Kamis, 18 Juni 2026, pukul : 18:48 WIB
Surabaya
--°C

Disdik Jatim Kaji WFH, Tatap Muka Tetap Prioritas

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai.

SURABAYA-KEMPALAN:  Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur belum memutuskan penerapan Work From Home (WFH) atau pembelajaran dari rumah. Kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian mendalam dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kualitas pendidikan.

Kepala Disdik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, pihaknya memilih berhati-hati dan tetap menempatkan pembelajaran tatap muka sebagai fondasi utama.
“Hingga saat ini kami masih melakukan kajian komprehensif sebelum mengambil keputusan. Berbagai masukan telah dihimpun dari kepala bidang, UPT, hingga kepala sekolah negeri dan swasta di seluruh Jawa Timur,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3).

Kekhawatiran Turunnya Kualitas Belajar

Aries mengungkapkan, mayoritas satuan pendidikan khawatir kebijakan efisiensi energi justru berdampak pada penurunan kualitas pembelajaran. Pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting.

BACA JUGA  Bambang Haryo Ingatkan Ancaman Lumpur Lapindo Belum Berakhir, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Saat itu, pembelajaran jarak jauh dinilai membawa konsekuensi serius, mulai dari menurunnya pemahaman materi hingga meningkatnya kenakalan remaja.

“Ini jadi pertimbangan kuat agar kami tidak gegabah mengadopsi pembelajaran jarak jauh secara penuh,” jelasnya.

Pengawasan dan Pembentukan Karakter

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran fisik siswa di sekolah. Interaksi langsung antara guru dan siswa dinilai berperan besar, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

“Ketika siswa berada di sekolah, pengawasan bisa maksimal. Guru bisa memastikan mereka benar-benar belajar. Kalau di rumah, apalagi orang tua bekerja, kontrolnya lebih terbatas,” katanya.

Muncul Skema Jalan Tengah

Meski begitu, sejumlah alternatif mulai mengemuka. Beberapa kepala sekolah mengusulkan pembelajaran daring tetap diberlakukan dengan porsi terbatas, misalnya satu hari dalam sepekan.

BACA JUGA  PELEPASAN TIMNAS VOLI: MISI GANDA GARUDA TAKLUKKAN INDIA DAN THAILAND

Skema ini dinilai bisa menjadi kompromi antara efisiensi energi dan menjaga kualitas pendidikan. Bahkan, muncul opsi pengacakan hari pelaksanaan agar tidak menimbulkan jeda belajar yang panjang.

Tunggu Arahan Pemerintah Pusat

Aries menegaskan seluruh skema masih dalam tahap formulasi. Keputusan akhir akan menunggu arahan serta regulasi resmi dari pemerintah pusat.
“Kalaupun ada daring, sifatnya hanya pelengkap, misalnya untuk evaluasi atau penguatan materi. Pembelajaran utama tetap tatap muka,” tegasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.