Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Said Abdullah saat memberi keterangan pada awak media, MInggu (21/12). (Foto: dwi arifin/kempalan.com).
SURABAYA-KEMPALAN: Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menekankan pentingnya peran generasi Z dan Alfa dalam partai. Menurutnya, PDI Perjuangan harus siap dengan komposisi anak muda untuk menjadi pendengar yang baik dan menjalankan kerja nyata.
“Gen Z dan Alfa jengah dengan politisi yang hanya bicara jargon politik. Mereka ingin konkret, kerja nyata, dan aspirasi mereka didengar,” kata Said Abdullah kepada awak media usai Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan di Hotel Shangri-La, Minggu (21/12).
Said menekankan bahwa PDI Perjuangan harus peka terhadap kebutuhan Gen Z dan Alfa, dan merumuskan kebijakan yang sesuai. “Demografi Jawa Timur di tahun 2029, PDI Perjuangan harus diisi 70 persen Gen Z dan Alfa,” tegasnya.
Said juga mengingatkan tentang usulan Golkar dan PKB untuk pemilihan kepala daerah kembali dipilih DPRD. “Kita harus hati-hati menyikapi hal ini. Jangan ditarik mundur, harus dikaji secara mendalam plus minusnya,” ujarnya.
Jangan ada istilah, lanjut Said, demokrasi yang sudah kita jalankan dalam pilkada langsung itu hight cost. Pertanyaannya, apakah dengan lewat DPRD juga tidak hight cost. “Jangan-jangan sama saja,” katanya.
Menurut Said, problemnya sebenarnya bukan pada sistem pemilihan, tapi bagaimana partai politik melakukan edukasi terhadap pemilih tentang buruknya politik uang.
“Kita harus berubah, menjadi garda terdepan yang bersama rakyat dan tertawa menangis bersama rakyat,” ujarnya.
Said juga menyebutkan bahwa konsolidasi akan dilakukan dalam rapat kerja di bulan Januari 2026 untuk meningkatkan peran Gen Z dan Alfa dalam partai.
“Gen Z dan Alfa ini kan dituding tidak mudah, tidak gampang. Tapi mereka punya perhatian terhadap lingkungan dan menciptakan lapangan kerja. Bagi saya, semua itu harus ditangkap,” pungkasnya. (dwi arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi