Senin, 27 April 2026, pukul : 14:32 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah: Hewan Kurban Jatim Surplus dan Dijamin Aman

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan keserdiaan hewan kurban cukup,bahkan surplus.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan kesiapan penuh pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M di seluruh wilayah Jawa Timur.

Kesiapan tersebut meliputi ketersediaan ternak yang mencukupi, jaminan kesehatan hewan, serta dukungan sumber daya manusia dan infrastruktur pemotongan.

Berdasarkan data dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan kabupaten/kota se-Jawa Timur, ketersediaan hewan kurban tahun ini tercatat surplus dibandingkan proyeksi kebutuhan.

“Alhamdulillah, ketersediaan ternak kurban di Jawa Timur tahun ini sangat mencukupi bahkan surplus. Ini menjadi jaminan bahwa masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang,” ujar Khofifah, Senin (27/4).

Secara rinci, ketersediaan sapi mencapai 629.119 ekor dengan kebutuhan sekitar 70.550 ekor. Kambing tersedia 940.693 ekor dengan kebutuhan 297.900 ekor, domba 484.468 ekor dengan kebutuhan 58.600 ekor, serta kerbau 1.698 ekor dengan kebutuhan sekitar 10 ekor.
“Kondisi ini menunjukkan angka surplus yang cukup signifikan pada seluruh jenis ternak kurban di Jawa Timur,” katanya.

Selain ketersediaan ternak, Pemprov Jatim juga menyiapkan tenaga profesional untuk menjamin kesehatan hewan dan kualitas daging kurban. Sebanyak 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, dan 1.997 juru sembelih halal (JULEHA) bersertifikat telah disiagakan di 38 kabupaten/kota.

“Seluruh petugas akan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat serta daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal,” jelasnya.

Dari sisi infrastruktur, tersedia 208 pasar hewan, 2.318 lapak penjualan hewan kurban, 133 Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R), serta lebih dari 25 ribu lokasi pemotongan di luar RPH yang siap digunakan. Selain itu, terdapat 2.670 petugas pemeriksa kesehatan hewan yang turut mendukung pelaksanaan kurban di lapangan.

Terkait kesehatan hewan, Khofifah memastikan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) telah berhasil dikendalikan secara signifikan melalui vaksinasi dan pengawasan intensif.

“Kasus PMK dan LSD di Jatim menurun secara signifikan dan hingga April 2026 sudah dapat dikendalikan. Kami terus melakukan vaksinasi dan pengawasan ketat sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Untuk menjamin keamanan distribusi, Pemprov Jatim menerapkan prosedur ketat lalu lintas ternak antarwilayah. Setiap ternak wajib memenuhi persyaratan kesehatan, telah mendapatkan vaksinasi PMK minimal dosis pertama, serta dilengkapi sertifikat veteriner sebelum diperdagangkan maupun dipotong.

Khofifah juga mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan lingkungan, serta tata cara penyembelihan sesuai syariat.

“Kami menghimbau agar masyarakat tidak khawatir dan tidak perlu ragu melaksanakan ibadah kurban karena ternak tersedia cukup dan penyakit sudah terkendali,” tegasnya.

Dengan kesiapan tersebut, Pemprov Jatim optimistis pelaksanaan kurban tahun ini berjalan aman, lancar, dan membawa keberkahan bagi masyarakat.(Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.