Sabtu, 18 April 2026, pukul : 23:58 WIB
Surabaya
--°C

Soal Polemik Ijazah Jokowi, JK:  Perlihatkan Saja, Selesai

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (Foto: Istimewa)

JAKARTA-KEMPALAN: Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat bicara terkait polemik dugaan ijazah palsu mantan Presiden RI Joko Widodo yang kembali mencuat ke ruang publik.
Pernyataan tersebut disampaikan usai Jusuf Kalla mendatangi Bareskrim Polri, Rabu (8/4).

Dalam keterangannya, JK—sapaan akrab Jusuf Kalla—menyebut isu tersebut telah berlangsung selama dua hingga tiga tahun dan dinilai menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.

“Persoalan ini sudah cukup lama, sekitar dua sampai tiga tahun, dan telah meresahkan masyarakat. Tidak hanya merugikan waktu, tetapi juga menimbulkan beban biaya yang tidak sedikit,” ujarnya.

Menurut JK, polemik yang berlarut-larut tidak hanya berdampak pada pihak yang terlibat langsung, tetapi juga memicu perpecahan di tengah masyarakat. Ia menilai perdebatan di ruang publik hingga media massa kerap berujung pada konflik sosial.

Dalam pandangannya, penyelesaian persoalan tersebut sebetulnya dapat dilakukan secara sederhana. JK menyatakan keyakinannya bahwa Joko Widodo memiliki ijazah asli, sehingga polemik dinilai dapat diakhiri melalui langkah yang jelas.

“Saya yakin Presiden memiliki ijazah asli. Karena itu, persoalan ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan memperlihatkan dokumen tersebut, sehingga tidak perlu terus berlarut,” katanya.

Ia menambahkan, polemik yang terus bergulir justru menghabiskan energi bangsa. Selain biaya yang disebut tidak sedikit, waktu dan perhatian publik juga tersita oleh isu yang berulang tanpa kepastian.

Di sisi lain, JK juga menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan, seperti meningkatnya polarisasi di masyarakat. Perdebatan yang terjadi, baik di televisi maupun media sosial, dinilai telah mengganggu harmoni sosial.

“Terjadi pro dan kontra yang berkepanjangan, bahkan sampai pada saling mencela. Ini tentu mengganggu kehidupan sosial kita sebagai bangsa,” tuturnya.
JK berharap semua pihak dapat melihat persoalan ini secara jernih dan mengedepankan penyelesaian yang konstruktif. Ia mengingatkan bahwa perseteruan berkepanjangan hanya akan menguras waktu, biaya, serta mengikis nilai-nilai sosial.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk segera mengakhiri polemik tersebut demi menjaga stabilitas sosial dan mencegah perpecahan yang lebih dalam di tengah masyarakat. (Andra Jatmiko)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.