Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 09:44 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah Resmikan Sarpras SMAN 2 Taruna Pamong Praja dan Revitalisasi 52 Sekolah di Bojonegoro-Tuban

BOJONEGORO-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen hadirkan pendidikan berdampak melalui program Jatim Cerdas.

Hal itu disampaikannya saat meresmikan Sarana dan Prasarana SMA Negeri 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/1).

Di momen yang sama, Gubernur Khofifah juga meresmikan hasil revitalisasi dan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan pada 52 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, di wilayah Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Bojonegoro dan Tuban. Adapun ke-52 sekolah yang diresmikan terdiri dari 18 SMA, 25 SMK, dan 9 SLB.

Khofifah menegaskan bahwa peresmian SMAN 2 Taruna Pamong Praja beserta revitalisasi dan rehabilitasi puluhan sekolah tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat layanan pendidikan menengah, vokasi, dan pendidikan khusus yang merata serta berkeadilan. Sekaligus sebagai wujud komitmen pendidikan berdampak dan konsisten terhadap program Jatim Cerdas.

“Bantuan revitalisasi dan rehabilitasi yang diberikan merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan menengah dan pendidikan vokasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan masa depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga meninjau sejumlah fasilitas penunjang yang diresmikan di SMAN 2 Taruna Pamong Praja, antara lain Asrama Putra Bhakti Praja, Kolam Renang Tirta Bhakti, Ruang Makan Graha Adhigana, serta jogging track.

Menurut Khofifah, keberadaan fasilitas pendidikan berbasis asrama menjadi keunggulan dalam proses pembentukan karakter taruna-taruni secara lebih komprehensif.

“Kalau sekolah berbasis asrama begini kita bisa membangun karakter peserta didik  lebih mudah,” katanya.

Khofifah menjelaskan, asrama putra akan menjadi ruang pembinaan karakter yang menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kebersamaan. Sementara itu, fasilitas kolam renang Tirta Bhakti menjadi sarana penunjang kebugaran jasmani taruna-taruni.

Gubernur Khofifah meyakini bahwa kesehatan jasmani yang baik akan berpengaruh pada kesehatan akal dan pikiran. Oleh karena itu, penyediaan kolam renang dan jogging track merupakan bagian dari ikhtiar menciptakan generasi yang sehat secara fisik dan mental.

Sementara itu, ruang makan Graha Adhigana dinilai sebagai fasilitas yang mendukung pembentukan nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta etika sosial dalam kehidupan berasrama.

Secara khusus, Gubernur Khofifah juga berpesan kepada para wali asrama dan wali asuh agar memperhatikan dinamika sosial dan menerapkan pola pengasuhan yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang taruna-taruni.

“Dinamika sosial saat ini memang harus dimitigasi dengan pengasuhan-pengasuhan yang bisa mendekatkan kepada pola asuh sesuai dengan tumbuh kembang anak, berikan pola asuh sesuai dengan tumbuh kembang mereka,” pesannya.

Lebih jauh, Gubernur Khofifah berharap pembentukan karakter di SMAN 2 Taruna Pamong Praja akan mampu melahirkan generasi-generasi muda yang menjadi _speaker_ kebhinekaan, _speaker_ kenusantaraan, dan _speaker_ persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“SMAN 2 Taruna Pamong Praja merupakan satu-satunya yang ada di indonesia  yang dididirikan oleh Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur kerjasama dengan IPDN.. Harapannya akan lahir juru bicara kebhinekaan,  kenusantaraan serta  persatuan berangkat  dari SMAN 2 Taruna Pamong Praja ini,” tuturnya.

“Murid, di mana pun mereka bersekolah, memiliki hak yang sama atas lingkungan belajar yang layak. Oleh karena itu, rehabilitasi sekolah negeri dan swasta harus dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem pendidikan Jawa Timur,” tegasnya.

Ke depan, Khofifah menekankan bahwa tantangan pendidikan tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada optimalisasi pemanfaatan fasilitas untuk pembelajaran yang bermutu. Revitalisasi fisik harus diiringi dengan revitalisasi cara mengajar, cara belajar, serta kepemimpinan sekolah.

“Kepala sekolah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan perlu menjadikan revitalisasi ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya refleksi, inovasi, dan kolaborasi dalam pembelajaran,” tambahnya.

Di balik sarana dan prasarana yang diresmikan, tersimpan harapan para orang tua, doa para guru, serta masa depan anak-anak Jawa Timur.

“Setiap ruang kelas yang diperbaiki dan setiap fasilitas yang dilayakkan adalah bentuk kasih sayang negara kepada generasi penerusnya,” ucap Khofifah.

Di akhir, Gubernur Khofifah mengajak seluruh civitas akademika dan pemangku kepentingan pendidikan untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan memanfaatkan sarana prasarana tersebut secara optimal.

“Semoga sekolah-sekolah di Jawa Timur benar-benar menjadi tempat lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan, oGubernur Jatim senantiasa memberikan perhatian, komitmen, dan kepemimpinan luar biasa bagi kemajuan pendidikan Jawa Timur.

“Kehadiran Ibu Gubernur pada hari ini merupakan kehormatan besar sekaligus penguat semangat bagi seluruh insan pendidikan, khususnya keluarga besar SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur, serta satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di wilayah Bojonegoro dan Tuban,” jelas Aries.

Menurutnya, pembangunan dan revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan pendidikan, mendukung sistem pendidikan berasrama yang sehat dan manusiawi, serta menciptakan ekosistem pembinaan karakter taruna yang terpadu, disiplin, dan berkelanjutan.

“Ini sejalan dengan arah kebijakan Ibu Gubernur tentang pendidikan berdampak, yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk watak dan ketangguhan generasi muda Jawa Timur,” jelas Aries.

“Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Gubernur Jawa Timur, atas komitmen, perhatian, dan kepemimpinan yang konsisten dalam membangun pendidikan Jawa Timur yang berkeadilan dan berdampak,” imbuhnya.

Dijelaskan, sekitar 50 persen dari seluruh sekolah dibawah naungan Pemprov Jatim membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran.

Oleh sebab itu Pemerintah pusat dan daerah memberikan dukungan melalui revitalisasi dan rehabilitasi sarana dan prasarana yang diberikan berdasarkan proposal dan tingkat kelayakan mendapatkan bantuan.

“Yang sudah diperbaiki dari total seluruh Jawa Timur itu ada 550 tersebar di berbagai wilayah. Termasuk di Bojonegoro dan Tuban ini,” ujarnya. 

“Mudah-mudahan Jawa Timur kembali lagi bisa mendapatkan jumlah yang cukup siginifikan agar sekolah-sekolah kita ini betul-betul bisa dinikmati oleh siswa dan gurunya dalam proses pembelajaran,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

BPBD Kenalkan Penanganan Bencana kepada Organisasi Wanita se-Jatim

SURABAYA-KEMPALAN: Cuaca ekstrem dan maraknya bencana dalam beberapa waktu ini, membuat BPBD Jatim terus mengintensifkan upaya penguatan kapasitas kebencanaan kepada semua kalangan, tidak terkecuali kepada organisasi wanita yang ada di Jatim.

Upaya itu diwujudkan dalam kegiatan Sosialisasi Penanggulangan Bencana bersama Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jatim yang digelar di area Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim, Rabu (28/1).

Sedikitnya, 100 anggota BKOW yang mewakili 52 organisasi wanita di Jatim hadir dalam kegiatan bertema ‘Peran Perempuan dalam Keluarga Tangguh Menghadapi Bencana Hidrometeorologi’ ini.

Ketua Umum BKOW Jatim Gardjati Heru Tjahjono membuka langsung kegiatan ini usai sambutan selamat datang Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto.

Dalam sambutannya, Kalaksa Gatot Soebroto menyampaikan terima kasih atas kolaborasinya dalam upaya pengenalan penanganan bencana di lingkungan anggota BKOW Jatim.

Dikatakan, selama ini, BPBD Jatim, telah melakukan upaya peningkatan kapasitas kebencanaan melalui sarana edukasi yang dimiliki, baik dengan kunjungan di Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim maupun dengan mendatangi instansi, sekolah dan komunitas masyarakat di daerah-daerah, melalui Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena).

“Kami sangat bangga dan berterimakasih atas kunjungan hari ini. Kalau misalnya, sekolah atau organisasi ibu-ibu ada yang berkenan mengikuti pelatihan kebencanaan disini, kami sangat berterima kasih sekali. Karena bencana itu bukan urusan BPBD saja, tapi urusan bersama, termasuk ibu-ibu semua,” terangnya.

Sementara, Ketua Umum BKOW Jatim Gardjati Heru Tjahjono juga menyampaikan terima kasih atas fasilitasi dan pembelajaran kebencanaan yang diberikan, seperti, penanganan gawat darurat pada bayi, penanganan kebakaran, banjir, gempa bumi dan pengenalan bencana hidrometeorologi lainnya.

“Alhamdulillah, kami akhirnya tahu banyak hal dari proses edukasi dan peragaan yang disampaikan Tim BPBD Jatim. Saya kira ini sangat bermanfaat sekali bagi ibu-ibu, khususnya bagi keluarga masing-masing,” ujarnya.

Selain mengunjungi Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) dan Simulator Gempa Bumi, anggota BKOW juga mendapat pengenalan tentang upaya pemadaman kebakaran dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada bayi.

Dalam kesempatan ini, juga dilangsungkan penyerahan 130 bibit pohon produktif kepada BKOW Jatim,  sebagai upaya mitigasi lingkungan di kalangan organisasi-organisasi wanita se-Jatim. (Dwi Arifin)

Pastikan Beasiswa Tepat Sasaran, Pemkot Surabaya Jalin MoU dengan PTN-PTS

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberi keterangan pada awak media.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya akan menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS), Jumat (30/1). Penandatanganan MoU antara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan para rektor PTN serta PTS ini menjadi langkah strategis dalam pelaksanaan Beasiswa Pemuda Tangguh jenjang mahasiswa, sekaligus memastikan bantuan pendidikan tersalurkan secara tepat kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

“InsyaAllah, pada Jumat nanti kami akan menandatangani MoU dengan PTN dan PTS. Dengan skema ini, seluruh penerima beasiswa terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi urusan langsung antara Pemkot Surabaya dan perguruan tinggi. Yang terpenting, anak-anak Surabaya tetap dapat menempuh pendidikan tinggi secara gratis melalui kerja sama ini,” kata Wali Kota Eri, Rabu (28/1).

Hasil evaluasi mendalam terhadap data penerima beasiswa sebelumnya menunjukkan bahwa banyak mahasiswa berprestasi, yang seharusnya layak menerima beasiswa, namun tidak diterima di PTN sehingga memilih melanjutkan pendidikan di PTS.

Saat ini, sekitar 10.000 mahasiswa PTS terancam drop out karena kesulitan membayar biaya kuliah. Beberapa di antaranya sudah menunggak pembayaran, hampir dikeluarkan, atau bahkan telah lulus namun masih memiliki tunggakan biaya kuliah.

“Data ini membuka mata kami bahwa sasaran kebijakan pendidikan sebelumnya belum sepenuhnya tepat. Anak-anak dari desil ekonomi 1 sampai 5, kelompok keluarga kurang mampu, ternyata banyak yang berada di PTS. Ini menjadi perhatian serius agar mereka tetap bisa menyelesaikan pendidikan tinggi,” ujar dia.

Program baru ini juga menegaskan pelaksanaan Satu Sarjana Satu Keluarga Miskin. Jika satu anggota keluarga miskin sudah menjadi sarjana, tahun berikutnya bantuan akan dialihkan ke keluarga lain yang lebih membutuhkan. Fokus utama dari program ini adalah memastikan sarjana yang dibantu benar-benar dapat menyelesaikan pendidikan, bekerja, dan pada akhirnya mampu mengubah taraf hidup keluarganya.

Dalam proses evaluasi, Wali Kota Eri mengungkapkan adanya temuan menarik terkait jalur masuk beasiswa. Menurut Peraturan Wali Kota (Perwali) jalur masuk seharusnya berbasis prestasi, namun dalam praktiknya ditemukan sejumlah penerima yang lolos melalui jalur mandiri. Temuan ini kemudian menjadi bahan diskusi intensif bersama para rektor.

“Kami sepakati, apabila mahasiswa tersebut masuk kategori tidak mampu, maka tetap akan dibiayai oleh pemerintah kota, dengan besaran yang dibicarakan bersama pihak rektorat. Namun, kami juga menemukan ketidaksesuaian data, termasuk anak-anak mantan pejabat atau pensiunan yang ketika pengajuan data dituliskan sebagai tidak bekerja, padahal memiliki pensiun dan aset yang memadai,” jelasnya.

Selain itu, ditemukan manipulasi data penghasilan orang tua pada saat pengisian formulir, baik di sistem Pemkot Surabaya maupun perguruan tinggi. Ada yang menurunkan data agar dinyatakan tidak mampu, dan ada pula yang menaikkan data agar lolos jalur mandiri. Ketidaksinkronan ini menyebabkan besaran UKT menjadi tidak proporsional dan menimbulkan ketidakadilan.

“Terima kasih kepada para rektor yang terbuka berdiskusi dan mengambil kebijakan korektif. Ada mahasiswa yang memang tidak mampu namun lolos jalur mandiri karena memasukkan angka tertentu, padahal secara ekonomi tidak memungkinkan. Ini menjadi evaluasi bersama, dan praktik-praktik seperti ini tidak boleh terulang,” terang dia.

Tahun 2025, terdapat 5.168 penerima Beasiswa Pemuda Tangguh, dengan 880 mahasiswa berasal dari jalur mandiri, atau sekitar 17 persen. Meski jumlahnya relatif kecil, Wali Kota Eri menegaskan bahwa semua tetap dianggap sebagai anak-anak Surabaya. Namun, ke depan, beasiswa tidak boleh diperoleh dengan cara yang keliru. Semua proses harus transparan, jujur, dan berbasis kebutuhan nyata serta prestasi akademik.

MoU yang akan diteken Jumat mendatang menjadi simbol kolaborasi yang lebih erat antara Pemkot Surabaya, PTN, dan PTS. Jalur prestasi ditegaskan sebagai jalur eligible atau SNBT. Sedangkan jalur mandiri, yang identik dengan adanya sumbangan, tidak lagi menjadi dasar pemberian beasiswa.

Mahasiswa yang sudah terlanjur masuk dan terbukti tidak mampu tetap dapat melanjutkan kuliah, dengan jaminan pembiayaan hingga lulus. Namun, tetap ada sanksi berupa kewajiban kejujuran dan larangan mengulangi manipulasi data.

“Kebijakan ini kami ambil karena keterbatasan anggaran. Jika seluruh biaya ditanggung tanpa prioritas, manfaat beasiswa hanya akan dirasakan oleh segelintir orang. Tujuan utama kami adalah menjangkau sebanyak mungkin warga yang benar-benar membutuhkan, sejalan dengan amanat UUD 1945 dan nilai Pancasila, bahwa fakir miskin dan anak terlantar menjadi tanggung jawab negara, serta mencerdaskan kehidupan bangsa adalah kewajiban bersama,” tegasnya.

Dengan penandatanganan MoU nanti, Pemkot Surabaya memastikan pendidikan tinggi bagi anak-anak Kota Pahlawan tidak hanya gratis, tetapi juga adil, transparan, dan tepat sasaran, sehingga setiap mahasiswa mampu menyelesaikan pendidikan, bekerja, dan memberi dampak positif bagi keluarga maupun masyarakat.

“Seluruh sistem beasiswa akan diperbaiki agar praktik-praktik keliru tidak lagi terjadi, dan semua mahasiswa Surabaya memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan tinggi,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Runtuh, Siswa Panik

Atap salah satu ruang kelas di SMPN 60 Surabaya yang runtuh.

SURABAYA-KEMPALAN: Plafon salah satu ruang kelas di SMP Negeri 60 Kota Surabaya runtuh pada Rabu (28/1/2026) pagi. Insiden tersebut diduga dipicu tekanan angin yang cukup kuat serta kondisi plafon berbahan gypsum yang sudah rapuh.

Meski kejadian berlangsung saat aktivitas belajar mengajar, tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. Para siswa pun langsung dievakuasi dan kegiatan pembelajaran dipindahkan sementara ke ruang laboratorium dan perpustakaan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Ahmad Syahroni menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat kejadian, siswa kelas VII E tengah mengikuti pembelajaran literasi.

“Kejadiannya sekitar pukul 07.00 WIB, anak-anak masuk (kelas) 06.30 WIB. Saat itu (anak-anak) lagi belajar literasi di kelas, Bahasa Indonesia,” ujar Syahroni.

Menurut dia, tekanan angin di lantai tiga gedung SMPN 60 Surabaya cukup tinggi dan menyebabkan plafon terdorong ke bawah. “Memang itu tekanan anginnya tinggi di sana, di lantai tiga ini. Ternyata setelah kita cek, itu ada peluang angin masuk dari atasnya plafon, maka dia (angin) menekan ke bawah,” jelasnya.

Plafon yang runtuh diketahui berbahan gypsum dan sudah berusia cukup lama. Ke depan, Syahroni mematikan bahwa Dispendik Surabaya akan menggantinya dengan material yang lebih ringan.

“Nah, ini nanti (plafon) akan kita tutup, terus juga plafonnya akan kita ganti bahan yang beda, yang ringan, triplek. Soalnya itu (yang runtuh) dari gypsum yang mungkin berat, ini memang sudah agak lama sih. (Padahal) kondisi besinya itu lurus, gak ada yang bengkok, gak ada yang bocor,” jelas Syahroni.

Syahroni juga menuturkan sebagian ruang kelas lain di sekolah tersebut sebenarnya sudah menggunakan plafon berbahan triplek. “Beberapa kelas sudah diganti sama triplek, tinggal yang ini belum,” imbuhnya.

Jumlah siswa di kelas tersebut sekitar 32 anak. Meski tidak ada yang tertimpa secara langsung, sejumlah siswa sempat mengalami trauma dan kepanikan.

“Sudah ada penanganan dari Puskesmas sama DP5APPKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana), psikolog yang menenangkan anak-anak,” ungkap Syahroni.

Ia juga memastikan tidak ada siswa yang mengalami luka fisik. “Karena nggak ada benda tajamnya. Jadi (anak-anak kayak) kaget gitu, tapi nggak sampai luka,” katanya.

Saat ini, puing-puing plafon yang runtuh telah dibersihkan dan proses perbaikan segera dilakukan. Untuk sementara, kegiatan belajar siswa kelas VII E dan kelas di sebelahnya dipindahkan ke ruang lain.

“Ini sudah dibersihkan mau kita perbaiki dengan bahan baru, terus anak-anak (sementara) belajar di ruang lab maupun di perpustakaan. Anak kelas 7E dan sebelahnya itu ikut biar tenang sekalian,” kata Syahroni.

Selain tenaga medis dari Puskesmas dan psikolog, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem lanjutan. 

“Yang menangani Puskesmas dan Psikolog (DP5APPKB). Untuk BPBD juga ada di lokasi siap siaga, kalau (misal) nanti ada angin kencang lanjutan,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Libatkan ITS, Pemkot Surabaya Buka Konsolidasi Pengadaan Semen 2026

Kepala BPBJAP Kota Surabaya Aly Murtadlo

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya mengumumkan pembukaan Konsolidasi Pengadaan Bahan Material Konstruksi berupa semen untuk Tahun Anggaran (TA) 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemkot dalam memperkuat tata kelola pengadaan sekaligus membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi pelaku usaha di bidang material konstruksi.

Pengumuman tersebut ditujukan kepada para prinsipal, pabrikan, produsen, hingga penyedia material konstruksi yang memenuhi kualifikasi untuk berpartisipasi dalam proses pengadaan.

Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan (BPBJAP) Kota Surabaya Aly Murtadlo menjelaskan, paket pengadaan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan material strategis untuk pembangunan infrastruktur kota.

Paket pengadaan tersebut mencakup penyediaan material konstruksi berupa semen yang telah ditetapkan sesuai dengan spesifikasi teknis,” ujar Aly Murtadlo, Rabu (28/1).

Ia menjelaskan bahwa seluruh pembiayaan pengadaan akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya TA 2026. Untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan, penyusunan konsolidasi pengadaan ini telah mendapatkan pendampingan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

“Selain itu konsolidasi pengadaan ini juga melibatkan Tenaga Ahli Sipil dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),” kata Aly.

Aly menegaskan, pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan konsolidasi berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Termasuk pula berbasis pada data kebutuhan riil, serta mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, dan transparansi.

“Dengan adanya pendampingan tersebut, Pemkot Surabaya berharap pelaksanaan pengadaan dapat berlangsung secara lebih terukur dan akuntabel, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur di Kota Surabaya,” tegasnya.

Proses pengadaan dijadwalkan berlangsung di Kantor Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Surabaya yang berlokasi di Jalan Sedap Malam Nomor 1, Surabaya.

“Informasi lengkap terkait pengumuman konsolidasi pengadaan ini juga dapat diakses melalui portal resmi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kota Surabaya,” jelas Aly.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga menyediakan dokumen pemilihan yang memuat jadwal kegiatan, persyaratan, serta pedoman pelaksanaan bagi calon peserta. Dokumen tersebut diakses melalui laman resmi instagram BPBJAP Surabaya.

“Sementara pengunggahan dokumen penawaran dilakukan melalui formulir daring sesuai ketentuan yang ditetapkan,” sambungnya.

Dengan dibukanya konsolidasi pengadaan bahan material konstruksi ini, ia berharap dapat menjaring penyedia yang kompeten dan profesional untuk mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur kota pada TA 2026.

“Ketentuan pengumuman dan unduh dokumen pemilihan serta spesifikasi teknis pada 22-28 Januari 2026. Kemudian pemasukan atau unggah dokumen penawaran pada 28 Januari – 3 Februari 2026,” paparnya.

Karenanya, pihaknya berharap seluruh peserta mempelajari dokumen secara saksama dan menyampaikan penawaran sesuai spesifikasi teknis serta ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kami undang seluruh prinsipal, pabrikan, produsen, serta penyedia material konstruksi yang memenuhi kualifikasi untuk berpartisipasi,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Khofifah Ajak KPID Jatim Sukseskan Kick Off Piala Dunia 2026

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima jajaran KPID Jatim, Selasa (27/1).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan lembaga penyiaran dan pemerintah daerah untuk menyukseskan Kick Off Penyiaran Piala Dunia 2026 yang dimulai pada 1 Februari mendatang.

Ajakan itu disampaikan saat menerima jajaran KPID Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (27/1).

Khofifah menilai perhelatan Piala Dunia 2026 menjadi momentum bersejarah karena hak siarnya di Indonesia dipercayakan kepada media milik pemerintah. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan secara maksimal agar masyarakat dapat menikmati pertandingan secara legal, berkualitas, dan merata hingga ke daerah. Lebih dari itu produk UMKM kita harapkan terdongkrak omsetnya.

“Pesan saya sinergi, sinergi, sinergi, utamanya di kabupaten/kota. Apa yang bisa kita sampaikan saat ini adalah penguatan jelang Kick Off Piala Dunia 2026 pada 1 Februari besok,” ujarnya.

Ia menegaskan, KPID Jatim memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemegang hak siar, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Peran tersebut diperlukan untuk mengantisipasi potensi kendala teknis maupun regulasi, khususnya terkait penayangan di ruang publik.

“Sinergi ini diharapkan dapat meminimalisir kendala teknis maupun regulasi terkait penayangan di ruang publik, sehingga masyarakat dapat merasakan kemeriahan turnamen,” jelasnya.

Khofifah juga berharap ajang Piala Dunia 2026 dapat menjadi panggung bagi lembaga penyiaran untuk menunjukkan profesionalisme dalam menghadirkan tayangan yang informatif, menghibur, sekaligus edukatif. Ia optimistis kolaborasi antara Pemprov Jatim, KPID Jatim, TVRI, serta pemerintah daerah akan membuat pelaksanaan penyiaran berjalan kondusif.

“Semangat gotong royong antarlembaga ini menjadi kunci utama agar Jawa Timur tetap menjadi barometer nasional dalam penyelenggaraan penyiaran publik yang tertib, edukatif, dan penuh kegembiraan bagi seluruh pecinta sepak bola di tanah air,” ungkapnya.

Selain itu, Khofifah juga mendorong KPID Jatim untuk memperkuat sinergi program dengan KPID di provinsi lain. Menurutnya, kolaborasi lintas wilayah akan memperkuat fungsi pengawasan dan literasi penyiaran di tengah derasnya arus informasi digital.

“Langkah strategis ini diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif informasi hoaks serta memperkuat peran media konvensional sebagai referensi utama berita yang akurat dan terpercaya,” pungkasnya.

Ketua KPID Jatim Royin Fauziana menyatakan kesiapan KPID Jatim untuk mempublikasikan dan mensukseskan kick off Piala Dunia 2026.

“Alhamdulillah terima kasih kepada Gubernur Khofifah menerima kunjungan dan menerima laporan kinerja KPID Jatim 2025. Kami siap melakukan secara masif mempublikasikan dan mensukseskan kick off Piala Dunia 2026,” kata Royin.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua KPID Jawa Timur Royin Fauziana, Wakil Ketua KPID Jawa Timur Khoirul Huda, serta jajaran anggota KPID Jawa Timur. (Dwi Arifin)

Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Kehormatan Universiti Malaya

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima cindera mata dari Univesiti Malaya. 

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan perguruan tinggi dan komunitas internasional, termasuk Universiti Malaya, guna memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan di Jawa Timur.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan kehormatan Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, dalam rangka Lawatan Kunjung Hormat Universiti Malaya Program Outbound Malang Intellectual Journey di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (27/1).

“Saya berharap, kunjungan ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan, memperluas wawasan, serta menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat, produktif, dan berkesinambungan antara Jawa Timur dan Malaysia,” ujarnya.

Gubernur Khofifah menyampaikan selamat datang sekaligus menegaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan, kerja sama, serta pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Pemprov Jatim menyambut hangat kedatangan rombongan mahasiswa dan dosen Universiti Malaya. Semoga silaturahim ini bisa kita teruskan dalam format lainnya, bisa melalui format dakwah, format di bidang ekonomi, format di bidang pendidikan, format di bidang budaya dan seterusnya,” ujarnya.

Menurut Khofifah, program kunjungan akademik semacam ini tidak hanya memperkuat jejaring antarmahasiswa dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya serta pertukaran perspektif global.

“Program ini tidak hanya memperkuat jejaring antarmahasiswa dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya serta pertukaran perspektif global,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memaparkan potensi Jawa Timur sebagai provinsi dengan modal dasar pembangunan yang kuat. Dengan jumlah penduduk mencapai hampir 15 persen dari total penduduk Indonesia dan didominasi usia produktif, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Potensi tersebut ditopang oleh letak geografis yang strategis, infrastruktur yang semakin terkoneksi, serta ekosistem industri dan logistik yang terus berkembang,” jelasnya.

Secara ekonomi, lanjutnya, Jawa Timur  konsisten menunjukkan kinerja yang solid. Pada Triwulan III-2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh positif sebesar 5,22 persen (y-on-y), lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan nasional yang sebesar 5,04 persen.

Jawa Timur juga menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,65 persen dan berkontribusi 14,54 persen terhadap perekonomian nasional. Capaian ini mencerminkan ketahanan sekaligus daya saing ekonomi Jawa Timur di tengah dinamika dan ketidakpastian global.

“Saat ini, Jawa Timur mengambil peran sebagai ‘Gerbang Baru Nusantara’, yang didukung oleh keberadaan Pelabuhan Tanjung Perak yang melayani hampir 80 persen distribusi logistik ke kawasan Indonesia Timur,” terangnya.

“Jawa Timur juga memiliki 13 kawasan industri serta dua Kawasan Ekonomi Khusus, yaitu KEK Gresik dan KEK Singhasari,” imbuhnya.

Tak hanya potensi ekonomi, Khofifah juga menegaskan karakter Jawa Timur sebagai daerah yang menjunjung tinggi Islam moderat dan toleransi. Menurutnya, fondasi moderasi beragama di Indonesia tidak lepas dari peran para Wali Songo. Lima Wali di antaranya ada di Jawa Timur.

“Lima dari sembilan Wali yang mengajarkan Islam moderasi ini ada di Jawa Timur, Sunan Ampel, Sunan Giri, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Drajat dan Sunan Bonang,” tuturnya.

Ia menilai nilai-nilai moderasi dan toleransi tersebut menjadi perekat kuat hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun. Menurutnya, persaudaraan yang harmonis dan kedekatan kultur merupakan kekuatan besar dalam membangun energi positif bagi kemajuan kedua negara.

“Persaudaraan yang harmonis, kultur yang hampir sama ini menjadi kekuatan untuk terus menggerakkan seluruh energi positif dalam membangun negara kita masing-masing,” kata Khofifah.

Sementara itu, Pensyarah Kanan Jabatan Usuluddin dan Dakwah Universiti Malaya, Dr. Muhammad Hazim bin Mohd Azhar, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan yang diberikan Gubernur Khofifah.

Ia mengaku terkesan dengan paparan mengenai Islam moderat yang dibangun para Wali Songo di Tanah Jawa dan hingga kini tetap menjadi pegangan masyarakat Indonesia.

“Saya selaku wakil daripada Universiti Malaya sangat menghargai dan berterima kasih, sangat-sangat hargai kepada ibu Gubernur semoga Allah SWT akan angkat derajat beliau. Saya kira ibu Gubernur itu sebagai satu nikmat yang Allah berikan kepada penduduk atau rakyat Jawa Timur,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Pemkot Surabaya Terapkan Parkir Digital di 76 Titik

Kepala UPT Parkir Tepi Jalan Umum Dishub Kota Surabaya Jeane Mariane Taroreh.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya terus mengembangkan sistem parkir digital untuk meningkatkan transparansi dan ketertiban parkir di tepi jalan umum (TJU). Hingga 26 Januari 2026, parkir digital telah diterapkan di 76 titik yang tersebar dalam tiga zona di Kota Surabaya.

Kepala UPT Parkir Tepi Jalan Umum (TJU) Dinas Perhubungan Kota Surabaya Jeane Mariane Taroreh menjelaskan, penerapan parkir digital tersebut dibagi ke dalam tiga zona. “Saat ini terdapat 76 titik parkir digital yang terbagi dalam tiga zona,” ujar Jeane, Selasa (17/1).

Adapun Zona 1 mencakup 37 titik parkir yang berada di ruas Jalan Blauran, Jalan Embong Malang, Jalan Tanjung Anom, dan Jalan Genteng Besar. Kemudian Zona 2 meliputi 26 titik parkir di ruas Jalan Kedung Doro. Sementara Zona 3 terdiri dari 13 titik parkir yang tersebar di Jalan Kedungsari, Jalan Tegalsari, Jalan Kombespol M. Duryat, dan Jalan Taman Apsari.

Adapun Zona 1 mencakup 37 titik parkir yang berada di ruas Jalan Blauran, Jalan Embong Malang, Jalan Tanjung Anom, dan Jalan Genteng Besar. Kemudian Zona 2 meliputi 26 titik parkir di ruas Jalan Kedung Doro. Sementara Zona 3 terdiri dari 13 titik parkir yang tersebar di Jalan Kedungsari, Jalan Tegalsari, Jalan Kombespol M. Duryat, dan Jalan Taman Apsari.

Jeane menyebut sejumlah lokasi tersebut dipilih karena memiliki tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi, khususnya di kawasan perdagangan dan wisata.

“Di Tanjung Anom, Blauran dan Genteng Besar, area-area ini merupakan area perdagangan. Di Embong Malang juga animo masyarakat sangat tinggi untuk parkir  tepi jalan umum di area jalan-jalan tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan parkir digital juga diiringi dengan pendataan juru parkir. Termasuk pembukaan rekening Bank Jatim sebagai bagian dari sistem bagi hasil yang lebih transparan.

“Jadi ambil kita mendata para petugas parkir ini untuk di data rekeningnya untuk bagi hasil mereka, hak yang harus mereka terima bisa masuk ke rekening masing-masing,” katanya.

Percepatan digitalisasi parkir ini dilakukan berdasarkan aspirasi masyarakat. Jeane mengungkapkan, hasil jajak pendapat menunjukkan dukungan yang sangat tinggi terhadap kebijakan tersebut.

“Karena berdasarkan polling dari masyarakat Surabaya dan masyarakat di luar kota, hasilnya 85-90% menginginkan parkir tepi jalan umum untuk diberlakukan digitalisasi,” ungkap dia.

Ia juga menuturkan bahwa proses pelatihan juru parkir telah dilakukan bersamaan dengan validasi data dan pemasangan aplikasi pada perangkat yang digunakan. Perangkat tersebut disiapkan sepenuhnya oleh UPT Parkir Dishub Kota Surabaya.

“Jadi operasional dari device atau HP ini, petugas kami menyediakan, menyiapkan, dan mengantarkan ke lokasi. Setelah itu kita bawa kembali,” ujarnya.

Dalam sistem pembayaran digital, masyarakat dapat menggunakan QRIS atau uang elektronik, dengan informasi lokasi parkir dan rekening pemerintah kota yang langsung muncul di perangkat petugas.

“Jadi dengan device yang sudah disediakan UPT parkir dinas perhubungan kota Surabaya melalui pemerintah Kota Surabaya ini tujuannya supaya transparan, supaya masyarakat juga lebih nyaman, lebih mudah,” tuturnya.

Jeane berharap penerapan parkir digital dapat memperkuat basis data petugas parkir serta meningkatkan akuntabilitas Pemkot Surabaya. Karenanya, ia juga mengajak masyarakat untuk mulai menggunakan sistem parkir digital di lokasi yang telah disediakan.

“Harapan kami dari UPT Parkir Dishub Kota Surabaya mohon dukungan masyarakat. Bagaimana caranya? Ayo mulai parkir digital di lokasi-lokasi yang sudah kami sediakan,” pesan dia.

Jeane berharap dukungan masyarakat Surabaya dapat membuat program parkir digital di Kota Surabaya berjalan optimal. “Harapannya masyarakat Surabaya mendukung program pemerintah kota ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Bawa United Menangi Dua Big Match, Layakkah Carrick Jadi Pelatih United?

MANCHESTER-KEMPALAN: Michael Carrick memulai karier kepelatihannya di Manchester United dengan dua kemenangan beruntun. Spesialnya, United sukses mengalahkan dua klub top Liga Primer Inggris.

Mulai dari memenangi derbi Manchester melawan Manchester City dua gol tanpa balas (17/1), lalu diikuti kemenangan 3-2 melawan Arsenal di Emirates Stadium, London, pekan lalu (25/1).

Akhir pekan nanti, United akan menjamu Fulham FC di Old Trafford, Manchester, 1 Februari mendatang. The Red Devils (julukan United) asuhan Carrick pun bisa berpotensi memenangi laga itu lagi.

BACA JUGA: Ternyata, Ini Kunci Carrick Menangi Laga di United

Status Carrick saat ini sementara masih bersifat pelatih interim. Petinggi United belum menentukan sosok yang akan dipermanenkan kontraknya sebagai pelatih United.

Pro dan kontra pun sudah merebak di kalangan legenda United terkait kelayakan Carrick dipermanenkan kontraknya sebagai nahkoda United. Mantan kapten Roy Keane menganggap Carrick belum saatnya dipermanenkan kontraknya.

’’Aku rasa, meskipun United memenangkan setiap pertandingan mulai sekarang hingga akhir musim, aku tetap tidak akan memberinya pekerjaan sebagai pelatih United,’’ kata Keane kepada Sky Sports.

Gary Neville, mantan fullback kanan United, bahkan menganggap Thomas Tuchel atau Carlo Ancelotti yang lebih layak membesut United. Bukan Carras (sapaan akrab Carrick).

’’Posisi itu hanya layak dia jabat sampai akhir musim dan menyerahkan tongkat estafet ke pelatih yang lebih berkelas dunia,’’ klaim Neville. ’’Itulah tugasnya pada saat ini,’’ sambungnya.

BACA JUGA: Bukan Hanya Soal Prestasi, Alasan Ini yang Membuat United Pecat Amorim

Mantan kapten United lainnya Rio Ferdinand, pada program acara Rio Ferdinand Presents, membela Carrick dan menganggap Carrick sudah layak melatih United. ’’Omong-omong, dia bisa membawa United mengalahkan Man City dan Arsenal, lho,’’ kata Ferdinand, dilansir dari laman Metro.

Ferdinand termasuk sosok yang kerap mendukung mantan pemain United duduk sebagai pelatih United. Apalagi setelah memenangi laga-laga penting. Seperti saat Ole Gunnar Solskjaer sukses membawa United mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) dalam Liga Champions 2018.

’’United mungkin tidak akan berterima kasih kepadaku. Tapi keluarkan kontrak untuknya, letakkan di atas meja, dan biarkan dia menandatanganinya,’’ tegasnya. (YMP)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.