SIDOARJO-KEMPALAN: Turnamen ASEAN U17 Boys’ Championship 2026 resmi melahirkan drama luar biasa. Prediksi para pengamat sepak bola Asia Tenggara yang menjagokan Laos sebagai “tim siluman” tak tersentuh, seketika runtuh di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Malaysia sukses menghentikan dongeng indah Laos dengan kemenangan meyakinkan 2-0, sekaligus menyegel tiket ke partai puncak.Laos datang dengan reputasi mengerikan. Berstatus sebagai pembunuh raksasa setelah menyingkirkan Thailand dan Myanmar, kekuatan mereka dianggap misterius dan sulit dibaca. Namun, di hadapan Harimau Malaya, taring Laos mendadak tumpul.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Kilat Harimau MalayaSejak peluit pertama dibunyikan, Malaysia langsung mengambil inisiatif serangan untuk merusak ritme “siluman” Laos. Terbukti, laga baru berjalan tujuh menit, Ahmad Yusuf Nasrullah Bin Ahmad Ramli sukses menggetarkan jala gawang Laos lewat penyelesaian dingin.Tertinggal satu gol membuat mental Laos goyah. Alih-alih bangkit, pertahanan mereka justru kembali koyak oleh aksi Muhammad Aniq Thariq Hairulnizam. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai. Laos yang sebelumnya dipuji karena pertahanan rapat dan serangan balik kilat, dipaksa tak berkutik dan harus mengubur mimpi juara mereka.

Komentar Eksklusif Pelatih Malaysia: “Kami Bukan Underdog!”Usai laga, pelatih Malaysia tampak emosional merayakan keberhasilan timnya mematahkan prediksi banyak orang.”Semua orang membicarakan Laos, semua pengamat menjagokan mereka karena berhasil mengalahkan tim besar. Tapi saya katakan pada pemain, ‘Lapangannya sama, bolanya sama’. Hari ini kami membuktikan bahwa taktik kami jauh lebih matang. Laos tim kuat, tapi Malaysia jauh lebih siap secara mental untuk laga besar,” tegasnya.Final 24 April: Misi Balas Dendam Paling BrutalKemenangan ini membawa Malaysia ke partai final pada 24 April 2026 di Stadion Gelora Delta. Lawan yang menanti adalah Vietnam—tim yang sebelumnya menghancurkan Malaysia dengan skor memalukan 4-0 di fase grup.Menanggapi pertemuan kembali dengan Vietnam, pelatih Malaysia memberikan peringatan keras:”Final nanti bukan soal sepak bola biasa, ini soal harga diri. Kekalahan 4-0 kemarin adalah luka, tapi luka itu sudah mengering dan menjadi kekuatan. Vietnam mungkin berpikir akan mudah mengulangi hasil itu, tapi mereka akan menghadapi Malaysia yang berbeda di final. Kami datang untuk trofi, bukan untuk kembali kalah.”Akankah Harimau Malaya mampu menuntaskan misi balas dendamnya, ataukah Vietnam kembali menunjukkan dominasi absolutnya di tanah Sidoarjo? Seluruh mata ASEAN kini tertuju pada 24 April mendatang.Bagaimana menurutmu? (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi