan Pasar Kendangsari yang kini lebih bersih dan tertata. Secara keseluruhan, Pemkot Surabaya menargetkan perbaikan pada sekitar 15 pasar pada tahun 2026, dan akan dilanjutkan secara bertahap.

“Fokus perbaikan meliputi infrastruktur dasar seperti lantai dan atap, yang selama ini menjadi keluhan utama. Penataan juga dilakukan pada area stan, baik melalui penyesuaian maupun optimalisasi ruang,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Khofifah Resmikan Line 4 Satoria, Pasokan Infus Jatim Terjamin

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan pabrik Line 4 milik PT Satoria Aneka Industri di Pasuruan, Selasa (28/4).

PASURUAN-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan pabrik line 4 milik PT Satoria Aneka Industri di Jalan Raya Kejayan–Purwosari KM 16, Sambisirah Selatan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/4).

Khofifah menyambut positif ekspansi industri farmasi yang memproduksi cairan infus tersebut. Ia menilai kehadiran fasilitas baru ini berpotensi memperkuat pemenuhan kebutuhan infus, khususnya bagi rumah sakit di Jawa Timur.

“Kita sangat menyambut baik, terutama karena dari pabrik ini ada potensi kerja sama dengan 14 rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur untuk mendapatkan suplai infus,” ujar Khofifah.

Menurutnya, keberadaan pabrik ini tidak hanya menjamin ketersediaan cairan infus bagi rumah sakit milik pemerintah provinsi, tetapi juga memperkuat sistem layanan kesehatan secara keseluruhan. Ia berharap RSUD di lingkungan Pemprov Jatim dapat menjadi pionir dalam pemanfaatan produk dalam negeri.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa Satoria Farma memiliki peran strategis dalam penguatan industri farmasi nasional, khususnya dalam mendorong substitusi impor dan hilirisasi industri.
“Inisiatif ini sudah dimulai sejak lama dan kini terus berkembang melalui peran Pak  yang merintis dan membesarkan industri ini dari Pasuruan,” katanya.

Ke depan, ia berharap operasional line 4 ini dapat meningkatkan kontribusi dalam menjamin ketersediaan infus nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia, terutama bagi masyarakat pengguna layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


“Seluruh energi anak bangsa memungkinkan untuk meningkatkan produksi farmasi dan bahan baku obat di dalam negeri, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tambahnya.


Sementara itu, CEO dan Founder PT Satoria Aneka Industri, , menyampaikan bahwa sejak berdiri pada 2014, perusahaan telah berkembang pesat hingga memiliki empat unit produksi dengan kapasitas mencapai 230 juta botol per tahun.


“Sebagai salah satu pabrik infus terbesar di Indonesia, pertumbuhan pasar infus nasional serta kinerja perusahaan yang konsisten di kisaran 35 persen per tahun mendorong kami untuk terus melakukan ekspansi,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawas Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan zat adiktif BPOM RI, William Adi Teja menyambut baik perluasan line di Satoria Pharma karena kebutuhan cairan infus di Indonesia semakin terpenuhi. Setidaknya bisa melakukan ketahanan farmasi yang dimulai dari cairan infus.


“Kami berharap perluasan ini mampu mendukung pemerintah dalam memastikan ketersediaan infus, sehingga ketahanan farmasi Indonesia semakin kuat,” pungkasnya.(dwi arifin)

Pimpin PAN Surabaya, Ghofar Ismail Fokus Perkuat Dapil Belum Terisi Kursi

Ketua DPD PAN Surabaya Ghofar Ismail. (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN: Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya Ghofar Ismail menyampaikan komitmennya usai terpilih sebagai ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Surabaya periode 2025–2030.

Dalam keterangannya kepada wartawan.di salah satu ruang DPRD Kota Surabaya, Selasa (28/4), Ghofar menegaskan fokus awal kepemimpinannya adalah memperkuat basis politik di daerah pemilihan (dapil) yang belum terisi kursi.

Saat ini, PAN Surabaya baru mengamankan tiga kursi legislatif. Ghofar menyebut masih ada dapil yang belum terwakili dan menjadi perhatian utama ke depan.

“Insya Allah saya akan sering berkoordinasi dan berkonsolidasi dengan dapil yang belum mendapatkan kursi. Nantinya akan diisi oleh orang-orang yang berbobot dan mumpuni, terutama di dapil 3 dan dapil 5,” ujarnya.

Ia menambahkan, strategi partai akan difokuskan pada lima dapil yang ada saat ini. Namun, jika terjadi penambahan kursi, PAN mempertimbangkan ekspansi hingga enam dapil dengan perhitungan yang proporsional.

“Kita tidak ingin terlalu banyak dapil. Cukup enam saja agar kekuatan bisa lebih merata dan mampu bersaing dengan partai menengah ke atas,” tegasnya.

Dalam hal keterwakilan perempuan, Ghofar memastikan PAN tetap berkomitmen memenuhi kuota 30 persen bakal calon legislatif (caleg) perempuan di setiap dapil. “Kuota perempuan tetap kita isi 30 persen di tiap dapil,” katanya.

Selain itu, Ghofar juga menyoroti pentingnya penguatan struktur internal partai hingga tingkat bawah. Ia menjelaskan, pengurus dari dapil yang telah memiliki wakil di legislatif akan bertanggung jawab terhadap pembinaan cabang dan ranting.

“Untuk dapil yang belum ada kursinya, khususnya dapil 5, nanti saya bersama pengurus harian akan turun langsung menyelesaikan kepengurusan cabang dan ranting,” jelasnya.

Dari sisi dukungan pusat, Ghofar mengungkapkan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN telah menginstruksikan pembentukan relawan di masing-masing dapil. Bahkan, bantuan logistik juga akan disalurkan untuk menunjang aktivitas relawan.

“DPP sudah menginstruksikan untuk menyiapkan relawan. Nantinya juga akan ada bantuan berupa bingkisan untuk mendukung kegiatan mereka di lapangan,” ujarnya.

Terkait komposisi kepengurusan, Ghofar memastikan sejumlah nama dari tim formatur akan masuk dalam struktur harian, termasuk Tom Liwafa

“Alhamdulillah ada lima formatur, termasuk Pak Tom Liwafa yang merupakan anggota DPR RI, serta perwakilan dari DPW dan anggota dewan Surabaya. InsyaAllah semuanya masuk dalam kepengurusan harian DPD PAN Surabaya,” pungkasnya. (Andra Jatmiko)

Ghofar Ismail Resmi Pimpin PAN Surabaya 2025–2030, Targetkan 5 Kursi di Pemilu 2029

Ghofar Ismail. (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN: Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Ghofar Ismail S.T terpilih sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Surabaya periode 2025–2030. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers di salah satu ruang Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (28/4/2026).

Dalam  konferensi pers di salah satu ruang Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (28/4), Ghofar menyebut bahwa penetapan dirinya sebagai ketua telah melalui mekanisme rapat pleno di tingkat DPW PAN Jawa Timur.

Ia mengaku bersyukur karena seluruh struktur DPD di Jawa Timur telah mendapatkan penetapan kepengurusan. “Alhamdulillah saya didaulat menjadi ketua DPD PAN Kota Surabaya, didampingi dokter Zuhro sebagai sekretaris, dan Yuliana Eka Wati sebagai bendahara. InsyaAllah saya akan memimpin secara amanah dan bekerja sebaik mungkin,” ujarnya.

Ghofar menegaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah mempercepat konsolidasi internal partai. Ia menargetkan penyusunan struktur kepengurusan mulai dari tingkat DPD, cabang hingga ranting dapat rampung dalam waktu tiga bulan.

“Mulai dari pengurus harian, pengurus cabang sampai ranting akan kami selesaikan dalam tiga bulan. Ini penting agar roda organisasi berjalan optimal,” tegasnya.

Selain itu, PAN Surabaya juga mulai mempersiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029. Ghofar menargetkan setiap daerah pemilihan (dapil) mampu menyumbangkan minimal satu kursi legislatif.

“Kalau ada lima dapil, harapannya bisa mendapatkan lima kursi. Syukur-syukur kita bisa membentuk satu fraksi di DPRD, yang sebelumnya belum tercapai,” harapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan fokus pada kesiapan verifikasi partai politik menjelang Pemilu 2029 sesuai dengan regulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya.

“Kami akan maksimalkan dan efektifkan seluruh persiapan agar proses verifikasi berjalan sesuai aturan,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Ghofar meminta dukungan masyarakat serta insan media agar PAN dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan Kota Surabaya ke depan.

“Kami mohon doa restu dan dukungan masyarakat serta jurnalis agar PAN bisa berkiprah dan membawa kemajuan bagi Surabaya,” pungkasnya. (Andra Jatmiko)

Khofifah Perkuat Kerja Sama Jatim-Saudi, Fokus Investasi dan Pariwisata

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah H. Amodi di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta Selatan, Senin (27/4).

JAKARTA-KEMPALAN:  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membahas peluang kerja sama strategis antara Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi di berbagai sektor.

Pembahasan tersebut disampaikan usai audiensi dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah H. Amodi di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta Selatan, Senin (27/4).

Khofifah menegaskan, kerja sama antara Indonesia, khususnya Jawa Timur, dengan Arab Saudi diharapkan berkembang menjadi kolaborasi yang saling menguntungkan dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kedua pihak.

“Alhamdulillah kami diterima oleh Yang Mulia Duta Besar Arab Saudi. Ini kesempatan strategis untuk membangun kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata, serta membuka peluang investasi dari pelaku usaha Saudi ke Indonesia, khususnya Jawa Timur,” ujarnya.

Selain sektor ekonomi, kedua pihak juga menjajaki kerja sama di bidang investasi, pariwisata, budaya, dan pendidikan. Dalam pertemuan tersebut turut dibahas kemudahan akses mobilitas, termasuk opsi fasilitasi bebas visa bagi pelaku usaha dan pemangku kepentingan guna mendukung kerja sama bilateral.

Menurut Khofifah, upaya menarik investasi menjadi langkah strategis dalam memperluas pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di tengah dinamika ekonomi global.

“Dalam situasi saat ini, menghadirkan investor menjadi bagian penting untuk membuka ruang pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi Jawa Timur dan Indonesia,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Mohammed bin Salman atas dukungan terhadap Indonesia, khususnya dalam pelayanan bagi jemaah haji asal Indonesia.

Ia menambahkan, terdapat peluang bagi pelaku usaha Jawa Timur untuk berpartisipasi dalam penyediaan logistik, terutama konsumsi bagi jemaah haji dan umrah.

“Ada ruang bagi kami untuk menyiapkan konsumsi logistik bagi jemaah haji asal Jawa Timur. Mudah-mudahan ke depan, baik musim haji maupun umrah, Indonesia mendapat kesempatan untuk suplai logistik,” jelasnya.

Khofifah juga mengingatkan pelaku usaha agar mematuhi standar dan regulasi yang ketat, khususnya dalam penyediaan makanan bagi jemaah haji dan umrah.

Di akhir pertemuan, ia berharap kerja sama yang dijajaki dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Semoga kerja sama ini membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak,” harapnya. (Dwi Arifin)

Syaifuddin Zuhri Siap Pimpin DPRD, Janji Fokus Kerja untuk Rakyat

Syaifuddin Zuhri memberi keterangan pada wartawan, Senin (27/4). (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Syaifuddin Zuhri menegaskan komitmennya untuk mengutamakan kepentingan rakyat menjelang pelantikannya sebagai Ketua DPRD Surabaya periode 2024–2029. Hal tersebut disampaikan usai rapat paripurna DPRD Surabaya, Senin (27/4).

“Mencintai rakyat itu melebihi mencintai diri sendiri. Apa pun yang kita rancang untuk kepentingan rakyat harus menjadi yang utama,” ujar Syaifuddin.

Ia menjelaskan bahwa secara administratif proses pengangkatannya kini tinggal menunggu tahapan akhir. Surat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai telah diterima DPRD melalui struktur partai di tingkat daerah.

“Surat resmi dari partai sudah ada di DPRD. Selanjutnya tinggal menunggu rekomendasi gubernur sebagai dasar untuk diparipurnakan secara de facto,” katanya.

Sambil menunggu pelantikan, Syaifuddin menegaskan fokus utama DPRD tetap pada pelaksanaan tiga fungsi utama, yakni pembentukan peraturan daerah, pembahasan anggaran, dan fungsi pengawasan terhadap APBD.

Menurutnya, pada tahun 2026 ini DPRD lebih menitikberatkan pada fungsi pengawasan, mengingat APBD telah disahkan pada Desember 2025.

“Karena APBD 2026 sudah ditetapkan, maka saat ini fokus kita adalah fungsi kontrol terhadap pelaksanaannya,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kemungkinan adanya perubahan anggaran di pertengahan tahun, terutama dengan mempertimbangkan dinamika kondisi global yang dapat berdampak pada keuangan daerah.

“Perubahan anggaran biasanya dilakukan sekitar Agustus. Jika ada kondisi yang dianggap penting oleh eksekutif, tentu akan kita bahas bersama, dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Terkait program prioritas, Syaifuddin menegaskan bahwa sektor pelayanan publik seperti pendidikan dan stabilitas fiskal daerah akan menjadi perhatian, termasuk dalam hal kebijakan pembiayaan seperti utang daerah.

“Sepanjang utang tersebut masih dalam kemampuan keuangan daerah dan tidak merugikan kepentingan masyarakat, itu sah-sah saja,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan rencana pengisian posisi strategis di internal partai dan DPRD, termasuk penunjukan kader untuk posisi sekretaris dan pimpinan komisi.
Syaifuddin berharap seluruh anggota DPRD dapat bersinergi lintas fraksi demi menjalankan amanah rakyat secara optimal.

“Yang paling penting adalah sinergi atas nama rakyat. Itu yang harus menjadi prioritas kita bersama,” tandasnya. (Andra Jatmiko)

Anas Karno Dilantik Jadi Anggota DPRD Surabaya Lewat PAW, Ini Komitmennya!

Anas Karno usai dilantik jadi anggota DPRD Surabaya lewat mekanisme PAW dalam rapat paripurna, Senin (27/4). (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Anas Karno resmi dilantik sebagai anggota DPRD Kota Surabaya periode 2024–2029 melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) dalam rapat paripurna, Senin (27/4). Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kinerja dan pengabdian kepada masyarakat.

Usai mengucapkan sumpah dan janji jabatan, Anas Karno menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyebut pelantikannya sebagai amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Yang pertama tentu saya mengucapkan terima kasih. Ini adalah amanah. Pergantian antar waktu ini juga tidak lepas dari sosok Pak Adi Sutarwijono yang merupakan ketua, sahabat, sekaligus guru bagi saya. InsyaAllah saya akan melanjutkan kebaikan-kebaikan yang sudah beliau lakukan,” ujarnya.

Anas menegaskan akan aktif turun langsung ke masyarakat untuk menyerap aspirasi dan memastikan program-program berjalan lebih baik ke depan. Fokus utamanya adalah memperkuat pelayanan di Dapil 3, tanpa mengabaikan kepentingan warga Kota Surabaya secara keseluruhan.

Terkait penempatan di alat kelengkapan dewan, termasuk komisi, Anas menyatakan siap menjalankan tugas sesuai arahan partai. Sebagai kader PDI Perjuangan, ia menekankan pentingnya loyalitas dan kepatuhan terhadap keputusan partai.

“Sebagai kader partai, saya harus tunduk dan patuh. Ditugaskan di komisi mana saja, saya siap. Tidak ada penolakan, karena itu perintah partai yang harus dilaksanakan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, kader PDI Perjuangan memiliki kewajiban untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan wakil rakyat harus dapat dirasakan langsung oleh warga, terutama saat mereka membutuhkan bantuan.

Dalam masa jabatannya hingga 2029, Anas berkomitmen melanjutkan program-program yang telah dirintis sebelumnya. Ia juga berjanji akan melakukan pembenahan dan peningkatan di berbagai sektor yang masih perlu disempurnakan.

“Yang sudah baik akan kita lanjutkan, yang masih kurang akan kita lengkapi. Harapannya tentu bisa lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya. (Andra Jatmiko)

Pembongkaran Fasad Eks Toko Nam Dikritik, Dinilai Abaikan Nilai Sejarah

AH Thony, pegiat cagar budaya.

SURABAYA-KEMPALAN: Pembongkaran fasad eks Toko Nam di Jalan Embong Malang oleh Pemerintah Kota Surabaya menuai kritik dari pegiat cagar budaya, AH Thony. Ia menilai keputusan tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap nilai sejarah bangunan tersebut.

Thony menyebut, jika penghancuran (demolisi)  didasarkan pada kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang menyimpulkan fasad itu bukan cagar budaya, maka penilaian tersebut patut dipertanyakan.

“Kalau tidak mengerti sejarahnya ya wajar saja akan bilang ada bagian bangunan yg tidak asli. Tapi bagi yang memahami sejarah berdirinya fasad kala itu, tentu akan berbeda pendapatnya,” ujarnya.

Menurut Thony, sebelum dilakukan kajian dan  pembongkaran, seharusnya dilakukan pengecekan mendalam terhadap dokumen kajian dan  hasil-hasil rapat TACB  masa lalu.  Ia menegaskan bahwa fasad eks Toko Nam merupakan hasil preservasi yang menggabungkan struktur lama dan baru, sehingga tidak bisa dilihat secara parsial.

Ia mengaku mengetahui dasar pertimbangan, maksud, tujuan dan proses berdirinya fasad tersebut secara langsung. Saat itu, kata dia, pemerintah bersama tim cagar budaya dan DPRD sengaja mempertahankan  membangun bagian bangunan itu sebagai “Landmark” Kota Surabaya,  bahwa di lokasi tersebut pernah berdiri Toko Nam, salah satu toko modern legendaris di Surabaya.

“Sebagian memang bukan bangunan asli, tapi ada elemen yang merupakan cagar budaya asli. Itu dipertahankan dan diperkuat dengan struktur penyangga demi keamanan,” jelasnya.

Thony yang menjadi penggagas lahirnya Perda Cagar Budaya ini menambahkan, keberadaan fasad tersebut bahkan sempat mengorbankan ruang pedestrian karena digunakan sebagai penopang struktur. Hal itu, menurutnya, menunjukkan betapa tingginya nilai sejarah Toko Nam di mata pemerintah kota saat itu.

Ia menilai fasad tersebut telah berfungsi sebagai landmark kawasan. Pada masanya, sekitar sebelum 1980-an, Toko Nam bersama Siola menjadi tujuan utama masyarakat untuk berbelanja di Surabaya.

“Ini bukan sekadar bangunan, tapi simbol bahwa Surabaya sudah menjadi kota dagang modern sejak dulu,” kata Wakil Ketua DPRD Surabaya periode 2019-2024 itu.

Thony juga mengkritik pendekatan yang hanya menitikberatkan pada aspek estetika tanpa mempertimbangkan nilai historis. Ia menduga, kajian yang dilakukan tidak melihat secara utuh latar belakang penetapan fasad sebagai bagian dari cagar budaya kategori tertentu.

Pembongkaran fasad eks Toko Nam.

Lebih jauh, ia mengkhawatirkan adanya kepentingan lain di balik pembongkaran tersebut. Ia bahkan menduga lokasi itu berpotensi dialihfungsikan menjadi akses masuk menuju pusat perbelanjaan yang kini menempati lahan eks Toko Nam, yaitu Tunjungan Plaza (TP) 5.

“Kalau aturan cagar budaya disiasati, ini berbahaya dan bisa merusak citra pemerintah kota, yang seharusnya bertindak sebagai penjaga cagar budaya, justru menjadi jagal cagar budaya,” tegasnya.

Selain kasus Toko Nam, Thony juga menyoroti kondisi sejumlah bangunan cagar budaya lain di Surabaya yang dinilai kurang mendapat perhatian. Ia menyontohkan eks Penjara Kalisosok, eks Penjara Koblen, serta bangunan bersejarah lain yang terbengkalai.

Menurutnya, pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan bangunan cagar budaya tetap terawat, termasuk dengan menindak pemilik yang menelantarkan aset tersebut.

“Kalau dibiarkan rusak, itu bisa diproses hukum. Dengan dalih penelantaran bangunan budaya. Bahkan pemerintah bisa mengambil alih,” ujarnya.

Ia berharap ke depan, pengelolaan cagar budaya di Surabaya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan nilai sejarah sebagai potensi edukasi dan pariwisata.

“Banyak kota di luar negeri yang menjadikan bangunan lama, termasuk bekas penjara, sebagai objek wisata. Surabaya seharusnya bisa melakukan hal yang sama untuk meningkatkan pendapatan daerah,” ungkapnya.

Seperti eks Penjara Kalisosok. Penjara di Surabaya yang dibangun era Daendels (1808) ini merupakan tempat penahanan bagi banyak tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tokoh nasional yang pernah dipenjara di sana antara lain Ir. Soekarno, HOS Tjokroaminoto, WR Soepratman, dan KH Mas Mansur.

Menurut Thony, mestinya cerita-cerita ini bisa dikembangkan lagi sehingga bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung. Apalagi eks Penjara Kalisosok berada di kawasan Kota Lama, sehingga lebih mudah dikembangkan.

Demikian pula eks Penjara Koblen di Jalan Koblen, Kecamatan Bubutan. Di penjara yang dibangun tahun 1930-an  ini dulu pernah dipenjarakan
KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU), yang ditahan selama tiga bulan. Selain itu, tempat ini menjadi lokasi penahanan para pejuang yang menentang VOC dan tentara Jepang. 

Karena kepeduliannya terhadap bangunan cagar budaya, Thony mengaku pernah menemui pemiliknya di Tangerang.
Dia mendorong supaya penjara itu dimanfaatkan, agar terawat.

Pemiliknya bersedia memanfaatkan, dan disepakati untuk dibangun pasar buah dan pasar seni. Juga disepakti akan dibangun sebuah prasasti atau tetengger bahwa di tempat itu dulu pernah dipenjara tokoh-tokoh pejuang tanah air, termasuk KH Hasyim Asy’ari.

“Izinnya sudah diurus dan sudah keluar,  tapi kemudian dicabut oleh Pemkot Surabaya,” ungkap Thony dengan nada kecewa.

Demikian pula eks Rumah Sakit Mardi Santoso di Jalan Bubutan Surabaya. Bangunan ini berdiri pada tahun 1912 oleh perkumpulan gereja. Bangunan bernama Meesjesweeshuis ini awalnya diperuntukkan sebagai panti asuhan putri Protestan.

Sebelumnya, anak-anak panti asuhan ini tinggal di di jalan Boomstraat. Tetapi karena gedung lama dirasa sangat sempit, pengap dan tidak cocok untuk kebutuhan perkembangan anak-anak panti sehingga mereka memindahkannya ke Jalan Bubutan yang kemudian dikenal sebagai RS Mardi Santoso.

Seperti halnya, eks Penjara Kalisosok dan eks Penjara Koblen, kondisi eks RS Mardi Santoso ini mangkrak dan tidak terurus. “Ini mestinya menjadi perhatian pemkot dan TACB, bagaimana agar bangunan cagar budaya itu bisa terawat. Bukannya sibuk merobohkan bangunan cagar budaya,” tandas Thony.

Dia lantas menyebut beberapa bangunan cagar budaya di Surabaya yang dirobohkan oleh pemkot. Selain fasad eks Toko Nam, sebelumnya antara lain Rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar 10 Surabaya dan rumah ibadah Yahudi, yaitu Sinagoge di Jalan Kayoon 4-6 Surabaya. (Dwi Arifin)

Khofifah: Hewan Kurban Jatim Surplus dan Dijamin Aman

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan keserdiaan hewan kurban cukup,bahkan surplus.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan kesiapan penuh pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M di seluruh wilayah Jawa Timur.

Kesiapan tersebut meliputi ketersediaan ternak yang mencukupi, jaminan kesehatan hewan, serta dukungan sumber daya manusia dan infrastruktur pemotongan.

Berdasarkan data dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan kabupaten/kota se-Jawa Timur, ketersediaan hewan kurban tahun ini tercatat surplus dibandingkan proyeksi kebutuhan.

“Alhamdulillah, ketersediaan ternak kurban di Jawa Timur tahun ini sangat mencukupi bahkan surplus. Ini menjadi jaminan bahwa masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang,” ujar Khofifah, Senin (27/4).

Secara rinci, ketersediaan sapi mencapai 629.119 ekor dengan kebutuhan sekitar 70.550 ekor. Kambing tersedia 940.693 ekor dengan kebutuhan 297.900 ekor, domba 484.468 ekor dengan kebutuhan 58.600 ekor, serta kerbau 1.698 ekor dengan kebutuhan sekitar 10 ekor.
“Kondisi ini menunjukkan angka surplus yang cukup signifikan pada seluruh jenis ternak kurban di Jawa Timur,” katanya.

Selain ketersediaan ternak, Pemprov Jatim juga menyiapkan tenaga profesional untuk menjamin kesehatan hewan dan kualitas daging kurban. Sebanyak 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, dan 1.997 juru sembelih halal (JULEHA) bersertifikat telah disiagakan di 38 kabupaten/kota.

“Seluruh petugas akan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat serta daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal,” jelasnya.

Dari sisi infrastruktur, tersedia 208 pasar hewan, 2.318 lapak penjualan hewan kurban, 133 Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R), serta lebih dari 25 ribu lokasi pemotongan di luar RPH yang siap digunakan. Selain itu, terdapat 2.670 petugas pemeriksa kesehatan hewan yang turut mendukung pelaksanaan kurban di lapangan.

Terkait kesehatan hewan, Khofifah memastikan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) telah berhasil dikendalikan secara signifikan melalui vaksinasi dan pengawasan intensif.

“Kasus PMK dan LSD di Jatim menurun secara signifikan dan hingga April 2026 sudah dapat dikendalikan. Kami terus melakukan vaksinasi dan pengawasan ketat sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Untuk menjamin keamanan distribusi, Pemprov Jatim menerapkan prosedur ketat lalu lintas ternak antarwilayah. Setiap ternak wajib memenuhi persyaratan kesehatan, telah mendapatkan vaksinasi PMK minimal dosis pertama, serta dilengkapi sertifikat veteriner sebelum diperdagangkan maupun dipotong.

Khofifah juga mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan lingkungan, serta tata cara penyembelihan sesuai syariat.

“Kami menghimbau agar masyarakat tidak khawatir dan tidak perlu ragu melaksanakan ibadah kurban karena ternak tersedia cukup dan penyakit sudah terkendali,” tegasnya.

Dengan kesiapan tersebut, Pemprov Jatim optimistis pelaksanaan kurban tahun ini berjalan aman, lancar, dan membawa keberkahan bagi masyarakat.(Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.