Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 07:57 WIB
Surabaya
--°C

Pemkot Surabaya Gandeng ABP-PTSI Jatim, Wujudkan ‘Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana’

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua ABP-PTSI Jawa Timur Budi Endarto.

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan audiensi dengan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur di rumah dinas wali kota, Sabtu (24/1).

Dalam audiensi kali ini Wali Kota Eri Cahyadi bersama Ketua ABP-PTSI Jawa Timur Dr. Budi Endarto, SH., M.HUM berdiskusi soal rencana kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Audiensi kali ini diikuti oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Surabaya, Erringgo Perkasa, dan perwakilan perguruan tinggi swasta yang tergabung dalam ABP-PTSI Jatim.

Di kesempatan ini, Eri Cahyadi menyampaikan berbagai hal rencana kolaborasi yang akan dilakukan bersama perguruan tinggi swasta di Kota Surabaya. Di antaranya, yakni memberikan beasiswa bagi keluarga miskin, kerja sama program kuliah kerja nyata (KKN), hingga keberlanjutan mahasiswa setelah lulus kuliah.

“Pergerakan kota itu tidak hanya tergantung dari PTN (perguruan tinggi negeri) saja, tapi PTS itu juga menunjang betul bagaimana pendidikan sebuah kota, bagaimana kota itu mencapai indeks pembangunan manusia (IPM), dan bagaimana kota itu bisa mencapai kesejahteraan. Kalau semua kampus itu turun di masing-masing RW dan bersinergi, insya Allah selesai masalah-masalah di Surabaya,” katanya.

Dia ingin adanya sinergi antara pemkot dengan perguruan tinggi swasta bisa membawa Kota Surabaya lebih maju ke depannya. Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak diukur dari kerja keras wali kota, akan tetapi juga bagian dari kerja sama antara pemkot dengan stakeholder.

“Karena saya ingin menunjukkan pencapaian penurunan stunting, penurunan kemiskinan, gini rasio itu bagian dari kerja sama semua stakeholder yang ada. Maupun perguruan tinggi negeri-swasta hingga orang-orang yang mampu, itu yang harus kita tunjukkan, bahwa Surabaya ini dibangun bukan karena kapitalis ya, tapi karena rasa gotong royong,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu juga menyampaikan, salah satu kerjasama yang akan dijalin adalah melakukan sinkronisasi data mahasiswa perguruan tinggi swasta yang masuk dalam kategori keluarga miskin. Setelah dilakukan sinkronisasi data, Pemkot Surabaya akan memberikan bantuan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).

“Bantuan ini tidak hanya untuk mahasiswa yang baru saja, tapi yang sudah kuliah dan selama ini tidak bisa membayar kuliah dan masuk ke dalam Desil 1-5, akan kita tutup UKT-nya. Sehingga ini nanti akan bisa menggerakkan (program) satu keluarga miskin satu sarjana di Surabaya, dan memberikan harapan kepada mahasiswa yang masuk di dalam Desil 1-5,” papar Cak Eri.

Di samping itu Ketua ABP-PTSI Jawa Timur Dr. Budi Endarto mengatakan, pemetaan keluarga miskin mulai Desil 1-5 yang dilakukan oleh Eri Cahyadi bagian dari terobosan berani.

Karena, lanjut Budi, selama ini di perguruan tinggi swasta banyak ditemukan mahasiswa yang masuk ke dalam kategori keluarga miskin dari Desil 1-5.

“Ini mungkin akan menjadi suatu gerakan yang revolusioner, bahwa selama ini yang tidak tepat sasaran menjadi tepat sasaran. Dan ternyata (keluarga miskin) melimpah di PTS,” kata Budi.

Budi berharap, beasiswa atau bantuan pendidikan yang diberikan oleh pemkot bisa sesuai target Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.

“Oleh karena itu, harapan kami dari perguruan tinggi swasta bisa memiliki kontribusi dan mengawal bahwa target capaian meningkatkan kualitas (pendidikan) itu juga ada di perguruan tinggi swasta,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Majukan Pendidikan Lewat Jatim Cerdas, Gubernur Khofifah Terima Penghargaan dari BMPS

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Ketua BMPS Pusat Ki Saur Panjaitan.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) atas komitmen dan dedikasinya dalam memajukan pendidikan di Jawa Timur, melalui visi besar Jatim Cerdas untuk Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) BMPS Abdullah Sani kepada Gubernur Khofifah, dalam rangkaian pelantikan pengurus DPD BMPS kabupaten/kota se-Jatim masa bakti 2025–2030 yang digelar di Dinas Pendidikan Jatim, Sabtu (24/1).

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Jatim Cerdas merupakan pilar utama pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur. Melalui Jatim Cerdas, pembangunan pendidikan tidak hanya diarahkan pada peningkatan akses dan partisipasi sekolah, tetapi juga pada upaya sistematis untuk menggali, menumbuhkan, dan mengoptimalkan potensi setiap peserta didik sesuai bakat dan keunggulannya masing-masing.

“Jatim Cerdas kita bangun dengan memastikan tidak ada satu pun anak kehilangan potensi masa depannya. Setiap anak memiliki kekuatan dan keunggulan yang harus kita temukan dan kembangkan bersama,” kata Khofifah.

Dalam mendukung pengembangan potensi tersebut, Pemprov Jawa Timur telah menyiapkan langkah strategis menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung Talent DNA.Talent DNA ini dipandu oleh bapak Ary Ginanjar melalui ESQ Corp .

Pendekatan ini memungkinkan identifikasi bakat unggul secara lebih dini dan presisi, baik di bidang pertanian, kehutanan, peternakan, teknologi, desain, sosial, budaya maupun bidang lainnya.

“Banyak anak-anak kita sesungguhnya memiliki potensi besar, tetapi belum tereksplor. Kita tidak ingin satu pun anak kehilangan potensi efektifnya. Dengan pemetaan Talent DNA, kita ingin memastikan setiap anak memiliki harapan, arah, dan peluang untuk menguasai masa depannya,” tegasnya.

“Maka dengan ikhtiar yang sudah kita lakukan ini, Jawa Timur Insya Allah akan menjadi pionir lumbung talent DNA nasional,” imbuh Khofifah.

Selain penguatan Talent DNA, Pemprov Jawa Timur juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam pengembangan talenta digital. Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 2.600 tenaga pendidik se-Jawa Timur telah mendapatkan pelatihan pengembangan talenta digital, khususnya di bidang Artificial Intelligence (AI).

Dengan jumlah penduduk yang besar, keragaman satuan pendidikan, serta dukungan ekosistem industri dan ekonomi kreatif yang terus berkembang, Jawa Timur dinilai memiliki kapasitas kuat untuk menjadi episentrum lahirnya talenta digital unggul.

“Jawa Timur Insya Allah juga siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Karena Jatim adalah provinsi pertama yang menjadi mitra Komdigi,” tegasnya.

“Oleh karena itu, pengelolaan talenta harus kita tingkatkan, dimulai dari pendidikan, dilakukan secara terencana, berbasis data, serta terhubung dengan kebutuhan industri dan arah pembangunan nasional,” imbuh Khofifah.

Pada kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai persemaian nilai toleransi, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Ia juga mengapresiasi kehadiran dan kontribusi berbagai organisasi pendidikan lintas agama dan budaya yang selama ini turut menjaga harmoni sosial di bumi Majapahit.

“Keberagaman adalah keniscayaan sekaligus rahmat. Harmoni itu harus dibangun sejak usia dini, dari PAUD hingga perguruan tinggi, melalui pembiasaan saling menghormati dan menghargai. Inilah kekuatan Indonesia,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Golkar Bangkalan Ditarget Raih Delapan hingga Sepuluh Kursi di Pemilu 2029

Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim Blegur Prijanggono (tengah).

SURABAYA-KEMPALAN: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif di Kabupaten Bangkalan pada Pemilu 2029. Jika pada Pemilu 2024 meraih lima kursi, maka pada Pemilu 2029 ditargetkan bisa meraih delapan sampai sepuluh kursi.

Target tersebut disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur Blegur Prijanggono usai menghadiri Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Bangkalan di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Timur, Jalan A.Yani Surabaya, Sabtu (24/1).

“Target kita pada Pemilu 2029 Kabupaten Bangkalan bisa mendapatkan delapan kursi sampai sepuluh kursi, sehingga setiap Dapil harus diisi minimal satu kursi dan tentunya ada yang dua kursi,” katanya.

Untuk itu, ia meminta jajaran
Golkar Bangkalan lebih serius mengejar target penambahan kursi legislatif tersebut.

dari lima kursi menjadi delapan kursi pada Pemilu 2029 mendatang.

Mengenai DPD Partai Golkar Kabupaten Sumenep yang belum mendapatkan kursi legislatif di Pemilu 2019 hingga Pemilu 2024, Blegur berharap pada Pemilu 2029 bisa mendapatkan.

“Insya Allah di periode ini Sumenep akan mendapatkan kursi. Kita harus optimis karena Sumenep ini memang menjadi atensi kita,” tutur pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim ini.

Blegur menjelaskan, terkait persiapan menghadapi Pemilu 2029, Partai Golkar Jawa Timur telah menggelar Musda pada Januari 2026.

“Hari ini kita sudah menggelar Musda di 36 Kabupaten/Kota, sehingga masih kurang dua lagi, yaitu Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Blegur, DPD Golkar Kabupaten/Kota harus benar-benar siap melakukan persiapan dengan melakukan konsolidasi internal partai untuk memperkuat soliditas organisasi.

Termasuk DPD Partai Golkar Kabupaten Sumenep yang belum mendapatkan kursi DPRD di Pemilu 2024, Blegur berharap pada Pemilu 2029 bisa mendapatkan.

“Insya Allah di periode ini Sumenep akan mendapatkan kursi. Kita harus optimis karena Sumenep ini memang menjadi atensi kita,” kata Blegur.

Sementara itu, dalam Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Bangkalan, Mathari yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bangkalan.

Ketika dikonfirmasi, ia membenarkan pihaknya ditarget DPD Partai Golkar Jawa Timur meraih delapan sampai sepuluh kursi DPRD pada Pemilu 2029.

Kendati demikian, Mathari menyebut bahwa Partai Golkar Bangkalan sendiri minimal hanya menargetkan enam kursi sesuai jumlah Dapil yang ada.

“Sekarang ini, dari enam Dapil kita kan sudah dapat lima kursi. Target kita, mudah-mudahan minimal Dapil yang belum dapat kursi itu bisa terisi pada Pemilu 2029, sehingga semua Dapil mendapat kursi. Syukur-syukur kalau ada Dapil yang mendapat kursi lebih dari satu,” harapnya.

Yang belum mendapat kursi tersebut adalah Dapil 3, meliputi Kecamatan Tanjung Bumi, Kokop, dan Konang.

Diakui, untuk meraih bisa meraih tambahan satu kursi di Dapil 3 ini sangat berat, sehingga persiapannya harus lebih matang.

Untuk itu, para caleg yang akan maju akan ditraining. Tentunya calegnya harus yang dianggap mumpuni dan sesuai dengan kriteria di Dapil tersebut.

“Selain itu, kita akan melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat, kepala desa, dan Forkopimda setempat,” tandas Mathari. (Dwi Arifin).

Gubernur Khofifah Tegaskan Peran Strategis BMPS dalam Penguatan Pendidikan Swasta

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Ketua BMPS Pusat Ki Saur Panjaitan.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan pengarahan pada pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten/Kota se-Jawa Timur di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Jalan Gentengkali, Surabaya, Kamis (24/1/2026).

Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya peran BMPS sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan, khususnya pada satuan pendidikan swasta.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing.

“BMPS memiliki posisi penting sebagai jembatan komunikasi dan sinergi antara perguruan swasta dan pemerintah. Tantangan pendidikan ke depan menuntut adanya inovasi, adaptasi, dan kerja sama yang semakin solid,” kata Khofifah.

Ia juga mendorong pengurus DPD BMPS yang baru dilantik untuk aktif berkontribusi dalam perumusan kebijakan pendidikan di daerah, serta memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Pelantikan DPD BMPS Kabupaten/Kota ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan konsolidasi antarperguruan swasta di Jawa Timur, sekaligus mendukung program prioritas pembangunan sumber daya manusia yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua BMPS Pusat Ki Saur Panjaitan mengatakan, pihaknya hadir di Jawa Timur untuk mendukung program MPI Gubenur Khofifah Indar Parawansa dengan Jatim Cerdas. Kita membuat semacam kepala Dinas Pendidikan Swasta di Kabupaten/Kota, sehingga ada yang menyuaarakan.

“Tadi Gubernur sangat bijak menyampaikan, tolong kami (Jawa Timur) dibantu agar bisa menyampaikan bahwa tidak semuanya harus minta sekolah negeri,” katanya.

Oleh karena itu, ia minta pada semua sekolah swasta untuk bersinergi. Dia mengaku senang dengan pernyataan Khofifah tersebut. “Target kita adalah tidak mungkin selesai sebelum pemerintah ini hanya di sekolah negeri saja, sehingga harus diperluas. Termasuk Jawa Timur ini yang terluas, yang banyak kabupaten kotanya,” ungkapnya.

Pasalnya, dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur, sudah 32 kabupaten/kota yang pengurus DPD BMPS-nya sudah dilantik, sehingga hanya tinggal 6 kabupaten/kota.

Ki Saur Panjaitan mengaku sudah bicara cukup panjang dengan Khofifah. Menurut dia, Jatim Cerdas jalan dan swasta ikut bersama-sama mendukung Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Ki Saur Panjaitan pun memuji Jawa Timur yang dinilai sebagai salah satu pilot project yang lengkap. “Teman-teman sekolah swasta guyub di sini, sehingga tidak salah kalau menggunakan Jatim Cerdas,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Pemkot-Polrestabes Surabaya Perkuat Perlindungan Anak dan Perempuan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadis meninjau pelaksanaan Bazar Ranmor di Polrestabes Surabaya, Kamis (23/1) sore.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya bersama Polrestabes Surabaya menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam perlindungan anak dan perempuan. Komitmen tersebut seiring dengan resmi dibentuknya Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polrestabes Surabaya.

Hal tersebut disampaikanWali Kota Surabaya Cahyadi saat meninjau pelaksanaan Bazar Kendaraan Bermotor (Ranmor) di Polrestabes Surabaya, Kamis (23/1) sore.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, pembentukan Satres PPA-PPO menjadi langkah penting untuk memperkuat program perlindungan perempuan dan anak di Kota Pahlawan.

“Alhamdulillah di Polrestabes sekarang itu ada Kasat (Kepala Satuan) baru yang berhubungan dengan perempuan dan anak. Sehingga nanti program kita untuk perempuan dan anak itu bisa lebih masif lagi,” ujar Wali Kota Eri.

Ia menjelaskan, Pemkot Surabaya juga memiliki program khusus untuk membantu perempuan pengemudi ojek online (ojol) agar tidak membawa anak saat bekerja. Sebab, hal itu akan berisiko membahayakan keselamatan anak di jalan.

“Kita juga punya program agar perempuan-perempuan yang ojol, kami bisa berikan bantuan agar anaknya tidak diajak untuk bekerja,” jelasnya.

Wali Kota Eri menuturkan, program tersebut berawal dari temuan seorang pengemudi ojol yang membawa anaknya saat bekerja. “Pada waktu itu Pak Kapolres (sedang) makan, ada driver Ojol yang kehilangan helm. Ditanyalah sama Pak Kapolres, nah ternyata (driver itu) juga mengajak putranya,” tuturnya.

Menurutnya, anak tersebut masih berusia empat tahun dan berpotensi mengalami bahaya jika terus diajak bekerja di jalan. “Ketika mengajak putranya, maka kita berkoordinasi, anak ini tadi saya panggil ibunya agar tidak lagi membawa anaknya bekerja, kan bahaya,” katanya.

Pemkot Surabaya kemudian memberikan solusi dengan memfasilitasi pendidikan dan penitipan anak kepada Ojol tersebut. “Anaknya umur 4 tahun. Alhamdulillah kita sekolahkan di PAUDnya pemerintah kota, yang kita juga ada penitipan,” ujarnya.

Karena itu, Wali Kota Eri menyebut, ke depan pemkot akan berkolaborasi dengan Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya untuk memberikan imbauan kepada seluruh pengemudi ojol perempuan agar tidak membawa anak saat bekerja.

“Sehingga saya juga menyampaikan untuk Kepala Dinas Perempuan dan Anak, nanti dengan Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya agar mengundang seluruh ojol wanita untuk memberikan imbauan agar tidak mengajak anak saat bekerja,” katanya.

Ia menyebutkan, Pemkot Surabaya telah menyiapkan fasilitas penitipan anak, khususnya bagi para pengemudi ojol perempuan. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi anak.

“Pemerintah kota akan berkolaborasi untuk itu, baik sekolahnya maupun penitipan anaknya. Sehingga anak ini akan merasakan kenyamanan dan ketenangan dan tidak bahaya,” imbuhnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan selamat kepada Polrestabes Surabaya atas pelantikan Kasat PPA-PPO yang baru. “Saya matur nuwun (terima kasih) Pak Kapolres, karena hari ini baru dilantik Kasat-nya. Semoga dengan (Satres) perempuan dan anak ini, akan ada perlindungan anak dan perempuan lebih masif di Kota Surabaya,” harapnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program Pemkot Surabaya melalui kolaborasi Satres PPA-PPO yang baru dibentuk.

“Tentu saya akan minta untuk Bu Kasat yang baru agar segera berkolaborasi dengan timnya Pak Wali Kota dalam rangka mendukung program beliau. Untuk menciptakan Kota Surabaya yang ramah anak dan perempuan,” pungkas Luthfie. (Dwi Arifin)

SSF 3.0 Dibuka, Dorong Ekosistem Startup dan UMKM Naik Kelas

Surabaya Startup Festival (SSF) 3.0 tahun 2026 yang digelar di Balai Pdmuda Surabaya.

SURABAYA-KEMPALAN: Surabaya Startup Festival (SSF) 3.0 tahun 2026 resmi dibuka di Balai Pemuda Surabaya (West Building), Jumat (23/1). Penyelenggaraan SSF 3.0 merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Ozora Yatrapaktaja, HIPMI Womenpreneur Jawa Timur, dan JCI East Java sebagai upaya memperkuat ekosistem startup dan UMKM.

SSF 3.0 dibuka oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Maria Theresia Ekawati Rahayu. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen Pemkot Surabaya dalam mendukung inovasi dan pertumbuhan startup.

“Surabaya Startup Festival 3.0 tahun 2026 merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya dengan PT. Mega Ozora Venture,” kata Maria Theresia membacakan sambutan Wali Kota Eri Cahyadi.

Ia menyampaikan Surabaya terus bertransformasi menjadi kota inovasi yang memberi ruang bagi gagasan baru dan keberanian untuk menciptakan solusi masa depan.

“Startup merupakan jawaban dari tantangan zaman. Di tangan para inovator muda, teknologi mampu menyelesaikan persoalan kota, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing bangsa di tingkat global,” katanya.

Menurutnya, Pemkot Surabaya berperan sebagai enabler dan mitra strategis dalam ekosistem startup, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor dan antarbangsa.

“Saya ingin berpesan kepada seluruh founder dan talenta startup, jangan takut gagal, inovasi lahir dari keberanian mencoba,” ujar Yayuk, sapaan lekatnya.

Ia juga menegaskan Pemkot Surabaya terus membuka ruang penguatan regulasi yang adaptif dan pengembangan talenta digital agar Kota Pahlawan menjadi rumah yang nyaman bagi pertumbuhan startup. Karena itu, pihaknya mengajak untuk menjadikan SSF 3.0 sebagai titik temu, ide, kolaborasi, dan peluang.

“Dari Surabaya kita bangun startup untuk tidak hanya tumbuh besar, tetapi juga membawa manfaat bagi Indonesia dan dunia,” tuturnya.

Founder Ozora Yatrapaktaja sekaligus Ketua BANOM BPD HIPMI Jawa Timur Margaret Srijaya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara penyelenggara dan Pemkot Surabaya.

“Suatu kebanggaan bagi kami, baik dari penyelenggara maupun Ozora, bisa terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya,” ujarnya.

Ia menyebut Indonesia saat ini berada di peringkat keenam dunia dengan jumlah startup terbanyak. Sedangkan Surabaya menempati posisi keempat nasional setelah Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. “Ada dua kota yang mengejar kita (Surabaya), yaitu Bali dan Malang,” katanya.

Margaret juga mengajak para calon founder dan pelaku startup untuk memanfaatkan berbagai kanal pengembangan usaha. Salah satunya yakni melalui SSF 3.0 yang puncaknya akan digelar pada Demo Day Mei 2026.

“Saya percaya di tengah situasi ekonomi dan geopolitik saat ini tidak mudah, tetapi justru teman-teman yang kreatif, yang punya ide-ide baru, yang punya daya juang tinggi, bisa mengambil kesempatan mengubah situasi dari yang sulit menjadi kesempatan untuk kita bisa loncat lebih tinggi,”  jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia SSF 3.0, Aristia Chen, menjelaskan acara pembukaan ini merupakan tahap pertama dari rangkaian SSF 3.0 yang berfokus pada penguatan UMKM.

“Acara hari ini adalah tahap pertama dari rangkaian SSF 3.0. Setelah acara ini, kita akan ada tahap kedua, yaitu tentang kita mensupport para UMKM dengan pelatihan-pelatihan, skill-skill yang memang diperlukan,” ujarnya.

Aristia juga menuturkan SSF 3.0 menghadirkan pendekatan berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, yakni melalui assessment awal terhadap UMKM.

Menurutnya, asesmen tersebut berfungsi untuk mengetahui kebutuhan spesifik UMKM sebelum diberikan pelatihan. “Jadi ini pentingnya medical check-up. Di UMKM sendiri, itu kita perlukan adanya cavlent test ini,” katanya.

Melalui rangkaian SSF 3.0, peserta akan mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan, hingga kesempatan bertemu investor pada Demo Day Mei 2026 dengan potensi pendanaan hingga Rp100 juta.

“Jadi ini kesempatan yang menurut saya bagus banget dari Ozora, dari pemerintah kota, dari HIPMI Womenpreneur,” pungkas Aristia. (Dwi Arifin)

Pemkot Surabaya Perketat Verifikasi Beasiswa Pemuda Tangguh, Bantuan UKT Diseragamkan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengambil langkah tegas untuk mengevaluasi dan menyeragamkan nilai bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada program Beasiswa Pemuda Tangguh untuk mahasiswa menjadi Rp2,5 juta per semester.

Langkah ini merupakan respons atas temuan indikasi ketidaktepatan sasaran yang mencederai prinsip keadilan bagi warga prasejahtera.

Wali Kota Surabaya yang biasa disapa Cak Eri ini mengungkapkan, hasil verifikasi lapangan menunjukkan adanya penerima beasiswa dari keluarga mampu, termasuk anak mantan pejabat, yang menikmati bantuan UKT dalam jumlah sangat besar.

“Saya harus berani membongkar ini demi keadilan. Ada yang UKT-nya mencapai Rp15 juta per semester dan dibayar Pemkot, padahal dia dari keluarga mampu. Sementara di sisi lain, masih banyak warga tidak mampu yang sangat membutuhkan bantuan untuk sekolah,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (23/1).

Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 70 persen dari temuan masalah ini berasal dari mahasiswa jalur mandiri. Cak Eri bersama Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji (Cak Ji) menyoroti kontradiksi antara status ekonomi penerima beasiswa Pemuda Tangguh dengan jalur masuk perguruan tinggi yang dipilih.

“Saya diskusi sama Cak Ji. Beliau langsung bilang, kalau itu jalur mandiri kan berarti ada kemampuan untuk bayar uang gedung. Jalur mandiri itu tidak murah. Kalau dia mampu bayar uang gedung, berarti dia orang mampu. Ini yang saya pertanyakan,” tegas Cak Eri.

Ia menambahkan bahwa program ini sejatinya diperuntukkan bagi anak berprestasi dari keluarga tidak mampu. Sehingga, akan banyak anak yang bisa meraih mimpinya lewat intervensi yang dilakukan Pemkot Surabaya.

“Prinsipnya, yang mampu jangan mengambil jatahnya orang yang tidak mampu (memberikan data yang kurang tepat untuk mendapatkan bantuan),” imbuhnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Cak Eri telah meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan pemeriksaan terhadap penyaluran beasiswa di tahun-tahun sebelumnya. Ia juga melakukan evaluasi besar-besaran di internal dinas terkait untuk memastikan hal serupa tidak terulang kembali.

“Ini yang saya bongkar, kok bisa orang kaya diberi bantuan? Saya ingin merubah sistem agar Surabaya bukan menjadi sebuah kota kapitalis. Kita mulai dengan kejujuran. Orang Surabaya harus diajarkan untuk tidak mengambil jatah orang yang tidak mampu,” tambahnya.

Meski ada penyeragaman nilai bantuan, Cak Eri menjamin mahasiswa dari keluarga benar-benar prasejahtera tidak perlu khawatir. Jika ada mahasiswa miskin yang UKT-nya melampaui Rp2,5 juta akibat kesalahan input data di awal, Pemkot akan tetap memberikan jaminan penuh melalui nota kesepahaman (MoU) dengan universitas.

“Yang penting, UKT untuk anak tidak mampu tetap gratis dan mereka tidak ditarik biaya oleh perguruan tinggi. Kita akan selesaikan langsung dengan pihak kampus,” ungkapnya.

Ke depan, Pemkot Surabaya akan melibatkan elemen masyarakat seperti Karang Taruna, RT, dan RW untuk memverifikasi validitas data penghasilan orang tua. Hal ini dilakukan demi mengawal anggaran sebesar Rp190 miliar yang dialokasikan untuk 23.850 mahasiswa pada tahun 2026.

“Kita mulai dengan kejujuran. Saya ingin memastikan anggaran rakyat ini benar-benar menjadi amanah bagi mereka yang berhak,” pungkas Cak Eri. (Dwi Arifin)

Sertifikasi Tanah Wakaf Dipercepat, Tahun 2026 Ditarget 40.000 Selesai

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat membuka Sosialisasi Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf di Jatim, Jumat (23/1).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempercepat sertifikasi tanah wakaf melalui Sosialisasi Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf di Ruang Hayam Wuruk Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat (23/1) pagi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya negara menghadirkan kepastian hukum atas aset wakaf umat sekaligus mencegah potensi konflik, sengketa, dan penyalahgunaan peruntukan tanah wakaf di Jawa Timur.

Selain itu, kegiatan ini sengaja diadakan guna mempercepat kepastian hukum pertanahan di Jatim termasuk sertipikasi tanah wakaf sebagai bentuk negara hadir melindungi aset wakaf umat.

Dengan menghadirkan Kepala Kanwil BPN Jawa Timur Asep Heri dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, Khofifah optimistis percepatan penyelesaian persoalan pertanahan wakaf ke depan akan semakin signifikan, seiring sinergi lintas sektor yang diperkuat.

Terutama karena di Jawa Timur memiliki potensi wakaf yang sangat besar. Bahkan hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 15.031 bidang atau sertipikat tanah wakaf yang telah terdaftar.

Gubernur Khofifah berbincang dengan Kepala Kanwil BPN Jatim Asep Heri (paling kiri) dan Kepala Kanwil Kemenag  Jatim  Akhmad Sruji Bahtiar (dua dari kiri).

“Hari ini saya rasa kita akan ketemu format bagaimana sinergi di antara semuanya dalam percepatan sertipikat wakaf,” kata Khofifah.

“Saya optimis duo kanwil akan bersama bersinergi memberikan siginifikansi dalam percepatan sertipikat wakaf di Jatim,” tegasnya.

Sinergi ini, lanjutnya, tertuang dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama, baik di tingkat pusat maupun daerah, khususnya dalam pelayanan pendaftaran tanah wakaf, percepatan penerbitan sertifikat, serta pendampingan kepada nazhir dan masyarakat.

Khofifah menambahkan, pentingnya Kantah atau Kantor Pertanahan sebagai bagian yang sangat penting sekaligus menjadi pintu masuk ketika semua elemen akan berkoordinasi.

“Kantah ini menjadi bagian yang sangat penting untuk menjadi pintu masuk ketika semua elemen akan berkoordinasi dengan panjenengan, juga tentu Kepala KUA yang menjadi pintu masuk,” tambahnya.

Tak hanya Kantah, Khofifah juga menekankan pentingnya Kepala KUA yang juga menjadi pintu masuk saat melakukan koordinasi dan sinergi. Dirinya lantas menilai, proses percepatan sertipikat sangat membutuhkan unsur kehati-hatian.

“Dan mungkin karena kehati-hatian itu saya berhusnudzon, maka mungkin prosesnya bisa dishortcut jika memang tidak ada musykilah (masalah). Maka ini nanti boleh bedah prosedur baik Kanwil ATR BPN maupun Kemenag,” ujarnya.

“Jadi sama-sama bagaimana melakukan ikhtiar-ikhtiar percepatan supaya bisa sama-sama kita maksimalkan target dari Kementerian ATR/ BPN,” sambungnya.

Lebih lanjut, gubernur perempuan pertama di Jawa tersebut menuturkan, sinergi ini menjadi bukti kehadiran negara dalam melindungi aset wakaf umat, sekaligus memastikan bahwa tanah wakaf terdata, terpetakan, dan terintegrasi dengan Kebijakan Satu Peta, sehingga mampu meminimalkan potensi konflik, sengketa, maupun penyalahgunaan peruntukan.

“Kami meyakini dengan landasan hukum yang kuat, koordinasi lintas sektor yang solid, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, percepatan sertifikasi wakaf di Jawa Timur dapat dilaksanakan secara efektif, transparan, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

“Pada akhirnya, percepatan sertifikasi wakaf tidak hanya merupakan kewajiban administratif, melainkan juga wujud tanggung jawab moral dan spiritual kita bersama dalam menjaga amanah umat dan memastikan manfaat wakaf terus mengalir bagi generasi kini dan yang akan datang,” pungkasnya.

Di akhir, Khofifah berharap kegiatan ini mampu menghasilkan langkah-langkah konkret serta kesepakatan tindak lanjut yang nyata dalam mempercepat sertifikasi tanah wakaf di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Jatim Asep Heri mengatakan kegiatan sosialisasi wakaf ini merupakan pertemuan yang kedua setelah kemarin akhir tahun di Masjid Al Akbar sudah ada pertemuan dengan Muslimat NU.

“Wakaf itu dalam manajemennya lillahi ta’ala. Konsep agama kita tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu. Sementara sekarang manajemen adalah manajemen administrasi, harus tertulis, harus terbaca,” kata Asep.

“Dua manajemen itu tidak nyambung kalau mau ngurus sertipikat. Justru kita ini manajemen membuat jembatan menghubungkan administrasi yang bisa menghubungkan dan menyambungkan dua kutub itu. Hari ini manajemen harus tertib administrasi, dibawa ke administrasi yang jelas, terbaca dan tidak boleh multitafsir,” terangnya.

Asep menambahkan, Kementerian ATR/BPN maupun Kementerian Agama terus berikhtiar membuat hal itu. Wakaf ini, adalah sudut pandang perjalanan peradaban, karena wakaf adalah alat baca peradaban karena wakaf tidak lepas dari masjid tempat ibadah, pesantren tempat membangun aqidah dan muamalah.

“Tugas kita membuat jembatan emas administrasi. Baik Kementerian ATR/BPN maupun Kementerian Agama harus membuat itu,” jelasnya.

“Kalau penataannya bagus, maka ketertiban tata kelola perwakafannya juga bagus. Maka kita harus bekerja sama, berkoordinasi dan bersinergi supaya umat bisa merasakan maslahatnya,” tandasnya.

Pada tahun 2026, menurut Asep, pihaknya menargetkan sertifikasi sebanyak 40.000 tanah wakaf di Jatim selesai.

“Saya besar harapan karena tahun 2025 sudah punya pola. Cuma asetnya hanya masjid, mushola, punya NU, punya Muhammadiyah, tempat ibadah Hindu, Budha, gereja, dan lain sebagainya. Nah, sekarang bergeser atau bertambah,” ungkap Asep.

Selain itu, lanjut Asep, sisanya di 2025 ditambah dengan aset-aset muslimah yang kebanyakan bergerak di bidang pendidikan. “Jadi insya Allah 40.000 akan selesai,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Gubernur Khofifah Dukung TVRI Sukseskan Siaran Resmi FIFA World Cup 2026 di Jawa Timur

Gubernur Khofifah Indar Parawansa berbincang bersama Kepala LPP TVRI Jawa Timur Syalom Salombe.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak TVRI bersinergi dengan pemerintah daerah serta TNI–Polri untuk menyukseskan rangkaian kegiatan FIFA World Cup 2026.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat menerima jajaran pimpinan TVRI Stasiun Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (22/1) malam.

Penunjukan TVRI sebagai stasiun penyiaran resmi ajang Piala Dunia dinilai sebagai momentum penting bagi dunia penyiaran nasional sekaligus peluang memperkuat partisipasi masyarakat Jawa Timur dalam perhelatan olahraga global.

“Ini merupakan kebanggaan bagi Indonesia, khususnya Jawa Timur. TVRI memiliki peran strategis sebagai media pemersatu bangsa, terlebih dalam momentum besar seperti FIFA World Cup,” ujarnya.

Menurut Khofifah, penyelenggaraan FIFA World Cup 2026 menjadi momentum kebangkitan bagi Lembaga Penyiaran Publik TVRI. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari Kick Off hingga pelaksanaan siaran, harus dipersiapkan secara matang dengan perencanaan berbasis riset yang komprehensif.

Khofifah juga mendorong TVRI untuk melibatkan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur, antara lain melalui promosi di layar videotron yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Selain itu, TVRI diharapkan dapat menggandeng TNI dan Polri dengan melibatkan jajaran Polres dan Kodim agar gaung Piala Dunia dapat dirasakan hingga ke tingkat akar rumput.

Khofifah menambahkan, antusiasme masyarakat Jawa Timur terhadap sepak bola tidak perlu diragukan. Setiap gelaran sepak bola internasional selalu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, terlebih Piala Dunia yang merupakan ajang olahraga paling bergengsi dan paling dinanti di dunia.

“Piala Dunia bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga momentum kebersamaan lintas negara dan budaya. Karena itu, kehadiran siaran resmi melalui TVRI menjadi sangat penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmatinya,” imbuhnya.

Terkait rencana pelaksanaan Kick Off FIFA World Cup 2026 yang akan digelar serentak pada 1 Februari 2026, Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk turut hadir, berpartisipasi, dan memeriahkan kegiatan tersebut.

“Ditunjuknya TVRI sebagai stasiun penyiaran resmi FIFA merupakan bagian dari sejarah. Saya mengajak masyarakat Jawa Timur untuk memberikan dukungan penuh dan berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan Kick Off nanti,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala LPP TVRI Jawa Timur Syalom Salombe menyampaikan bahwa penunjukan TVRI sebagai stasiun penyiaran resmi FIFA World Cup 2026 merupakan sebuah kehormatan sekaligus tantangan besar.

“Ini adalah kepercayaan luar biasa dari FIFA kepada TVRI. Tentu menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk menyukseskan penyiaran ajang sebesar Piala Dunia,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pada 1 Februari 2026 mendatang, TVRI akan melaksanakan Kick Off sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat agar dapat mengakses dan menyaksikan pertandingan antarnegara dalam ajang FIFA World Cup 2026.

Sejumlah kegiatan pendukung juga tengah disiapkan, di antaranya pertandingan mini soccer, pelibatan pelaku UMKM, serta kegiatan nonton bareng.

Sebagai informasi, FIFA World Cup 2026 akan diikuti oleh 48 tim dari berbagai negara dan diselenggarakan di tiga negara tuan rumah, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.