Kamis, 30 April 2026, pukul : 21:42 WIB
Surabaya
--°C

Prabowo Bisa Dianggap Berkhianat dan Dituduh Antek Zionis

Presiden Prabowo bisa dianggap berkhianat kepada rakyat dan bangsa Indonesia yang konsisten berpegang pada UUD 1945, mengutuk kebiadaban Israel, serta mendukung penuh kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Palestina.

Oleh: M Rizal Fadillah

KEMPALAN: Sejak KTT Asia Afrika 1955 di Bandung, Indonesia mengambil posisi sebagai pelopor dari gerakan pembebasan bangsa-bangsa terjajah. Semangatnya adalah bahwa kemerdekaan itu hak segala bangsa. Untuk itu, maka Non Aligned Movement (NAM) atau Gerakan Non Blok dibentuk pada tahun 1961.

Banyak negara merdeka setelahnya dan kini hanya satu tersisa, yaitu Palestina yang masih dijajah oleh Israel.

Dunia sepakat Israel sebagai negara penjajah dan dunia sepakat Palestina harus merdeka. Pilihan ekstrim israel harus dihukum dengan negaranya hilang dan kembali ke asal yaitu Palestina. Sedangkan pilihan moderat adalah solusi dua negara (two-state solution) Israel dan Palestina masing-masing berdaulat.

Pilihan kedua nampaknya lebih banyak dukungan meski dunia Islam khususnya harus mengurut dada, sebab keberadaan negara Israel saat ini adalah hasil dari mencaplok atau menduduki tanah Palestina.

Amerika Serikat, baik sendiri maupun melalui PBB terus berusaha keras untuk melindungi kepentingan Israel dengan menafikan hak-hak Palestina.

Lobi zionis Israel di Amerika sangat kuat. Meskipun demikian secara koletif PBB menghendaki kedaulatan Palestina itu diakui dan dipulihkan.

Namun, pada tahap realisasinya senantiasa terganjal oleh Veto Amerika Serikat. Kebersamaan Amerika dan Israel menjadi handicap terbesar dalam pengambilan keputusan maupun implementasi.

Beberapa Resolusi PBB yang lolos membantu Palestina di antaranya Resolusi 181 (1947) pembagian Palestina (Arab dan Yahudi) dengan Yerussalem ada di bawah pengawasan internasional, Resolusi 194 (1948) pengungsi kembali ke rumah atau kompensasi, Resolusi 242 (1967) penarikan pasukan Israel dari wilayah yang telah diduduki tahun 1967.

Adapun yang terbaru, Resolusi 12 September 2025 yang mengakui kemerdekaan Palestina dengan two-state solution, penolakan pemukiman ilegal Israel, serta pengembalian pengungsi sebagaimana Resolusi 194. Keputusan diambil dengan 142 negara setuju, 10 negara menolak, dan 12 negara abstain.

Indonesia termasuk yang setuju.

Demikian juga Resolusi Dewan Keamanan PBB November 2025 soal gencatan senjata, penyaluran bantuan, dan penguatan ototitas Palestina.

Dengan masuknya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP) buatan Amerika, yang potensial menjadi organisasi tandingan PBB, berarti Presiden Prabowo Subianto bisa dianggap telah berkhianat, sekurangnya untuk tiga hal, yaitu:

Pertama, mengkhianati prinsip dan perjuangan Gerakan Non Blok berdasar KTT Asia Afrika Bandung 1955.

Kedua, mengkhianati Resolusi 12 September 2025 yang mengakui kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).

Ketiga, mengkhianati PBB atas tandingan BoP, pelucutan senjata Hamas kemauan Israel, serta 8000 TNI yang akan ditarungkan dengan pejuang Hamas.

Presiden Prabowo bisa dianggap berkhianat kepada rakyat dan bangsa Indonesia yang konsisten berpegang pada UUD 1945, mengutuk kebiadaban Israel, serta mendukung penuh kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Palestina.

Israel adalah penjajah, penipu, dan Iblis laknatullah.

Amerika membuat rumah Iblis Blood of Peace (BoP) untuk menjebak Indonesia dan “menyuap” Prabowo.

Sayangnya Prabowo memang lapar. Akankah ia bakal dicap sebagai antek zionis?

*) Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.