Jumat, 22 Mei 2026, pukul : 04:39 WIB
Surabaya
--°C

Spiritualisasi Tarian Lena Guslina

KEMPALAN : Bagi penari sekaligus koreografer mumpuni, secara naluriah ia bisa membaca apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan medan atau arena yang bakal menjadi ajang pertunjukannya.

Namun demikian, ia tak menganggap enteng. Ia tak gegabah.

Sekalipun relatif sederhana, detil ruang yang akan menjadi “panggung” pertunjukannya, dipelajarinya betul.

Begitu yang dilakukan penari yang koreografer Lena Guslina, ketika memainkan sebuah pertunjukan tarinya di sebuah ruang pamer lukisan.

Ketika panel-panel tempat memajang lukisan itu berwarna hitam, outfit Lena pun menyelaraskan: kebaya dan kain hitam dengan juntaian helai hitam pula sepanjang lebih kurang dua meter di bagian bawah kain.

Karena arena ini adalah ruang pamer lukisan –sebut saja galeri– yang bercahaya tunggal tanpa warna warni penyinaran, Lena menundukkan dengan begitu mengesankan. Apa ‘koentji’-nya? Setiap gerakan tubuhnya mencerminkan jiwa dari lukisan-lukisan yang terpajang di panel-panel hitam itu. Tentu tidak sekadar gerak indah, tapi ada kandungan mistifikasi yang eksotis.

Oleh karenanya, Lena Guslina dalam opening June Art Festival itu, selain untaian kain sepanjang lebih kurang dua meter, ia “mempersenjatai” dirinya dengan sebilah keris.

Saat memulai gerak tubuh indahnya dengan ritme pelan dan pelan dalam posisi setengah jongkok di depan pintu galeri, cara mengambil sebilah keris yang tergeletak di undakan pertama (terdiri dari dua jenjang undakan), Lena memainkannya dengan begitu sublim.

Lantas Lena memasuki ruang galeri itu dengan ritme tubuh yang mengalir indah, pelan demi pelan, terkadang berubah menjadi “stakato gerak”, kemudian menatap satu demi satu lukisan yang terpampang di panel-panel hitam itu. Selanjutnya merespon dengan ekspresi dan gerak-gerak indah menyelaraskan dengan jiwa dan karakter lukisan.

Ada adegan saat keris dalam tangan Lena mengarah ke lehernya. Ini saya gambarkan bahwa setiap kehidupan ada ancaman yang mengarah ke diri.

Pada adegan lain, Lena dalam posisi setengah jongkok, menyentuhkan ujung keris yang tajam itu, lantas memutarkan tubuhnya membentuk garis lingkaran di lantai. Dan itu saya baca sebagai pertahanan diri sebagai manusia yang senantiasa taat pada “perintah dan laranganNYA”. Dan lingkaran itu adalah Sang Pemilik Hidup yang akan melindunginya dalam setiap ancaman.

Jangan kuatir akan ancaman, jika manusia dalam “lingkaran” Sang Pemilik Hidup. Asal manusia menaati setiap perintah dan laranganNya, begitulah setidaknya pesan yang disampaikan Lena dari adegan bagian pertunjukkannya itu.

Pada akhirnya saya sadari, kepekaan jiwanya menghasilkan gerak-gerak yang menyimpan misteri. Kali ini tidak sekadar indah. Namun terbungkus dalam spiritualisasi yang begitu eksotis, sebagaimana saya tonton pada channel YouTube ‘L&R’ (Live & Radio) sepanjang 8 menit 34 detik itu.(Amang Mawardi).

Golf Kabupaten Malang Membidik Emas Porprov Jatim dari Nomor Ini

MALANG-KEMPALAN: Tim golf Kabupaten Malang siap bersaing dalam memenangi medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025. Ajang tersebut akan digelar di Araya Golf, Malang, mulai 23—29 Juni pekan depan.

Dalam debut cabor golf dalam Porprov itu, tim golf Kabupaten Malang sudah mengincar target satu medali emas dan tiga medali perunggu. ’’(Kans emas) dari beregu putra, atau dari foursome putra,’’ ucap Ketua PGI Kabupaten Malang Aditya Eka dalam pernyataannya.

Golfer Kabupaten Malang Mochammad Ferdian Saputra. (Foto: Istimewa)

Dari nomor foursome putra, tim Kabupaten Malang akan mengandalkan dua golfer putra andalannya Hadinata Susastria dan Mochammad Ferdian Saputra. Hadinata dan Ferdian bersama Michael Silvano Angga dan Moch Dwiki Prastiawan akan bertarung di nomor beregu putra.

BACA JUGA: Golf Kota Kediri Dibebani Tiga Emas pada Porprov 2025, di Nomor Ini yang Dibidik

Selain empat golfer putra tersebut, secara keseluruhan Kabupaten Malang mengirimkan enam golfer dalam Porprov Jatim ini. Dua golfer yang lain dari sektor putri. Yakni Ghina Zhafira Putri Muzawwad dan Safina Chyntia Dewi.

Aksi golfer putri Kabupaten Malang Ghina Zhafira Putri Muzawwad saat berlatih di Araya Golf, Malang. (Foto: Istimewa)
Aksi golfer putri Kabupaten Malang Ghina Zhafira Putri Muzawwad saat berlatih di Araya Golf, Malang. (Foto: Istimewa)

Aditya mengungkapkan, chemistry di antara Hadinata dan Ferdian bisa melengkapi satu dengan yang lainnya. Terutama dari karakter mereka di lapangan. ’’Hadi (Hadinata) lebih powerful. Sementara Ferdi (Ferdian) bisa bermain lebih ke strategi,’’ ungkap Aditya.

BACA JUGA: PGI Sidoarjo yang Mematangkan Mental Pegolf Andalannya Sebelum Tampil dalam Ajang Porprov Jatim 2025

Dia mengakui, sebagai tim yang bisa dibilang sebagai tuan rumah karena terletak di dekat Araya Golf sebagai venue cabor golf Porprov tahun ini, tim golf Kabupaten Malang mempunyai banyak keuntungan.

Ketua PGI Kabupaten Malang Aditya Eka. (Foto: Istimewa)

Bahkan, homebase mereka pun juga terletak di Araya Golf. Sehingga, dari situ tim golf Kabupaten Malang bisa lebih menghafal seluk beluk dari lapangan Araya Golf. Mulai dari kontur, kondisi green, dan tantangan angin di lapangan tersebut. (YMP)

Gribin Volleyball klub Punya Andil Besar  Buat Kontingen Porprov IX 2025 Surabaya

URABAYA-KEMPALAN :  Keseriusan klub bola voli PBV Gribin Volleyball Club Surabaya dalam melakukan pembinaan atlet, akhirnya membuahkan hasil. Terbukti, dua atlet putra binaannya berhasil  masuk dalam Kontingen Surabaya yang akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur IX/2025, di Malang Raya, 27 Juni – 5 Juli 2025 ini.

Tokoh sekaligus pendiri PBV Gribin Volleyball Club Surabaya Haji Alwan mengatakan, dua pemainnya yang terpanggil dalam Tim Porprov Surabaya adalah 

Alhaqqu Rajasa Kerta Wardana, Libero handal Junico Yobel Cindi Adam dan pelatih Johanes Dwi Ananta Puguh.

“Alhamdulillah, setelah empat tahun berdiri, PBV Gribin Volleyball Club Surabaya bisa menyumbang dua atlet untuk tim bola voli Surabaya yang sebentar lagi berangkat Porprov. Mudah-mudahan bisa memberikan penampilan yang terbaik untuk Kota Surabaya ini,  ” ujar Alwan. 

Wajar jika Alwan, terlihat bangga dengan keberhasilan dua atletnya bisa menembus tim Porprov Surabaya. Maklum, persaingan dalam seleksi Tim Porprov sangat ketat. Apalagi harus bersaing dengan pemain dari klub-klub besar, seperti Surabaya Samator.

“Berdirinya klub PBV Gribin Volleyball klub

dimulai dengan 6 orang yang ikut latihan, termasuk saya sendiri. Pelan-pelan kita bangun dan akhirnya sekarang sudah bisa mencapai 150 an anggota, ” kenang Alwan yang rela merogoh kantong pribadinya  untuk membangun lapangan bola voli berstandart PBVSI.  

Tanda-tanda Gribin akan menjadi besar sebenarnya sudah terlihat dua tahun lalu saat menngikuti kejukot piala PBVSI Surabaya dan piala KONI. Dari dua event tersebut PBV Gribin Volleyball club raih  posisi runner up Piala Walikota 2021 dan 2023 dan masuk 8 besar Kejurprov antar klub U17. Sejak itu, sepak terjang Grovin Volleyball  Club Surabaya mulai menjadi sorotan hingga akhirnya bisa mengantar dua atlet dan satu pelatih masuk Tim Porprov Surabaya. 

“Mudah-mudahan ini menjadi pelecut bagi  atlet-atlet Gribin lainnya untuk berlatih lebih keras. Bagi yang masuk Tim Porprov jangan puas, karena itu baru awal. Harus lebih giat dan disiplin, ” pesannya. 

Sesuai jadwal Porprov 2025,  pertandingan bola voli digelar di  GOR Ken Arok, Kota Malang, akan dimulai pada 27 Juni hingga 5 Juli  2025.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan  

Sri Mulyani “Bingung” WTO Letoy

Oleh: Sefdin Alamsyah

KEMPALAN: Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sangat tidak berguna di era sekarang. Itu dikatakan perempuan berdarah Kebumen yang lahir di Lampung itu, dalam forum CNBC Economic Update 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu 18 Juni 2025, yang dilansir banyak media.

“Hari ini negara-negara besar tidak mempercayai lembaga multilateral karena merasa tidak terwadahi interest-nya. Sehingga negara-negara yang kuat merasa; ‘That I have to solve my own problem, without using those multilateral institution’,” tegas Ani.

Masih kata Ani, saat ini era sudah bergeser ke unilateral. Ini utamanya terjadi imbas Amerika Serikat (AS) yang selalu merasa sebagai korban globalisasi. Padahal, lanjut Ani, WTO dan organisasi global lain awalnya dibentuk oleh AS bersama negara G7.

Ani juga menyinggung negara di dunia sekarang lebih memilih mengamankan kepentingan masing-masing. Ini yang akhirnya melanggengkan persaingan politik, ideologi, militer, keamanan, sampai ekonomi.

“Coba kita lihat akhir-akhir ini, dalam dua bulan terakhir. Negara terbesar, Amerika Serikat, terkuat, ekonominya terbesar yang merasa menjadi victim dari globalisasi yang merupakan sistem yang diadvokasi oleh Amerika Serikat sendiri,” sambung Ani.

Pernyataan Ani ini seperti menunjukkan kebingungan. Karena tidak ada teori yang bisa menjawab situasi saat ini. Padahal, teorinya sederhana: Karma. Negara-negara yang dulu mengimpor mazhab pasar bebas, ekonomi neo liberal dan globalisasi sekarang sedang terkena karmanya sendiri.

AS sekarang APBN-nya suffering. Karena harus menanggung biaya social safety net yang begitu besar. Akibat dari industri manufakturnya yang jeblok. Karena perusahaan di AS yang sudah diberi ruang oleh globalisasi melalui model ekonomi pasar bebas, memindahkan pabrik-pabriknya ke Asia-Afrika yang biaya buruhnya lebih murah.

Celakanya, hasil keuntungan mereka tidak lagi masuk ke AS. Tapi parkir dan diinvestasikan lagi di beberapa negara di luar AS. Hasilnya? Pajak yang masuk ke AS mengecil. Akibatnya: APBN negara Paman Sam itu “keringat dingin”. Karena harus membiayai penduduknya yang menjadi pengangguran dan angkanya meningkat.

Skenario Trump menggunakan senjata hambatan tarif sejatinya adalah upaya untuk melakukan Reshoring. Untuk memindahkan kembali operasi produksi perusahaan AS dari luar negeri ke AS. Tapi rupanya doktrin ekonomi liberal dan globalisasi lebih menarik perusahaan AS untuk melakukan offshoring. Alias memindahkan operasi produksi ke luar negeri untuk mengurangi biaya produksi.

China, sejak 40 tahun yang lalu, sebagai negara yang paling banyak menerima tamu perusahaan-perusahaan asing, cerdik mengelola. China sadar. Dirinya dituju karena upah buruh yang murah. Bukan karena persahabatan. Tapi karena buruh yang pekerja keras. Tidak banyak istirahat. Apalagi merokok sambil kerja.

Sekarang tiba-tiba Trump marah-marah ke China. Rupanya Trump terlambat menbaca buku ‘Globalization and Its Discontents’ karya Joseph E. Stiglitz. Yang membahas kritik terhadap dampak negatif globalisasi. Terutama dalam hubungannya dengan negara berkembang.

Trump rupanya juga lupa sejarah. Bahwa gagasan globalisasi melalui pendirian World Bank, IMF, GATT yang dilahirkan dalam pertemuan di Bretton Woods juga inisiasi AS. Hakikat tujuan pertemuan itu adalah agar kolonialisme tetap dapat dilanjutkan tanpa harus melakukan pendudukan fisik.

Rupanya dunia harus mulai sadar. Sistem pasar bebas yang menyerahkan ekonomi tersusun dengan sendirinya oleh mekanisme pasar: gagal. Sekarang saatnya kita kembali menengok sejarah. Menengok pikiran para hikmat yang dulu di Indonesia pernah ada. Mereka bersidang di Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Mereka menawarkan sistem Negara Sosialisme yang Berketuhanan melalui Lima Sila yang dijabarkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 naskah asli. Sebelum diobrak-abrik dalam Amandemen pada tahun 1999 hingga 2002.

Negara dengan sistem Sosialisme yang Berketuhanan ini adalah penjabaran dari lima Sila di dalam Pancasila. Sila Pertama, Ketuhanan yang berarti ekonomi harus mendasarkan kepada moral, karena pemilik sejati adalah Tuhan.

Sila Kedua, Kemanusian yang Adil dan Beradab, artinya ekonomi itu harus bersifat manusiawi dan adil, dengan menganggap sama semua manusia. Satu dengan yang lain tidak boleh ada yang memiliki kedudukan atau hak yang lebih tinggi untuk melakukan penghisapan kepada yang lemah.

Lalu Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, adalah wujud dari nasionalisme ekonomi, sehingga semua kebijakan harus sejalan dengan nasionalisme. Contoh teranyar: Jangan membuat gaduh dengan memindahkan hak atas pulau-pulau kecil.

Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, adalah prinsip demokrasi ekonomi. Setiap orang, meskipun dia miskin atau lemah, tetap harus diikutsertakan melalui perwakilan yang utuh dan perwakilan yang mewakili mereka dalam setiap pembuatan kebijakan.

Dan yang terakhir, Sila Keadilan Sosial adalah tujuan dari semuanya itu.

Kalau diperas: Sila Pertama dan Kedua adalah dasarnya, yaitu moral dan kemanusiaan. Sila Ketiga dan Keempat adalah caranya. Dan Sila Kelima adalah tujuannya.

Jadi, wajar kalau Sri Mulyani bingung melihat situasi global hari ini. Tapi kata Gus Baha: Bingung itu perlu. Katanya: Barokahnya bingung orang tidak menjadi sombong dan tidak merasa paling tahu. Karena segala sesuatu harus dipikirkan dan
dikaji dulu secara mendalam.

Jakarta, 19 Juni 2025

*) Penulis adalah pendiri Pusat Studi Pembangunan berbasis Pancasila. Kandidat Doktor Hukum dan Pembangunan, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabaya.

Editor: Nur Izzati Anwar (Izzat)

Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto: Mendagri Bermain Api di Lautan Minyak, Pak Presiden, Kapan Tito Dicopot?

Oleh: Edy Mulyadi

KEMPALAN: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang saya hormati, Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto,

Sebelumnya perkenankan saya memperkenalkan diri. Saya, Edy Mulyadi, jurnalis sekaligus warga negara biasa. Saya menulis surat ini dengan penuh keprihatinan. Sebagai anak bangsa yang sangat mencintai negeri ini. Saya juga sangat ingin melihat Bapak berhasil memimpin Indonesia dengan kehormatan. Dengan keberpihakan kepada rakyat.

Bapak Presiden,
Surat terbuka Gubernur Aceh Muzakir Manaf kepada Bapak, sudah beredar luas. Saya termasuk yang membaca surat berjudul Pulau Kami, Harga Diri Kami. Isinya sungguh menyentuh. Sangat menggetarkan.

Surat itu bukan sekadar jeritan seorang gubernur. Ia juga pekikan rakyat Aceh yang merasa ditikam dari belakang. Empat pulau yang mereka miliki, jaga, dan rawat sejak masa Kesultanan Aceh, tiba-tiba dipindahkan begitu saja ke Sumatera Utara. Tidak ada musyawarah. Tidak ada dialog. Hanya sepucuk SK dari Mendagri Tito Karnavian.

Apakah ini sekadar kekeliruan administratif? Atau memang ada maksud lain yang lebih dalam?

Tito bagai hendak merobek luka lama yang pernah Jakarta dan Aceh jahit bersama. Beruntung Bapak mengambil putusan cepat dan tepat. Mengembalikan kepemilikan empat pulau tersebut ke pangkuan Aceh. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya buat Bapak Presiden.

Bapak Presiden,
Tentu Bapak sangat mengenal Tito Karnavian. Namun di sini izinkan saya mengingatkan kembali, siapa sosok itu. Ketika menjadi Kapolri, Tito membentuk Satgasus Merah Putih. Unit ini disebut-sebut sebagai “negara dalam negara”. Berkekuatan besar, tanpa akuntabilitas publik. Satgasus pernah melahirkan Ferdy Sambo. Tokoh kelam dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang mengguncang negeri ini.

Satgasus itu, menurut berbagai laporan, terlibat dalam bermacam bisnis kotor: judi offline dan online, tambang ilegal, narkoba, hingga kekuasaan gelap. Berbagai kejahatan itu bisa tetap melenggang, disebut karena dapat jaminan keamanan dari Satgasus.

Tak berhenti di situ. Ingatkah Bapak pada kasus “Buku Merah” di KPK? Buku catatan dugaan aliran dana dari pengusaha ke sejumlah petinggi, termasuk nama Tito tertulis di sana. Halaman buku itu, tragisnya, malah dirobek oleh penyidik KPK sendiri, dari unsur Polri. Apa yang sesungguhnya hendak disembunyikan?

Pelaku perobek buku tak sempat dapat sanksi dari KPK. Mereka buru-buru dikembalikan ke satuan instansi asalnya. Dan lebih tragis lagi, berikutnya mereka justru dapat promosi pangkat dan jabatan.

Kini Tito kembali bikin gaduh. Keputusan soal pulau-pulau Aceh bisa menjadi pemicu konflik yang besar. Bahkan disintegrasi yang sangat kita hindari. Dia bermain api di atas lautan minyak. Lautan minyak itu bernama Aceh, Bapak Presiden.

Maka izinkan sebagai rakyat saya bertanya: Mengapa Bapak masih mempertahankan sosok seperti ini? Apakah karena dia menteri yang tempo hari Bapak sebut bekerja cukup baik? Parameternya apa, Pak Presiden? Ukurannya apa?

Apakah karena Tito menteri Bapak yang kinerjanya cukup memuaskan? Memuaskan buat siapa, pak Presiden? Buat rakyat, Tito justru mengerikan. Sangat mengerikan!

Atau, apakah karena Tito sering disebut bagian dari Geng Solo? Kalau benar begitu, bukankah apa yang dilakukannya bisa jadi skenario membusukkan pemerintahan Bapak dari dalam? Bukankah Bapak sangat tidak suka jika disebut ada matahari kembar? Saya juga benci dengan istilah itu.

Saya tahu, Pak Presiden, bahwa banyak yang menyebut Tito dan gerbongnya punya peran besar dalam pemenangan Bapak dan Gibran di Pilpres kemarin. Tapi andaikan itu benar, haruskah utang politik dibayar dengan membiarkan NKRI diacak-acak? Oleh seorang Tito?

Bapak Presiden,
Jika Bapak tidak segera mencopot Tito Karnavian, jangan salahkan bila rakyat makin yakin bahwa Bapak memang tersandera oleh Geng Solo. Publik akan percaya, bahwa Bapak tidak mencopot Tito Karnavian karena utang budi politik kepada mereka. Ironisnya, kini justru mereka menggembosi pemerintahan Bapak dari dalam.

Rakyat berharap besar pada Bapak. Jangan biarkan harapan itu berubah menjadi kekecewaan. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing Bapak dengan hikmah dan keberanian. Aamiin ya robbal alamiin…

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, 18 Juni 2025

Hormat saya,
Edy Mulyadi
Wartawan, Anak Bangsa

Satker Biro Polda Jatim Lolos ke Babak 8 Besar dengan Predikat Sempurna. Inilah Daftar Lengkap Tim Lolos ke Babak 8 Kapolda Cup 3 tahun 2025

SURABAYA-KEMPALAN: Tim Satker Biro (Rorena, Roops, RESDM, Rolog) Polda Jatim memastikan lolos ke babak perempat final Kapolda Cup 3 Jatim 2025. Tournament dalam rangka HUT Bhayangkara ke 79 ini tim Satker Biro Polda Jatim lolos 

dengan predikat sempurna alias tidak terkalahkan selama penyisihan pool sekaligus juara group. Kepastian meraih tiket ke babak 8 Besar setelah dalam pertandingan terakhir penyisihan pool di Lapangan Polda Jatim, Yongki Pandu Pamungkas dkk menang meyakinkan 3-1 atas tim Ditlantas Polda Jatim. 

Jalannya pertandingan 

Diperkuat sejumlah pemain eks legenda sepakbola Indonesia seperti, Muklis Hadi Neng Syaifullah, Sahrul Kurniawan, Fait Alfin Rosidin, Muhammad Naufal, dan pemain yang masih aktif di kompetisi liga Indonesia Arsa Ramadhan A. Tim Satker Biro tanpa menemui kendala berarti. 

Dalam laga yang di pimpin wasit Farid Riskiansyah tersebut tim Satker Biro nyaris menguasai separuh lapangan. Hanya sesekali tim Biro mendapat ancaman tapi masih bisa di antisipasi barisan pertahanan yang di koordinir oleh Fait Alfin Rosidin. 

Tiga gol tim Biro yang bersarang ke gawang Ditlantas di cetak oleh Arsa Ramadhan dan Muklis Hadi Neng Syaifullah serta gol bunuh diri pemain belakang Ditlantas. Sementara gol hiburan Ditlantas di cetak oleh Kozim lewat tendangan jarah jauh yang gagal di antisipasi kiper Satker Biro, Dimas Arga Arnanda. Skor akhir tim Satker Biro menang dengan skor 3-1.

Usai laga kapten tim Satker Biro Yongki Pandu Pamungkas mengatakan, hasil ini sudah sesuai prediksi. Sebab selain team worknya bagus materi pemainnya cukup mumpuni.

“Ya semua ini berkat kerja keras seluruh pemain dan official tim Satker Biro yang solid dan disiplin baik di lapangan maupun di luar lapangan “ucap Yongki usai laga.

Disinggung soal menghadapi babak perempat final atau 8 besar, Yongki tidak mau berandai-andai. Yang jelas Satker Biro siap menghadapi babak krusial ini. 

” Ya sebagai tim tuan rumah apalagi akan bermain di hadapan Kapolda pastinya tidak akan menyia-nyiakan peluang ini. Ia tahu seluruh tim yang lolos ke babak perempat final ini tidak hanya sekedar ikut dan lolos. Mereka juga ingin membuktikan bahwa mereka jauh-jauh datang ke markas tidak ingin pulang dengan tangan hampa alias tidak ingin jadi bulan-bulanan,” terang Yongki.

Di babak knock out atau babak 8 besar pada Ju’mat 20 Juni nanti tim Satker Biro Polda Jatim akan menghadapi Juara pool rayon Kediri Polresta Probolinggo.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Inilah Daftar Lengkap Tim Lolos Babak 8 Besar piala Kapolda Cup 3 2025.

* Juara rayon pool Polda Jatim: Satker Biro Polda Jatim.

* Juara rayon pool Sidoarjo: Polresta Sidoarjo.

* Juara rayon pool Malang : Satker Brimob. 

* Juara rayon pool Jember: Polres Jember.

*Juara rayon pool Lamongan: Polres Tulungagung.

*Juara rayon pool Ngawi: Polres Jombang.

* Juara rayon pool Pamekasan: Polres Pasuruan.

Pengprov Kodrat Jatim Siap Gelar Musprov dan Porprov IX Jatim 2025

SURABAYA-KEMPALAN : Pengprov Keluarga Tarung Derajat (KODRAT) Jawa Timur bakal menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) di Surabaya, pada Sabtu, 21 Juni 2025. Agenda utamanya, pemilihan ketua umum periode 2025 -2029. Ketua Harian Pengprov Kodrat Jatim, Erwin H.Poedjono mengatakan, dalam dua pekan ini akan ada dua kegiatan cukup besar dan penting untuk menentukan langkah pembinaan dan masa depan tarung derajat Jatim.  

“Sabtu ini kita akan menggelar Musprov dan pekan depan juga sudah dimulai even Porprov di Malang Raya. Dua agenda tersebut sudah siap kita laksanakan,” ujarnya saat dihubungi, Rabu(18/6).

Sementara Ketua Musprov Kodrat Jatim 2025, M.Muksen menambahkan, untuk calon kandidat ketua umum sudah muncul beberapa nama. Termasuk incumbent Bambang Haryo Seokamto (BHS) yang sudah tiga periode menjabat Ketua Umum Pengprov Kodrat Jatim. “Dalam AD/ART PB Kodrat, tidak ada batasan periode untuk jabatan ketua umum. Banyak Pengcab yang berharap Pak BHS untuk memimpin kembali. Kita bicara dan putuskan secara bersama-sama nanti di Musprov, ” ucapnya.

Diketahui, sosok BHS memang diakui punya peran besar dalam membesarkan olahraga beladiri asli Indonesia ini. Pria yang saat duduk sebagai anggota DPR RI itu, membangun Tarung Derajat di Jatim hingga tersebar di 26 enam daerah (Pengcab).

Tidak hanya itu, BHS juga berhasil membawa tarung derajat Jatim mengukir berbagai prestasi. Terakhir, tarung derajat menyumbang 2 medali emas dan 1 perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Aceh.

Selain itu, lanjut Muksen, dalam waktu dekat, Kodrat Jatim juga akan mengadakan pelatihan wasit juri bersertifikasi daerah dan nasional di Malang bekerja sama dengan Pengkot Kota Malang, pada 28-29 Juni.  Kemudian berlanjur gelaran Porprov Jatim di Kota Batu, 1-5 Juli.  

“Sebelumnya, Kodrat Jatim juga sukses menyelenggarakan POMPROV Tarung Derajat 2025 bekerja sama dengan Universita Hang Tuah Surabaya.  Selesai Porprov, Kodrat Jatim akan menggelar seleksi daerah dan TC menyongsong kejurnas 2025 di bulan Oktober. Ini bukti keseriusan dan komitmen Pak BHS mendukung suksesnya prestasi kodrat di Jawa Timur dan Nasional, ” bebernya. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

IBCA MMA Tetap Dipertandingkan di Porprov IX Jatim 2025 Meski Pengprovnya di Bekukan. KONI Jatim Ambil Kebijakan Khusus

SURABAYA-KEMPALAN: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur memastikan cabang olahraga IBCA MMA tetap dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025 di Malang Raya. Sesuai jadwal, pertandingan akan digelar di GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 22–24 Juni 2025.

Keputusan ini diambil menyikapi pembekuan kepengurusan Pengprov IBCA MMA Jawa Timur oleh Pengurus Pusat (PP) IBCA MMA. Pembekuan dilakukan karena pengurus dinilai tidak menyesuaikan dengan ketentuan International Mixed Martial Arts Federation (IMMAF) yang diterapkan dalam Porprov kali ini.

Selain itu, sempat muncul usulan dari PP IBCA MMA untuk mengganti nomor pertandingan, lokasi, dan struktur kepanitiaan. Namun, dengan mempertimbangkan antusiasme daerah dan kesiapan para atlet, KONI Jatim mengambil kebijakan khusus agar pertandingan tetap berlangsung.

“Kami memisahkan persoalan sanksi organisasi dengan pelaksanaan Porprov. Pelaksanaan cabor ini kurang dari tiga hari lagi. Maka, permintaan PP untuk memindahkan venue, mengubah panitia, dan nomor pertandingan tidak dapat kami penuhi,” ujar Jeffry Tagore, Anggota Binpres KONI Jatim, Rabu (18/6/2025).

KONI Jatim hanya menyetujui penyesuaian nomor pertandingan agar sesuai dengan regulasi IMMAF. Beberapa perubahan di antaranya:

Nomor Standfight usia 16–18 tahun diubah menjadi 16–17 tahun.

Nomor Standfight usia 19–23 tahun diubah menjadi 18–23 tahun, untuk kategori putra dan putri.

Penambahan delapan nomor pertandingan guna mengakomodasi seluruh atlet yang telah terdaftar.

“Cabor IBCA MMA diikuti sekitar 380 atlet pada Porprov ini. Untuk mengurangi dampak pembekuan, kami menambah nomor pertandingan. Tim bidang hukum juga telah menelaah dan menyatakan hal ini dimungkinkan,” lanjut Jeffry.

KONI Jatim berharap seluruh atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaik di arena. Gelaran ini juga diharapkan menjadi momentum pembinaan cabang olahraga combat di Jawa Timur ke depan.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Bupati Swasta Sindir DPRD Sidoarjo:  Memberi Contoh itu Mudah, Tapi Bisa Menjadi Contoh itu yang Sulit

SIDOARJO-KEMPALAN: Suasana memanas dan tegang di ruang sidang Paripurna DPRD Sidoarjo, pada Selasa (17/6/2025), menyisakan sorotan tajam dari publik. Salah satunya datang dari Sujani, S.Sos, tokoh publik Sidoarjo yang dijuluki Bupati Swasta karena kiprahnya di berbagai gerakan sosial tanpa jabatan struktural yang resmi. Tokoh sensasional yang beberapa waktu lalu juga mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Masyarakat Peduli Budaya Nusantara. Ia mengomentari aksi walk out mayoritas fraksi DPRD Sidoarjo setelah Bupati Subandi menyampaikan permintaan maaf dalam rapat paripurna.

“Anggota dewan seperti taman kanak-kanak,” sindir Sujani, mencuplik gaya satir khas kharismatik Gus Dur. 

Bukan tanpa alasan, menurutnya, aksi tersebut menunjukkan respons emosional yang tidak proporsional dalam panggung politik daerah.

Dalam sidang paripurna itu, Bupati Sidoarjo Subandi S.H.,M.Kn menyampaikan permintaan maaf kepada pimpinan dan anggota DPRD atas sejumlah pernyataannya yang di anggap kontroversi bahkan sempat viral di media sosial. 

Pernyataan kontroversial yang dilontarkan Subandi pada Maret lalu menyentil soal “Pokir DPRD hanya menghambur-hamburkan uang” serta dianggap tidak sejalan dengan visi-misi kepala daerah.

Namun, alih-alih mencairkan suasana, permintaan maaf itu justru memantik aksi walk out lebih dari 30 anggota dewan lintas fraksi. Mereka menilai permintaan maaf Bupati tidak tulus dan tidak menyebutkan secara spesifik dua pernyataan yang dipersoalkan.

Sujani menilai sikap DPRD ini tidak mencerminkan sikap kenegarawanan. Ia menyarankan para legislator untuk lebih fokus kinerja legislasi, bukan sensitivitas pribadi.

“Lebih baik mereka fokus tingkatkan prestasi dan kualitas serta bikin perda yang berpihak pada rakyat daripada ribut soal perasaan,” tegasnya.

Di tengah panasnya relasi eksekutif-legislatif ini, Sujani mengingatkan kembali fungsi utama DPRD sebagai lembaga pembuat kebijakan publik. 

“Rakyat tidak butuh drama. Yang dibutuhkan adalah solusi,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa gesekan dalam politik adalah hal biasa, tapi jangan sampai mengaburkan tujuan bersama: pelayanan dan pembangunan daerah.

“Kalau Bupati sudah minta maaf, mari bicarakan substansi, bukan lagi gesture,, atau memberi contoh itu mudah, tapi bisa menjadi contoh itu yang sulit,” lanjutnya.

Menurut Sujani, tindakan walk out hanya memperpanjang jarak komunikasi antara eksekutif dan legislatif, yang pada akhirnya bisa menghambat agenda pembangunan. Ia mengajak semua pihak menurunkan ego, menaikkan kualitas dialog.

Ketegangan antara Bupati Subandi dan DPRD Sidoarjo menunjukkan bahwa demokrasi lokal tengah mencari bentuk. Dalam sistem presidensial daerah, relasi antara eksekutif dan legislatif tidak selalu harmonis. Namun, harmonisasi itu bisa dicapai lewat komunikasi politik yang setara dan saling menghargai.

Pertanyaannya: apakah aksi walk out itu akan menjadi awal kebuntuan, atau justru menjadi momentum refleksi bagi semua pihak?

Sujani optimistis, jika kedua belah pihak mampu menempatkan kepentingan rakyat di atas emosi sesaat, maka dinamika ini akan mengarah pada pendewasaan demokrasi.

“Kalau DPRD dan Bupati bisa duduk bareng, lalu mengesahkan perda yang konkret manfaatnya, itu baru peradaban politik,” Pungkas Bupati Swasta(Ambari Taufiq)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.