Selasa, 28 April 2026, pukul : 03:54 WIB
Surabaya
--°C

Djarot: Konferda dan Konfercab Momentum Partai untuk Introspeksi Diri

Djarot Saiful Hidayat (kanan).didampingi Deddy Sitorus.

SURABAYA-KEMPALAN: Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menegaskan,
Konferensi Daerah (Konferda) dan konferensi Cabang (Konfecab) menjadi putaran terakhir dari konsolidasi partai secara nasional.

Menurut dia, setelah digelar di Jawa Timur, kemudian dilanjutkan dengan Sulawesi Utara, Jawa Tengah  dan Sumatra Barat.

‘Sehingga seluruh konsolidasi partai, diharapkan Desember 2025 sudah selesai,’ kata Djarot Saiful Hidayat kepada awak media saat menghadiri Konferda dan Konfercab PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Shangri-La; Sabtu (19/12).

Mènurut Djarot, Konfercab dan Konferda ini merupakan momentum partai untuk melakukan instrospeksi diri, kemudian konsolidasi partai, sekaligus meneguhkan PDI Perjuangan sebagai partainya wong cilik dan turun ke bawah.

“Bonding dengan rakyat, bonding dengan akar rumput untuk bisa memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat,” jelasnya.

Kedua, kata Djarot, ini merupakan momentum yang tepat bagi partai dan kita semua untuk mawas diri dalam menyikapi keprihatinan kita terhadap bencana alam yang terjadi di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.

“Ibu Mega (Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri) juga pesan agar kita hati-hati, karena kita menghadapi siklon tropis, terutama di Jawa Bagian Selatan, sehingga DPW partai membikin command center di DPP. Dan seluruh DPD, DPC diminta untuk waspada dini, mitigasi terhadap bencana yang kemungkinan akan muncul atas data dari BMKG,” ungkapnya.

Yang ketiga, lanjut Djarot, nantinya akan terjadi penyegaran di pengurusan partai, baik di tingkat DPD dan DPC seluruh Jawa Timur. Sehingga diharapkan punya spirit juang untuk bisa menyatukan mereka yang loyal pada partai, punya fighting spirit, dan siap berjuang untuk turun ke bawah dalam rangka membangun Jawa Timur.

Terkait keinginan Parta Golkar dan PKB yang tidak setuju dengan adanya pemilihan bupati secara langsung tetapi cukup dipilih DPRD, anggota Komisi II DPR RI Deddy Sitorus menjelaskan bahwa hal tersebut masih belum menjadi kesepakatan umum.

“Saya kira itu masih belum menjadi kesepakatan umum ya. Tapi kita tunggu saja perkembangannya. Pada prinsipnya kita akan berusaha menjaga hak rakyat untuk memilih langsung pemimpinnya. Karena yang tersisa dari rakyat cuma suaranya,” kata Deddy yang juga Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif PDI Perjuangan.

“Itu pun sekali lima tahun. Kalau itu mau diambil juga kan kebangetan kita ini,’ sambungnya.

Dia menegaskan bahwa persoalan ini belum dibahas, baik di Baleg (Badan Legislatif) maupun di Komisi  DPR RI. “Baru lemparan isu. Kita belum bisa bilang nanti seperti apa, dan kami masih melakukan kajian di partai. Tapi dari arus bawah masih menghendaki tetap dipilih langsung oleh rakyat,” ungkap Deddy.

Kalau alasannya pemilihan langsung oleh rakyat dinilai biayanya terlalu besar, Didik menganggap itu sebagai pendapat sepihak. “Apapun kan ada biayanya. Demokrasi kan juga butuh biaya. Jadi biarlah berproses dulu,” tegasnya. (dwi arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.