Jumat, 22 Mei 2026, pukul : 03:35 WIB
Surabaya
--°C

Presiden Pezeshkian Bantah Rumor Permintaan Maaf Iran

Pertanyaannya kemudian muncul: apakah negara-negara Timur Tengah akan membaca pesan ini sebagai ajakan solidaritas, atau justru melihatnya sebagai bagian dari kompetisi geopolitik yang lebih besar?

Oleh: Massayik IR

KEMPALAN: Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melontarkan kritik tajam kepada Amerika Serikat dan Israel terkait perang di Gaza Strip. Dalam pernyataannya, ia menilai kedua negara itu tidak memiliki dasar moral untuk menuduh Iran sebagai ancaman terhadap kemanusiaan.

Menurutnya, catatan korban sipil di Gaza justru menunjukkan kontradiksi besar dalam narasi yang selama ini dibangun Washington dan Tel Aviv.

Pezeshkian menyebut angka korban yang mencapai puluhan ribu jiwa, termasuk ratusan anak-anak, sebagai bukti bahwa tragedi kemanusiaan sedang berlangsung di depan mata dunia.

Di tengah situasi tersebut, ia mempertanyakan logika tudingan bahwa Iran berniat membunuh rakyat sipil. “Bagaimana mungkin pihak yang rumahnya penuh asap dapur perang justru menuduh tetangganya membawa korek api?” kira-kira begitu logika yang ingin ia sampaikan.

BACA JUGA  NU METAL, Bukan Pengurus

Pemerintah Iran, kata Pezeshkian, tidak akan tinggal diam jika wilayahnya diserang. Ia menegaskan Teheran memiliki hak untuk membalas setiap agresi yang berasal dari wilayah negara lain.

Dalam bahasa diplomasi, pernyataan ini adalah sinyal bahwa Iran ingin terlihat tegas – seperti tuan rumah yang bersiap menjaga pagar rumahnya ketika ada batu dilempar dari luar.

Namun Pezeshkian juga mencoba memisahkan dua isu yang juga sering tercampur dalam percakapan geopolitik kawasan. Iran, menurutnya, tidak memiliki konflik dengan negara-negara tetangga di Timur Tengah.

Ia bahkan menyebut mereka sebagai “saudara” seraya menegaskan bahwa ketegangan yang terjadi tidak seharusnya merusak hubungan regional.

Di titik ini, pesan politiknya menjadi lebih jelas lagi. Pezeshkian menuding bahwa konflik kawasan kerap diperkeruh oleh manuver Amerika Serikat dan Israel yang mendorong negara-negara Timur Tengah saling curiga.

Dalam analogi sederhana: seperti tetangga yang berbisik ke kiri dan kanan agar dua rumah di gang yang sama saling bermusuhan.

BACA JUGA  Partai Politik

Ia juga menanggapi rumor bahwa Iran sempat meminta maaf terkait eskalasi terbaru di kawasan. Pezeshkian menepis klaim itu. Menurutnya, satu-satunya penyesalan yang disampaikan Teheran adalah jika ketegangan tersebut membuat masyarakat kawasan merasa khawatir.

Bagi Iran, kata dia, menjaga hubungan dengan negara-negara regional tetap menjadi prioritas. Pesan itu sekaligus menunjukkan strategi diplomasi Teheran: bersikap keras terhadap serangan militer, tetapi tetap membuka pintu kerja sama dengan tetangga.

Pertanyaannya kemudian muncul: apakah negara-negara Timur Tengah akan membaca pesan ini sebagai ajakan solidaritas, atau justru melihatnya sebagai bagian dari kompetisi geopolitik yang lebih besar?

Dalam politik internasional, seperti halnya dalam obrolan warung kopi, sering kali bukan hanya kata-kata yang menentukan – tetapi siapa yang mengatakannya, dan dalam situasi apa kalimat itu dilempar.

*) Massayik IR, Pemerhati Politik Internasional

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.