Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 04:07 WIB
Surabaya
--°C

Gempa Guncang Pacitan! Kalaksa BPBD Jatim Bersyukur Tak Ada Korban Meninggal

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto. (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Gempa dengan Magnitudo (M) 6,4 mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2) pukul 01.06 WIB. Puluhan rumah mengalami kerusakan berat, sedang, hingga ringan.
Namun, gempa yang dikategorikan sebagai gempa dangkal ini tidak ada potensi tsunami dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Hal ini ditegaskan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Gatot Soebroto ketika ditemui di kantornya, Jumat siang.

Dia menjelaskan,  gempa di Pacitan tersebut ikut dirasakan di sejumlah wilayah di Jatim dan menimbulkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum (fasum). Kendati demikian, tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kalau ada yang menyebut satu korban meninggal, menurutnya itu tidak betul.

“Alhamdulillah tidak ada korban meninggal dalam kejadian gempa di Pacitan pukul 01.06 WIB itu. Kabar ada satu warga meninggal itu tidak betul. Yang benar warga yang meninggal itu, karena sakit. Dia keluar rumah setelah tidak ada gempa,” kata Gatot.

Diketahui, salah satu media menyebut ada satu Korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang Pacitan. Korban teridentifikasi bernama Joko Santoso (53), warga RT 03 RW 02 Dusun Krajan Kidul, Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo.

Sesaat sebelum kejadian, korban diketahui sedang berada di luar rumah dan sempat berbincang santai dengan tetangganya ketika guncangan hebat mulai terjadi.

“Korban itu punya riwayat sakit jantung. Dia ada di luar rumah dan tidak tertimpa bangunan rumah ketika terjadi gempa,” jelas Gatot, meluruskan.

Menurut Gatot, berdasar data yang diterima hingga Jumat siang, gempa bumi di Pacitan, mengakibatkan rumah rusak ringan 13 unit, rumah rusak sedang 3 unit, rumah rusak berat 1 unit, tempat usaha rusak 1 unit, dan fasilitas umum rusak 1 unit.

Jumlah rumah rusak itu, kata Gatot, terjadi di Pacitan, Kota Blitar, dan Ponorogo. Rinciannya, Pacitan yang menjadi pusat episentrum gempa sebanyak 9 unit rumah mengalami kerusakan ringan, 1 unit rumah rusak sedang, dan rumah rusak berat 1 unit.

Di Kota Blitar, 1 unit rumah rusak sedang, tempat usaha (cafe) 1 unit, warung rusak ringan 1 unit. Lalu, Ponorogo rumah rusak ringan 3 unit, rumah rusak sedang 1 unit, fasum rusak 1 unit.

“Alhandulillah untuk korban meninggal tidak ada, hanya beberapa rumah, tempat usaha, dan tempat pelayanan lain,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Gatot, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BPBD kab/kota dan relawan di lapangan. “Saya minta apabila ada perkembangan supaya segera dilaporkan ke BPBD Jatim,” ujarnya.

Sementara ini BPBD kab/kota sedang melakukan asassement setelah melihat kerusakan-kerusakan yang ada.

“Terhadap rumah warga yang rusak berat, BPBD Jatim akan mensupport material agar bisa dibangun kembali. Sedangkan rumah yang mengalami kerusakan ringan atau sedang akan ditangani BPBD kab/kota untuk dilakukan perbaikan,” kata Gatot.

Pihaknya tidak perlu merelokasi penduduk ke tempat aman, karena ini kejadian gempa bumi. Bukan kejadian banjir, tanahlongsor atau tanah bergerak yang hasil surveinya menandakan tempat tersebut rawan bencana dan harus dilakukan tindakan memindahkan warga.

“Kalau gempa bumi, di semua wilayah Indonesia berpotensi terjadi gempa bumi,” tegasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.