Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri. (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com).
SURABAYA-KEMPALAN: Penanganan korban insiden ricuh saat konser gratis Denny Caknan di Surabaya Expo Center (eks Hi-Tech Mall/THR), Minggu (5/7) malam, menjadi sorotan. Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri berencana memanggil Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya serta Direktur RSUD dr Mohammad Soewandhi untuk meminta penjelasan terkait pelayanan terhadap para korban.
Kericuhan terjadi setelah pagar pembatas jebol akibat membludaknya penonton yang menghadiri konser dalam rangka pembukaan Surabaya Expo Center sebagai ruang kreativitas anak muda. Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka, terdiri atas dua petugas dan enam warga.
Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Mohammad Soewandhi untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, muncul keluhan dari sejumlah korban yang menilai pelayanan rumah sakit belum optimal.
Menanggapi hal itu, Kaji Ipuk –begitu sapaan akrabnya–, mengaku prihatin atas insiden yang menimbulkan korban. Menurutnya, Dinkes maupun RSUD dr Mohammad Soewandhi seharusnya telah mengantisipasi potensi terjadinya keadaan darurat mengingat besarnya jumlah massa yang hadir dalam acara tersebut.
“Seharusnya sigap. Ketika ada kegiatan yang melibatkan kerumunan besar, antisipasi harus sudah disiapkan. Saya juga menerima laporan dari beberapa korban yang mengaku belum mendapatkan penanganan dengan baik,” ujar Kaji Ipuk saat meninjau lokasi kejadian.
Ia menegaskan, rumah sakit sebagai fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah wajib siap memberikan pelayanan setiap saat, baik dari sisi sarana, prasarana, maupun ketersediaan tenaga medis.
Politikus senior dari PDI Perjuangan mengungkapkan bahwa keluhan terhadap pelayanan RSUD dr Mohammad Soewandhi bukan kali pertama diterimanya. Karena itu, ia meminta agar kualitas layanan kesehatan segera dibenahi.
“Layanan kesehatan menyangkut keselamatan jiwa. Dalam situasi darurat seperti ini, petugas kesehatan seharusnya memiliki kesiapsiagaan yang tinggi,” katanya.
Ia bahkan mengaku menerima informasi bahwa saat para korban tiba di rumah sakit tidak terdapat dokter jaga yang langsung menangani. Kondisi tersebut dinilainya bertolak belakang dengan upaya Pemerintah Kota Surabaya yang terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Ini tentu menjadi perhatian serius. Surabaya dikenal sebagai kota dengan pelayanan publik yang terus berkembang, sehingga persoalan seperti ini tidak boleh terulang,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Surabaya dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya bersama Direktur RSUD dr Mohammad Soewandhi guna meminta klarifikasi sekaligus melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan kesehatan saat terjadi kondisi darurat.
“Persoalan ini tidak bisa dibiarkan. Mari kita benahi bersama agar pelayanan kesehatan di Kota Surabaya semakin baik,” pungkasnya.(Andra Jatmiko)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi