Selasa, 21 April 2026, pukul : 09:23 WIB
Surabaya
--°C

Dukung Program Strategis Nasional, Khofifah Dorong Pramuka Jatim Lebih Adaptif dan Produktif

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama HM Arum Sabil usai Rapat Paripurna Kwarda Gerakan Pramuka Jatim, Kamis (8/1).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong Pramuka Jawa Timur semakin produktif, adaptif, dan berkelanjutan dalam mendukung Program Srategis Nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah selaku Ketua Majelis Pembina Daerah (Kamabida) Kwarda Gerakan Pramuka Jatim dalam Rapat Paripurna Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jatim Masa Bakti 2025–2030 di Kantor BPSDM Jawa Timur, Kamis (8/1).

Khofifah menegaskan, produktivitas merupakan implementasi nilai Satya dan Dasa Dharma Pramuka yang harus diwujudkan melalui peran nyata di tengah masyarakat.

Pramuka, menurutnya, perlu segera memetakan peluang keterlibatan dalam berbagai Program Strategis Nasional yang dijalankan di daerah.

“Pramuka harus produktif. Peluang dari banyaknya Program Strategis Nasional ini bisa segera dipetakan, lalu dikoordinasikan dengan cepat. Pramuka harus menentukan di titik-titik mana akan mengambil peran,” katanya.

Ia menyebut, peningkatan produktivitas Pramuka perlu didukung sinergi yang kuat dengan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim. Sinergi tersebut dinilai penting karena perangkat daerah menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program prioritas nasional.

Khofifah lantas memaparkan sejumlah program strategis yang berpotensi melibatkan Pramuka pada 2026. Di antaranya swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, serta pemenuhan kebutuhan protein hewani untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dari sektor perikanan. Sehingga, akan banyak dibangun kolam-kolam ikan lele untuk pemenuhan protein dalam MBG.

Selain itu, terdapat pula pembangunan Grand Parent Stock indukan ayam skala nasional serta peningkatan produktivitas sapi perah yang membutuhkan dukungan impor sekitar 200 ribu sapi dara bunting. Peluang ini, menurut Khofifah, harus direspons dengan langkah konkret oleh Pramuka.

Karena itu, ia meminta Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim segera melakukan identifikasi dan pemetaan peran melalui pembentukan desk-desk kerja di luar Satuan Karya (Saka). Setelah peran ditentukan, Pramuka diminta menyusun rencana aksi yang jelas dan terukur.

“Harus ada plan of action, bukan hanya plan not action, supaya langkah Pramuka ke depan benar-benar jelas dan terarah,” tegas Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menambahkan, peningkatan produktivitas Pramuka sejalan dengan tema Rapat Paripurna Kwarda Jatim Masa Bakti 2025–2030, yakni adaptif, produktif, dan berkelanjutan.

Ia juga menegaska peran strategis Pramukan dalam mendukung prioritas pembangunan Jawa Timur yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029, seperti Jatim Sejahtera, Jatim Harmoni, dan Jatim Lestari.

Di tengah tantangan sosial dan digital yang semakin kompleks, Khofifah meminta Pramuka tetap menjadi benteng pembinaan karakter generasi muda. Ia menyoroti maraknya pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, perundungan, intoleransi, serta kecanduan gawai.

“Pramuka harus hadir sebagai ruang pembinaan karakter yang sehat, disiplin, empatik, dan berakhlak mulia,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim HM Arum Sabil mengatakan, arahan Gubernur Khofifah menjadi landasan penguatan Pramuka produktif, khususnya di sektor pangan.

Pramuka, kata dia, akan diarahkan pada kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, hingga energi baru terbarukan dengan konsep pertanian terintegrasi dan zero waste di 38 kabupaten/kota di Jatim.

“Dan tentu dengan kegiatan-kegiatan yang membuat adik-adik nyaman, happy, bahagia, dan tentu bisa berkelanjutan,” kata Arum Sabil. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.