Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 11:20 WIB
Surabaya
--°C

Gratis! Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Export-Import dan K3 Umum

Kepala Disperinaker Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya membuka program pelatihan kompetensi bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi pencari kerja di bidang Export-Import dan K3 Umum.

Program pelatihan “gratis” atau tanpa dipungut biaya ini menjadi bagian dari upaya pemkot meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjawab kebutuhan dunia industri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, jenis pelatihan yang diselenggarakan telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. Khususnya pada sektor-sektor yang memiliki permintaan tenaga kerja cukup tinggi.

“Pelatihan ini lebih ke arah untuk kebutuhan export-import dan K3 Umum. Kalau K3 Umum memang dibutuhkan, biasanya kalau ke perusahaan – perusahaan salah satu syaratnya adalah K3 Umum,” kata Agus Hebi, Selasa (3/2).

Menurut Hebi, pelatihan yang dibuka merupakan jenis pelatihan dengan tingkat serapan tenaga kerja yang relatif tinggi. Oleh karena itu, Disperinaker Surabaya secara konsisten mengadakan pelatihan serupa setiap tahun agar dapat memberikan peluang kerja lebih luas bagi masyarakat.

“Makanya jenis-jenis pelatihan yang serapannya tinggi tetap kita adakan untuk warga Kota Surabaya. Terutama untuk adik-adik yang mencari kerja (pencari kerja),” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pelatihan akan dilaksanakan secara terstruktur dan mengikuti kurikulum yang telah ditetapkan. Bahkan, metode pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis di dalam kelas, tetapi juga dilengkapi dengan praktik kerja. “Kalau metode pasti sesuai kurikulum. Ada ketentuannya, ada sarana prasarananya, itu semua kelas,” jelasnya.

Selain pembelajaran dan praktik, Hebi menyebutkan bahwa peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikasi kompetensi resmi dari BNSP. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing peserta, sekaligus membuka peluang program magang sebagai jembatan menuju dunia kerja.

“Peserta juga akan mendapatkan on job training hingga kesempatan magang. Nah, endingnya adalah mereka bisa bekerja,” terang Hebi.

Melalui pelatihan kompetensi ini, Hebi berharap Pemkot Surabaya dapat menekan angka pengangguran terbuka di Kota Pahlawan. Dikatakan, peningkatan keterampilan pencari kerja menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat penyerapan tenaga kerja.

“Jadi harapannya bisa meningkatkan upaya penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Surabaya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pendaftaran pelatihan Export-Import dan K3 Umum dibuka pada minggu pertama hingga kedua Februari 2026. Program ini diperuntukkan bagi warga ber-KTP Surabaya, berusia minimal 18 tahun, serta memiliki latar belakang pendidikan minimal SMA atau SMK.

Adapun pelaksanaan pelatihan dijadwalkan mulai Maret 2026. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi  disnaker.surabaya.go.id/three atau dengan memindai kode QR yang telah disediakan. (Dwi Arifin)

Carrick Menangi Tiga Laga Beruntun United

MANCHESTER-KEMPALAN: Manchester United asuhan Michael Carrick saat ini masih belum terhenti streak kemenangannya. Kemarin WIB (2/2), United asuhan Carrick mampu mengalahkan Fulham FC 3-2 di Old Trafford, Manchester.

Ketiga gol United dicetak masing-masing lewat Casemiro (menit ke-19), Matheus Cunha (menit ke-56), dan Benjamin Sesko (menit ke-90+4’). Sementara, Fulham mencetak dua golnya masing-masing dari Raul Jimenez dan Kevin masing-masing pada menit ke-85 dan menit pertama injury time babak kedua.

Sebelumnya, United di tangan Carrick mampu memenangi dua laga bigmatch-nya di Liga Primer Inggris. Setelah mengalahkan Manchester City dua gol tanpa balas, dalam derbi Manchester, 17 Januari lalu, United membekuk Arsenal 3-2 di depan pendukungnya di Emirates Stadium, London, 25 Januari.

Carrick lebih cepat dalam mencatatkan dua gol atau lebih dalam satu laga selama tiga laga beruntun. Bandingkan saat United masih ditangani Ruben Amorim, yang hanya tiga kali melakukannya dalam 20 laga.

BACA JUGA: Ternyata, Ini Kunci Carrick Menangi Laga di United

Bedanya, baru kali ini Bruno Fernandes dkk mencetak gol pada injury time babak kedua. Yaitu gol penentu kemenangan yang dicetak penyerang Benjamin Sesko di menit keempat injury time tersebut.

’’Banyak hal yang terjadi dalam pertandingan malam ini,’’ sebut Carrick pada sesi wawancara dengan BBC Match of the Day. Carrick menyadari penampilan bagus dari Fulham malam itu.

Terutama dengan permainan bertahan ala klub berjuluk The Cottagers tersebut yang menyulitkan anak asuhnya. ’’Pemainku sudah mengerahkan semua upaya di dalam menjebol gawang Fulham. Mereka benar-benar bertekad mengalahkan tim ini,’’ sebut Carras (sapaan akrab Carrick).

Di sisi lain, bagi Sesko, gol ke gawang Fulham jadi gol keenamnya untuk United di musim ini. Sesko masuk sebagai pemain pengganti ketika laga hanya menysakan 16 menit.

Gol ini pun jadi gol paling telat yang diciptakan bomber berkebangsaan Slovenia itu. Kepada MUTV, Sesko merasa tersanjung bisa menciptakan gol di Old Trafford. ’’Momen yang selalu aku impi-impikan, dan aku sudah memimpikan momen ini,’’ tegas Sesko. (YMP)

RSUD Syamrabu Bangkalan Surplus Lewat BPJS

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi RSUD Syamrabu Bangkalan, Mimggu (1/2).

BANGKALAN-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan, Minggu (1/2).

Melalui peninjauannya ini, Khofifah ingin memastikan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Syamrabu Bangkalan yang merupakan salah satu layanan kesehatan terbesar di Pulau Madura.

Usai meninjau, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi tinggi terhadap manajemen rumah sakit yang dinilai berhasil melakukan lompatan besar, baik dari sisi inovasi teknologi medis maupun kemandirian tata kelola keuangan rumah sakit daerah.

Salah satu pencapaian luar biasa yang disoroti  Khofifah adalah kemampuan RSUD Syamrabu Bangkalan dalam mengelola anggaran hingga mencapai status surplus dalam kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Kabar bahwa di RSUD Syamrabu ini surplus lewat BPJS tentu jadi angin segar. Apalagi di tengah isu penyesuaian anggaran secara nasional, maka kemampuan Pemda dan seluruh jajaran di dalamnya untuk lebih kreatif dalam mengelola anggaran tentu diperlukan,” ungkapnya.

Di tengah tantangan pembiayaan kesehatan nasional, ini menjadi bukti nyata efisiensi manajemen operasional yang sangat baik. Untuk itu, Khofifah menegaskan bahwa prestasi ini menunjukkan kemampuan rumah sakit daerah dalam memberikan layanan optimal sekaligus menjaga kesehatan finansial lembaga.

Selain aspek kemandirian finansial, Khofifah juga memberikan perhatian khusus pada implementasi teknologi Farmasi Robotik yang menggunakan perangkat canggih bernama CONSIS di RAUD Syamrabu Bangkalan. Teknologi ini merupakan sistem otomatisasi penyimpanan dan pendistribusian obat yang terintegrasi.

“Digitalisasi terjadi di semua lini semua aspek. Tadi kita lihat bersama bagaimana kecepatan pengambilan obat setelah mendapatkan resep sampai diterimakan ke pasien. Sangat bagus dan sangat advance,” puji Khofifah.

Melalui penggunaan teknologi CONSIS, Gubernur Khofifah optimis bahwa selain mempercepat pelayaban juga dapat mengurangi risiko Humas Error dalam peracikan serta pembagian obat kepada pasien.

“Karena memangkas waktu peracikan dan pengambilan, maka dapat memangkas waktu antrian bagi pasien. Semua dilakukan dalam hitungan detik,” tukasnya.

Untuk itu, Khofifah berharap agar inovasi ini menjadi pemantik bagi RSUD lain di seluruh Jawa Timur untuk tidak ragu berinvestasi pada teknologi medis terbaru.

Kepada manajemen dan pegawai rumah sakit, Khofifah tak lupa berpesan agar terus meningkatkan kinerja dan berseiring dengan kemajuan teknologi. Pembaruan fasilitas dan teknologi bukan menjadi alasan untuk menjadi lengah, tetapi semakin maju dengan tetap berorientasi pada layanan.

“Apa yang dilakukan RSUD Syamrabu hari ini adalah bukti bahwa dengan kemauan yang kuat, rumah sakit daerah bisa memiliki layanan standart internasional,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Khofifah: Keilmuan Ponpes Putri Nurul Cholil Langsung dari Syaikhona Kholil

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Hablatul Imtihan di Ponpes Putri Nurul Cholil Demangan Barat, Bangkalan, Minggu (1/2).

BANGKALAN-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi peran strategis pondok pesantren dalam membekali ilmu agama sekaligus membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Haflatul Imtihan Pondok Pesantren Putri Nurul Cholil Demangan Barat, Kabupaten Bangkalan, Minggu (1/2).

Kehadiran Khofifah disambut hangat oleh pengasuh dan keluarga besar pondok pesantren, ratusan santriwati, serta para wali santri yang memadati halaman pesantren tempat prosesi wisuda berlangsung. Para santriwati tampak berjejer rapi untuk bersalaman denga Khofifah sebagai bentuk takzim sekaligus ungkapan kebahagiaan atas momentum kelulusan.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh para santriwati selama menimba ilmu di Pondok Pesantren Putri Nurul Cholil memiliki keistimewaan tersendiri karena sanad keilmuannya  bersambung langsung dengan keilmuan Syaikhona Kholil Bangkalan, ulama besar yang menjadi poros keilmuan pesantren di Indonesia.

“Ilmu yang langsung dari Syaikhona Kholil Bangkalan ini, Insya Allah terang sanad  keilmuannya dan manfaat barokah,” ujarnya.

Khofifah yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU itu berharap keberkahan ilmu yang diperoleh para santriwati tidak hanya bermanfaat secara pribadi, tetapi juga mampu memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas, bangsa, dan negara, khususnya di Jatim.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan Wisuda Tahfidzil Qur’an bagi santriwati penghafal Al-Qur’an. Gubernur Khofifah secara khusus mengikuti prosesi tersebut serta menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada para hafidzah.

“Kita semua tentu berharap punya putra putri sholeh sholehah apalagi hafidz hafidzoh yang nantinya bisa mengantarkan keluarganya ke Surganya Allah SWT,” ungkapnya.

Sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang, Khofifah memberikan uang saku untuk tambahan beli kitab  masing-masing sebesar Rp500 ribu kepada 20 santriwati terpilih. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat sekaligus penunjang dalam memperdalam pendidikan.

“Ini adalah tanda sayang dari kami, sebagai penyemangat para santriwati sekaligus tambahan biaya membeli kitab. Supaya lebih giat lagi dalam mendalami literatur keislaman dan kitab-kitab kuning,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga menyoroti suasana kebahagiaan para wali santri yang tampak antusias dan penuh haru merayakan kelulusan putri-putrinya. Ia mencermati adanya tradisi baru berupa pemberian buket bunga yang menambah kemeriahan acara.

Menurutnya, hal tersebut merupakan simbol apresiasi orang tua terhadap perjuangan anak-anaknya sekaligus mencerminkan ikatan emosional yang semakin kuat dalam mendukung pendidikan pesantren.

“Luar biasa dukungan dari seluruh wali santri. Terima kasih. Semoga seluruh santriwati di sini mudah mudahan sukses semuanya. Dan tercapai semua cita-citanya manfaat ilmunya,” tandas gubernur perempuan pertama di Jatim ini. (Dwi Arifin)

Kendalikan Banjir, Pemkot Surabaya Tambah 5 Rumah Pompa

Pembangunan salah satu rumah pompa di Surabaya.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya terus memperkuat kesiapan infrastruktur pengendalian banjir untuk menghadapi potensi curah hujan ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Februari 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penambahan rumah pompa, normalisasi saluran air, serta peningkatan kapasitas sistem drainase di sejumlah titik rawan genangan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan, pemkot telah menyiapkan pembangunan sejumlah rumah pompa baru di beberapa kawasan strategis. “Jadi di dekat Gereja Bethany, kawasan Semolo dan Nginden, itu kita bikin rumah pompa,” kata Hidayat Syah, Sabtu (31/1).

Selain itu, lanjut Hidayat, rumah pompa juga akan dibangun di kawasan Teluk Kumai, tepatnya di Teluk Betung. Dengan tambahan tersebut, jumlah rumah pompa di Surabaya akan bertambah lima unit dari total sebelumnya sebanyak 85 unit. “Jadi ada lima lagi (rumah pompa). Bulan ini dan bulan depan kita lelang,” katanya.

Hidayat menegaskan, penambahan rumah pompa menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di Surabaya.

Selain pembangunan infrastruktur baru, pemkot juga tetap mengandalkan normalisasi saluran sebagai solusi utama untuk menjaga kelancaran aliran air.

“Nah, ini kami lakukan sekarang. Jadi kami lakukan (normalisasi) dengan pakai alat (berat), terus dengan tenaga-tenaga Satgas,” jelasnya.

Ia mencontohkan normalisasi yang telah dilakukan di kawasan Simo Kalangan, yang memiliki tingkat sedimentasi cukup tinggi. Dalam proses tersebut, pemkot juga melibatkan Satgas di tingkat kecamatan untuk menangani saluran-saluran di lingkungan warga. “Nah itu selokan-selokan warga yang mengurus teman-teman dari Satgasnya kecamatan. Jadi (Satgas) Kecamatan juga turun,” ungkap Hidayat.

Sementara itu, Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya Adi Gunita menjelaskan, kondisi sistem drainase di Surabaya terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perubahan pola curah hujan.

Menurutnya, sejumlah saluran yang sebelumnya dirancang dengan kapasitas tertentu kini perlu diperbesar untuk mengakomodasi intensitas hujan yang semakin tinggi.

“Jadi memang ada beberapa sistem drainase yang memang dirasa kita memang menyesuaikan dari intensitas curah hujan,” kata Adi.

Pada tahun 2026, Adi menuturkan, DSDABM melakukan intervensi terhadap 12 dari total 30 sistem drainase yang ada di Surabaya. Intervensi tersebut mencakup peningkatan kapasitas saluran drainase, termasuk pembesaran long storage yang dinilai menjadi kebutuhan mutlak.

“Memang di tahun 2026 ini kami ada intervensi dari 30 sistem drainase yang kita miliki, kita ada preservasi di 12 sistem,” ungkapnya.

Menurut dia, pemetaan titik genangan di Surabaya sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Dari sekitar 220 titik genangan yang terdata sejak 2021, jumlah tersebut kini berhasil ditekan menjadi sekitar 138 titik.

Meski demikian, beberapa lokasi seperti kawasan Jalan Raya Tenggilis Mejoyo, Simo Kalangan, dan Margo Mulyo, masih menjadi pekerjaan rumah yang masuk dalam perencanaan penanganan lima tahun ke depan. “Yang namanya genangan, itu tiga parameter yang kita kendalikan. Yakni, terkait dengan tinggi genangannya, lama genangannya, sama luas genangannya,” jelas Adi.

Terkait genangan yang memerlukan waktu lama untuk surut di kawasan Margo Mulyo, Adi menyebut jika wilayah tersebut memiliki karakteristik khusus karena berada di cekungan, terutama di bawah jalan tol dan area keluar Tol Margo Bumi.

Meski telah dilengkapi dengan Rumah Pompa Dongfeng, kapasitas dan konektivitas saluran di kawasan tersebut masih perlu ditingkatkan. “Memang nanti kapasitasnya kita juga akan lakukan (perbesar), selain pemeliharaan,” jelas Adi.

Untuk menghadapi puncak musim hujan Februari 2026, DSDABM memprioritaskan kegiatan operasi dan pemeliharaan (OP) secara masif. Kegiatan tersebut meliputi pengerukan saluran secara rutin untuk mengurangi sedimentasi yang dapat menghambat aliran air.

“Jadi yang hal mandatory dari kami sebenarnya tadi prioritas adalah OP-nya, Operasi Pemeliharaannya,” tutur Adi.

Dia mengakui ketidakpastian cuaca menjadi tantangan tersendiri, meski perencanaan telah didasarkan pada analisis hidrologi jangka panjang. Oleh karena itu, selain memastikan kesiapan sarana dan prasarana, pemkot juga menekankan pentingnya edukasi terkait sampah kepada masyarakat.

“Tapi yang otomatis kita ikhtiarnya adalah sarana prasarana, sembari dengan edukasi masalah sampah hal yang mungkin sangat kita harus intens di situ,” tandas Adi. (Dwi Arifin)

Khofifah: Jepang Penyumbang Realisasi PMA Terbesar Keempat di Jatim

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga iklim investasi yang kondusif serta memastikan Penanaman Modal Asing (PMA) Jepang di Jawa Timur tumbuh secara berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri East Java Investment Government- Japanese Business Networking Reception di Harris Hotel dan Conventions Bundaran Satelit, Surabaya, Jumat (30/1).

Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor Jepang yang secara konsisten menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu tujuan utama investasi di Indonesia.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 212 perusahaan PMA asal Jepang telah beroperasi di Jawa Timur dengan total nilai investasi mencapai lebih dari 5 miliar dolar Amerika Serikat. Jepang pun menjadi negara penyumbang realisasi PMA terbesar keempat di Jawa Timur.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepercayaan investor Jepang yang konsisten menjadikan Jawa Timur tujuan investasi utama dan Jepang sebagai penyumbang realisasi PMA terbesar keempat di Jawa Timur,” ujarnya.

Menurutnya, investasi Jepang di Jawa Timur umumnya bersifat jangka panjang dan berbasis teknologi tinggi. Karakter tersebut menjadikan PMA Jepang sebagai salah satu tulang punggung penguatan struktur industri Jawa Timur, khususnya pada sektor logam, otomotif, kayu, serta industri makanan dan minuman.

“Investasi PMA Jepang terbukti menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, serta memicu pertumbuhan industri pendukung dan UMKM lokal,” ungkapnya.

Khofifah menjelaskan, tingginya kepercayaan investor Jepang tidak terlepas dari komitmen Pemprov Jatim dalam memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari tahap pra-investasi hingga operasional. Reformasi perizinan terus dilakukan melalui sistem digital Online Single Submission (OSS) yang diperkuat dengan Jatim Online Single Submission (JOSS).

Selain itu, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim juga menjamin  keamanan berusaha, menyediakan kemudahan akses informasi investasi melalui platform POINT Jatim (Potential Opportunity and Investment Jawa Timur), serta layanan after care investasi melalui program KLIK – Mobile Investment Clinic.

“Melalui strategi dan upaya ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa investasi yang masuk tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga berkualitas, berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Khofifah menambahkan, realisasi investasi Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai Rp147,7 triliun, menempatkan Jawa Timur dalam tiga besar nasional setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada Triwulan IV 2025, investasi Jawa Timur tumbuh signifikan sebesar 31,6 persen (quarter to quarter) dan 11,4 persen (year on year).

Meski demikian, Khofifah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Untuk itu, ia mengajak Konsulat Jepang dan pimpinan perusahaan Jepang di Jawa Timur guna membangun komunikasi yang  intensif dan berkelanjutan.

Ke depan, Pemprov Jatim akan terus mengembangkan sektor-sektor unggulan yang berpotensi besar bagi investor Jepang, antara lain manufaktur dan otomotif, elektronik dan industri berbasis teknologi, petrokimia dan industri hilir, makanan dan minuman serta agroindustri, energi dan industri hijau, serta infrastruktur dan kawasan industri.

“Saya berharap, peluang-peluang tersebut bisa tercapai untuk terciptanya komunikasi intensif dan kerja sama konkret yang berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap menjadi mitra strategis dan fasilitator bagi setiap rencana investasi yang saling menguntungkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Dr. Takonai Susumu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Konsulat Jepang di berbagai bidang, khususnya dalam sektor ekonomi dan pembenahan iklim investasi.

“Tentu keberhasilan bisa dicapai karena dukungan Pemprov Jatim. Saya apresiasi kepada Pemprov Jatim,” ungkapnya.

Ia juga menyambut positif ajakan Gubernur Khofifah untuk memperkuat intensitas pertemuan dan dialog, terutama dalam membahas tantangan investasi seperti perbedaan budaya bisnis, aspek administrasi, serta regulasi hukum antara Jepang dan Jawa Timur.

“Kami menyambut baik dan siap dengan ajakan Ibu Gubernur Jawa Timur untuk menjunjung tinggi kepatuhan sekaligus memastikan kelancaran usaha bagi kedua pihak,” ungkapnya.

Pada akhir acara, Khofifah didampingi Konsul Jenderal Jepang Takonai Susumu menyerahkan penghargaan kepada delapan perusahaan Jepang yang telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun di Jawa Timur.

Perusahaan tersebut antara lain PT Kutai Timber Indonesia, PT Mermaid Textile Industry Indonesia, PT Hisamitsu Pharma Indonesia, PT Pakarti Riken Indonesia, PT Easterntex, PT Otsuka Indonesia, PT Ajinomoto Indonesia, dan PT Meiji Indonesia Pharmaceutical Industries.

Acara tersebut turut dihadiri Chairman of East Java Japan Club Akazawa Ryoichi, General Manager of Indonesia Technology and Engineering Center PT Ajinomoto Indonesia serta para direktur dan pimpinan perusahaan Jepang yang beroperasi di Jatim. (Dwi Arifin)

Lewat “Semut Ireng”, Pemkot Surabaya Tingkatkan Pemahaman ASN soal Adminduk

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Eddy Christijanto.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat kelurahan dan kecamatan terkait administrasi kependudukan (Adminduk). Salah satunya melalui Program Semut Ireng (Semua Ikut Sinau Bareng) yang digagas oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, pada Program Semut Ireng edisi ke-31 ini, materinya difokuskan pada penertiban alamat rumah sebagai identitas bangunan dan warga. Pasalnya, masih ditemukan adanya alamat ganda yang berdampak pada ketepatan pelayanan publik.

“Kali ini kita mengambil tema terkait dengan proses penertiban satu alamat yang terdiri dari beberapa rumah. Jadi yang perlu kami sampaikan di sini adalah bangunan rumah itu adalah merupakan identitas,” kata Eddy, Sabtu (31/1).

Menurut Eddy, setiap bangunan atau rumah seharusnya memiliki satu alamat dan satu nomor yang jelas sebagai identitas. Namun, berdasarkan data Adminduk, masih ditemukan rumah atau bangunan yang menggunakan alamat sama.

“Ketika itu merupakan identitas, tentunya dia mempunyai alamat dan penomoran yang identik. Satu bangunan atau satu rumah itu satu nomor. Nah, itu menurut ketentuan dalam rangka penataan permukiman,” ujarnya.

Ia mencontohkan, di beberapa wilayah seperti Warugunung, masih ditemukan alamat yang hanya mencantumkan nama kelurahan tanpa nomor rumah atau gang. Bahkan, dalam satu alamat yang sama dapat ditemukan RT dan RW yang sama, sehingga menyulitkan proses identifikasi warga.

“Kenyataan di lapangan berdasarkan data administrasi kependudukan, masih ditemukan terkait adanya rumah atau bangunan yang memiliki alamat yang sama. Utamanya ini adalah memang di pemukiman padat penduduk,” ungkap Eddy.

Kondisi tersebut, lanjut Eddy, berdampak langsung pada berbagai layanan publik, termasuk kesulitan dalam pengiriman informasi maupun pendataan warga. Ia juga menggarisbawahi penataan Kartu Keluarga (KK) yang tidak rasional, dimana satu alamat tercatat dihuni oleh puluhan KK.

“Pendataan DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) sampai dengan 20 Januari, masih sekitar 205.000 KK yang belum dilakukan survei, karena dengan alasan mereka tidak ditemukan di lapangan,” jelasnya.

Eddy menyebut, salah satu penyebab utama tidak ditemukannya warga dalam survei DTSEN adalah penggunaan alamat yang sama oleh banyak KK. Sementara secara fisik rumah tersebut tidak memungkinkan dihuni oleh jumlah KK yang tercatat.

“Jadi alamat rumah tersebut hanya sebagai numpang alamat saja. Sementara orangnya tidak diketahui mereka berada di posisi mana,” papar Eddy.

Karena itu, dalam edisi kali ini, Eddy menyebut bahwa Dispendukcapil Surabaya juga menghadirkan narasumber dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan proses penomoran rumah sebagai identitas bangunan dan warga.

“Materi yang disampaikan terkait bagaimana proses penomoran rumah di alamat, agar memiliki identitas yang khusus terhadap warga tersebut,” paparnya.

Melalui penomoran rumah yang jelas, Eddy berharap setiap bangunan memiliki identitas yang spesifik. Hal ini penting untuk mendukung penataan data kependudukan sekaligus mempermudah warga dalam mengakses layanan administrasi.

“Sehingga ini bisa dimasukkan di dalam data kependudukan, dan warga bisa mendapat pelayanan administrasi kependudukan yang prima,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Pemkot Surabaya Tetapkan 14 Lokasi Pertunjukan Seni

Pertunjukan musik di Taman Surya Balai Kota Surabaya. (Foto: Dok/Humas Pemkot Surabaya)

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya menetapkan 14 titik ruang publik sebagai lokasi pertunjukan seni bagi para seniman. Kebijakan ini berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Nomor 100.3.3.3/185/436.1.2/2025 tentang Penggunaan Ruang Publik di Kota Surabaya untuk Lokasi Tampilan Seni.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Heri Purwadi mengatakan, kebijakan ini sebagai bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk memberi ruang berkesenian sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di tengah masyarakat.

“Ruang publik kita jadikan bukan hanya tempat rekreasi, tapi juga ruang berekspresi bagi seniman. Ini menjadi wadah interaksi antara seni, masyarakat, dan pariwisata kota,” kata Heri, Sabtu (31/1).

Adapu  14 lokasi yang ditetapkan tersebut meliputi Taman Surya Balai Kota, Taman Sejarah, Komplek Balai Pemuda, Taman Bungkul, Taman Suroboyo, Kawasan Tunjungan, Tugu Pahlawan, Adventure Land Romokalisari, Kebun Raya Mangrove, Taman Hiburan Pantai Kenjeran, eks Hi-Tech Mall, Taman Harmoni, Taman Cahaya, serta Kya-Kya Kembang Jepun.

Di lokasi tersebut, beragam pertunjukan seni rutin bakal digelar, mulai dari musik akustik, reog, jaranan, angklung, hingga elektone.

Menurut Heri, beberapa titik seperti Balai Kota, Jalan Tunjungan, dan Balai Pemuda menjadi lokasi favorit para seniman karena berada di pusat kota dan relatif aman dari cuaca. Selain itu, pendapatan seniman dari aktivitas ngamen juga dinilai meningkat.

“Di beberapa titik, khususnya Balai Kota dan Tunjungan, antusiasme seniman sangat tinggi. Pengunjung ramai, sehingga berdampak langsung pada ekonomi para pengisi acara,” jelasnya.

Selain itu, lokasi seperti Taman Bungkul, Taman Suroboyo, Tugu Pahlawan, hingga THP Kenjeran menjadi magnet tersendiri untuk pertunjukan reog dan jaranan.

Pasalnya, selain menyedot penonton, aktivitas ini juga berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik dari sektor parkir maupun tiket masuk kawasan wisata.

“Tampilan seni ini bukan hanya soal hiburan, tapi juga menggerakkan ekonomi. Di Taman Bungkul dan Tugu Pahlawan, misalnya, penonton selalu ramai dan itu berdampak langsung ke sektor parkir dan kunjungan wisata,” ujar dia.

Kendati demikian, kata Heri, masih ada sejumlah ruang publik yang belum teraktivasi secara optimal. Seperti Taman Sejarah yang baru sempat menggelar pertunjukan pada momentum Hari Pahlawan 2025. Sedang eks Hi-Tech Mall dan Kebun Raya Mangrove Gununganyar masih membutuhkan konsep pengembangan dan koordinasi lanjutan.

“Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi dan penguatan konsep agar semua ruang publik bisa dihidupkan secara merata, sehingga seniman memiliki lebih banyak pilihan tempat tampil dan masyarakat semakin menikmati seni di ruang terbuka,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Pemprov Jatim Kucurkan Bonus Rp 8  Miliar untuk Atlet dan Pelatih Berprestasi di SEA Games 2025

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (kiri) dan Ketua KONI Jatim M.Nabil saat memberi keterangan pada awak media. (Foto: Istimewa)

SURABAYA-KEMPALAN: Pemprov Jawa Timur  mengucurkan bonus kepada 161 atlet dan pelatih asal Jatim yang berprestasi dalam SEA Games XXXIII tahun 2025 di Thailand.

Bonus senilai total Rp 8 miliar tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (30/1).

Rinciannya terbagi menjadi 100 orang atlet peraih medali emas, medali perak, dan medali perunggu. Sisanya, 34 atlet non medali dan 27 pelatih asal Jawa Timur.

Pasalnya, para atlet dan pelatih tercatat berhasil menyumbangkan 34 emas 35 perak dan 35 perunggu bagi Indonesia dalam ajang SEA Games XXXIII 2025 Thailand.

Pada kesempatan tersebut Khofifah secara khusus menyampaikan terima kasih dan rasa bangganya. Sebab, kerja keras dan dedikasi seluruh atlet dan pelatih  asal Jatim mampu menorehkan medali yang berkontribusi pada capaian signifikan Indonesia.

“Alhamdulillah dan terima kasih atas dedikasi, kontribusi, dan kerja keras yang luar biasa dalam membawa harum negeri ini dan mengibarkan Merah Putih. Ini adalah sesuatu yang mulia,” ucap Khofifah.

Gubernur Khofifah didampingi Wagub Emil dan Ketua KONI Jatim M.Nabil foto bersama para atlet dan pelatih penerima bonus.

Dari seluruh capaian tersebut, Khofifah secara khusus juga mengapresiasi capaian atlet Triatlon asal Jatim Martina Ayu Pratiwi yang berhasil menyumbangkan lima medali emas dan dua medali perak bagi Indonesia.

“Saya rasa kita juga menemukan atlet yang luar biasa, yaitu Martina di Cabor Triathlon yang berhasil mendapat 5 emas dan 2 Perak. Usianya baru 22 tahun. Saya yakin energinya untuk terus berkarya sangat besar dan tentu harus dengan disiplin yang kuat juga,” ujar gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Kepada Martina dan seluruh pelatih cabor Triathlon, ia berpesan agar dapat terus menjaga sekaligus meningkatkan seluruh productivity dan prestasinya. Tidak hanya di ajang nasional dan regional, harapannya bisa semakin sukses di berbagai ajang internasional lainnya.

“Harus dijaga baik oleh semuanya maupun pelatihnya dan tentu ekosistem olahraga yang bersangkutan,” pesannya.

Kepada seluruh atlet dan pelatih asal Jatim, ia berpesan bahwa perjuangan tidak berhenti pada ajang SEA Games 2025. Namun masih banyak event yang lebih prestis untuk bisa menjadi ajang mengharumkan nama Indonesia.

Oleh sebab itu, pemberian bonus ini merupakan wujud nyata kehadiran dan komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung dan menghargai prestasi olahraga. Ia ingin memastikan bahwa Pemprov hadir tidak hanya saat atlet meraih kemenangan, tetapi juga berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pembinaan olahraga secara berkelanjutan.

“Jatim dikenal sebagai Lumbung Atlet Berprestasi. Mudah-mudahan bisa terus ditingkatkan untuk berkarya pada forum-forum yang sangat prestigius di dunia,” ucapnya semangat.

“Terima kasih semuanya. Dari Jatim, kita dedikasikan untuk Indonesia dan dunia,” pungkasnya.

Adapun besaran bonus yang diberikan kepada atlet dan pelatih untuk perorangan medali emas, perunggu dan perak masing-masing sebesar Rp73.125.000, Rp43.625.000, dan Rp24.125.000. Kemudian untuk beregu dua sampai tiga orang peraih emas, perak dan perunggu sebesar Rp68.250.000, Rp39.000.000, dan Rp19.500.000.

Selanjutnya bonus bagi beregu empat sampai enam orang, peraih emas sebesar Rp63.375.000, perak Rp34.125.000, dan perunggu  Rp14.625.000. Terakhir untuk beregu enam orang lebih menerima bonus sebesar Rp58.500.000 untuk emas, Rp29.250.000 untuk perak dan Rp12.187.000 untuk perunggu.

Sementara itu, Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil menyampaikan terima kasih atas perhatian luar biasa dari Gubernur Khofifah kepada para Atlet.

“Terima kasih atas perhatian Ibu Gubernur. Alhamdulilah Jawa Timur tercatat menjadi provinsi pertama yang telah memberikan bonus bagi atlet SEA Games XXXIII 2025,” ucapnya.

Tidak hanya itu, konsistensi Jatim sebagai “Lumbung Atlet Berprestasi” juga ditunjukkan dengan kontribusi perolehan media Indonesia pada SEA Games XXXIII 2025 lalu sebesar 34 persen.

“Terima kasih kepada seluruh atlet yang telah berkontribusi dan berkhidmat mengabdi untuk Indonesia. Teruslah berprestasi dengan membawa nama Jawa Timur,” pesannya.

Ucapan terima kasih juga khusus disampaikan oleh Martina Ayu Pratiwi. Atlet cabor Triathlon andalan Jawa Timur asal Gresik yang mencetak sejarah luar biasa di SEA Games 2025 Thailand.

Martina berhasil meraih total tujuh medali, yaitu lima emas dan 2 perak. Capaian tersebut menjadikannya atlet tersukses Indonesia di ajang tersebut yang juga dijuluki sebagai “Ratu Endurance”.

“Ini adalah pengalaman pertama dan yang paling berharga bagi saya. Medali ini saya persembahkan khusus untuk Jawa Timur yang selalu menguatkan dan mendoakan kami semua,” tutur Martina.

“Terima kasih Ibu Gubernur. Dukungan ini bukan sekadar bonus tapi juga penyemangat besar untuk terus berjuang. Ini bukan akhir tapi awal komitmen kami untuk terus berprestasi dan menginspirasi generasi Jawa Timur,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.