31 Masjid  Terima Anugerah Masjid Award 2025, Ini Pesan Gubernur Khofifah

waktu baca 4 menit

SURABAYA-KEMPÀLAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan “Masjid Award 2025” kepada 31 masjid di Gedung Islamic Center Surabaya, Jumat (5/12). Hal ini sesuai Surat Keputusan (SK) Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim No.16/SK/PW-DMI/JTM/XII/2025.

Gubernur menganugerahkan “Masjid Award 2025” kepada 31 masjid didampingi Ketua PW DMI Jatim Dr KHM Sudjak MAg. Ada enam kategori Masjid Award 2025 yang diserahkan, yakni kategori Masjid Agung, Masjid Besar, Masjid Jamik, Masjid Perkantoran/Rest Area, Masjid Kampung/Perumahan, dan Musholla.

“Ke depan, dakwah bil lisan yang selama ini dikembangkan masjid perlu diimbangi dengan dakwah bil mal,” katanya Khofifah.

Masjid Award 2025 ini juga dihadiri Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Wisata Religi PP DMI Dr KH Anang Rikza Masyhadi.

Untuk kategori Masjid Agung diterima oleh Masjid Al-Fatah, Kota Mojokerto (Juara-1), Masjid Miftahul Jannah, Kab. Blitar (Juara-2), Masjid RMAA Tjokronegoro, Ponorogo (Juara-3), Masjid Baitul Mukmin, Jombang (Harapan-1). Sedang untuk Harapan 2-3 tidak ada.

Untuk kategori Masjid Besar, penerima award ladalah Masjid Baitul Falah, Kab. Pasuruan (Juara-1), Masjid Nurul Fatah, Kota Surabaya (Juara-2), Masjid Muhammadiyah GSI Kota Surabaya (Juara-3), Masjid Darussalam, Gresik (Harapan-1), Masjid At Taqwa, Bondowoso (Harapan-2), Masjid Baiturrahman, Kab. Probolinggo (Harapan-3).

Kategori Masjid Jamik diterima Masjid Baitis Salam, Kab. Probolinggo (Juara-1), Masjid Fathul Huda, Gresik (Juara-2), Masjid Miftahur Rosyidin, Gresik (Juara-3), Masjid Nurus Sholihin, Bojonegoro (Harapan-1), Masjid KH. Hasyim Asy’ari, Bondowoso (Harapan-2), dan Masjid Remaja, Kota Surabaya (Harapan-3).

Kategori Masjid Perkantoran/Rest Area diterimakkkkkk Masjid Ussisa Ala Taqwa, Pasuruan (Juara-1), Masjid Al Mukmin, Kab. Blitar (Juara-2), Masjid Moh. Cheng Ho, Surabaya (Juara-3), Masjid Bil Faqih Zain, Pamekasan (Harapan-1), Masjid Nurullah SMAN-2, Bondowoso (Harapan-2), Masjid Al Muhajirin, Surabaya (Harapan-3).

Kategori Masjid Kampung/Perumahan diserahkan kepada Masjid Al Kholid, Kab. Kediri (Juara-1), Masjid Al Huda, Kota Surabaya (Juara-2), Masjid Al Mujahidin, Kota Madiun (Juara-3), Masjid Aminah, Kab. Probolinggo (Harapan-1), Masjid Nurul Huda, Pacitan (Harapan-2), dan Masjid Roudhotul Jannah, Bondowoso (Harapan-3).

Untuk kategori Masjid Musholla diterima oleh Musholla Al Mujahidin, Sumenep (Juara-1), Musholla Nurul Haramain, Bondowoso (Juara-2), dan Musholla Al-Ikhwan, Kota Madiun (Juara-3).

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama dengan Kanwil BPN Jatim (wakaf masjid), ITS, dan Unisda Lamongan. Selain itu juga dirangkai dengan tahlil/doa bersama untuk korban musibah banjir di Sumut, Sumbar, dan Aceh, sekaligus penyerahan  tunjangan Kehormatan Imam Masjid (TKIM).

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga berharap masjid punya sumber income yang dikelola oleh masjid. Seperti masjid di Bojonegoro.

“Saya lupa namanya. Lahannya tidak terlalu luas, tapi ditanami full pohon pisang. Pisangnya untuk pengelolaan masjid, sedang gedeboknya (pelepahnya) dijual untuk makanan jangkrik. Padahal kebutuhan jangkrik ini sangat besar sekali. Sehingga dengan sumber income itu tidak hanya memakmurkan masjid, tapi juga mampu memakmurkan jamaahnya,” bebernya.

Demikian pula sebuah masjid di Blitar yang desainnya ala Masjid Nabawi sehingga menjadi destinasi wisata cukup menarik. “Tidak hanya bangunannya yang ala Nabawi, tapi juga karpet dan parfumnya. Sehingga setiap wisatawan yang ke Blitar pasti berkunjung ke masjid itu,” ujarnya.

Selain itu, Khofifah menyebut ada sebuah masjid di Malang yang bernama Masjid Tiban. “Subhanallah, bangunannya sangat indah sekall,” pujinya.

Tidak hanya itu. Khofifah juga meminta agar tajwid para imam masjid disempurnakan. Pasalnya, ia pernah salat subuh beramaah  di sebuah masjid, tapi tajwid imamnya kurang sempurna. “Karena itu, mohon maaf, saya minta agar para imam masjid atau mushola ditaskeh  bacaannya,’ pintanya.

Pada kesempatan tersebut Khofifah juga menyampaikan kabar gembira pada DMI Jatim. Menurutnya, pada tahun 2026 akan ada anggaran Rp 2,4 triliun program dari Kementerian Pertanian yang masuk ke Jawa Timur untuk penyiapan bibit sapi perah.

“Kita sampai hari ini masih impor  78 persen susu. Dari 78 persen yang kita impor, ada program strategis nasional. Tahun depan akan ada impor 200 ribu sapi perah kategori  dara bunting,” katanya.

Karena sapi perah, lanjut Khofifah, pasti membutuhkan jenis pakan yang berkesusaian dengan produktivitas susu dari masing-masing sapi perah. “Rp 2,4 triliun itu duit gede. Karena itu Dewan Masjid di tingkat manapun harus menangkap peluang ini untuk menguatkan dakwah bil mall,” harapnya.

Tawaran.Khofifah itu didukung Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Wisata Religi PP DMI Dr KH Anang Rikza Masyhadi.

“Tantangan kita ke depan itu bagaimana masjid itu bisa menarik, menjadi destinasi lengkap, baik jasmani tapi juga rohani,” katanya. (dwi arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *