Kamis, 18 Juni 2026, pukul : 15:44 WIB
Surabaya
--°C

Memutus Tradisi ‘Antarkampung’, Pemuda Mranggen Dikader Jadi Promotor Voli Profesional


MAGETAN-KEMPALAN: Karang Taruna sering kali terjebak dalam stigma sebagai panitia seremonial yang minim kompetensi manajerial saat menggelar turnamen olahraga di level akar rumput. Guna memutus rantai tradisi turnamen amatir tanpa standar, tim dosen dan mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus 5 Magetan mengambil langkah taktis. Mereka menggelar program intervensi akademik berupa pendampingan tata kelola dan manajemen pertandingan bola voli bagi Karang Taruna Desa Mranggen, Kabupaten Magetan.

Langkah ini bukan sekadar pengabdian biasa, melainkan sebuah upaya sistematis mentransformasikan pemuda desa menjadi promotor olahraga yang akuntabel. Pertandingan voli di level perdesaan, yang selama ini kerap diwarnai friksi antarpemain dan ketidakpastian regulasi, kini didorong untuk mengadopsi standar industri olahraga modern.

BACA JUGA  Kaji Ipuk Doakan Persebaya Makin Berprestasi di Usia 99 Tahun

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) PJKR Unesa Kampus 5 Magetan, Priya Yoga Pradana, S.Pd., M.Ed., menegaskan bahwa kelemahan mendasar turnamen tingkat desa terletak pada lemahnya mitigasi risiko dan administrasi pertandingan. Melalui program ini, aspek-aspek krusial seperti penyusunan sistem kompetisi yang presisi, manajemen venue, tata kelola perwasitan, hingga pencatatan skor (scoresheet) berbasis standar federasi dibongkar secara mendalam.

“Kami tidak ingin pemuda Desa Mranggen hanya menjadi penonton atau panitia seadanya. Kami memberikan pengalaman komprehensif agar mereka mampu mendesain sebuah ekosistem turnamen yang aman, tertib, dan memiliki nilai jual,” ujar Priya Yoga Pradana di sela-sela simulasi lapangan. Ia menambahkan, penguasaan regulasi teknis secara mutlak merupakan modal utama untuk membangun kepercayaan publik terhadap turnamen lokal.

BACA JUGA  Khofifah Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Hijriah Momentum Hijrah Menuju Kebaikan

Tidak berhenti pada teori di dalam ruang kelas, para pemuda karang taruna langsung dihadapkan pada simulasi riil pertandingan di Lapangan Voli Mranggen. Di bawah supervisi ketat dari akademisi Unesa, mereka mempraktikkan manajemen penonton guna mengantisipasi gesekan suporter, serta menguji ketangkasan perangkat pertandingan dalam mengambil keputusan krusial.

Penguatan kapasitas kepemimpinan (leadership) dan soliditas tim yang ditanamkan dalam PKM ini diharapkan menjadi pemantik bagi Desa Mranggen untuk menjadi barometrik baru penyelenggaraan event olahraga di Magetan. Pola kolaborasi taktis antara perguruan tinggi pencetak praktisi olahraga dan instansi kepemudaan desa ini membuktikan bahwa modernisasi olahraga nasional harus dimulai dari penguatan fondasi di tingkat birokrasi paling bawah.

(Ambari Taufiq/M. Fasichullisan)


forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.