SIDOARJO-KEMPALAN: Selama ini, permainan domino dikenal dekat dengan judi. Tapi sejak terbentuknya federasi olahraga domino di berbagai daerah, citra itu coba diubah. Seperti yang dilakukan Pengcab Olahraga Domino Nasional (Orado) Sidoarjo.
Minggu (15/3) Orado Sidoarjo menggelar Kejurcab Orado Sidoarjo 2026 di Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo. Puluhan atlet domino pun langsung bersaing.
Mereka terdiri dari 16 tim yang masing-masing berkekuatan dua atlet dari kategori umum. Selain itu, juga ada empat tim atau delapan peserta dari kategori junior.
Ketua Orado Sidoarjo Yonathan Toar Sangari mengaku sangat puas dengan antusiasme pecinta olahraga domino di Sidoarjo mengikuti ajang yang untuk kali pertama digelar tersebut.

’’Kami menggelar kejurcab ini untuk mencari dan melihat potensi atlet dari Sidoarjo di cabor domino,’’ sebut Mas Jo, sapaan akrab Yonathan. Selain itu, citra domino yang kerap dicap negatif akan coba diubah.
’’Kami berharap stigma negatif yang selama ini melekat di masyarakat bisa berubah jadi stigma positif bahwa domino merupakan olahraga asah otak,’’ lanjut Mas Jo.
Ke depan, tambah Mas Jo, jajarannya akan semakin memaksimalkan di sisi sosialisasi kepada masyarakat tentang olahraga domino. Termasuk lewat konten-konten di media sosial.
’’Kami juga akan lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah demi mengenalkan olahraga ini kepada Gen Z,’’ ungkap Mas Jo. (YMP)


Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi