Gubernur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan calon transmigran dari halaman Kantor Pemprov Jatim, Selasa (16/12). (Foto: dwi arifin/kempalan.com).
SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas keberangkatan 16 kepala keluarga (KK) calon transmigran asal Jatim menuju tiga wilayah di kawasan Indonesia Timur. Pelepasan dilakukan di halaman Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (16/12).
Para calon transmigran berjumlah 55 jiwa tersebut akan menempati tiga wilayah tujuan, yakni Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, kemudian Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dan Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara (Malut). Mereka berasal dari 15 kabupaten di Jatim.
Khofifah menjelaskan bahwa transmigrasi bukan sekadar perpindahan tempat tinggal, melainkan upaya membangun masa depan keluarga sekaligus mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Menurutnya, program transmigrasi adalah ikhtiar bersama untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih merata. Bahkan, para transmigran merupakan bagian penting dari pejuang pembangunan di daerah tujuan.
“Saya berharap para peserta mampu menjadi motor penggerak ekonomi dan sosial di wilayah baru,” harap Khofifah.
Gubetnur perempuan pertama di Jatim ini menilai, kehadiran transmigran membawa energi positif bagi pengembangan kawasan, baik dari sisi ekonomi, budaya, maupun sumber daya manusia.
Tak lupa, Khofifah juga menitipkan pesan kepada para orang tua agar tetap memperhatikan pendidikan anak-anak selama menetap di daerah tujuan. Pasalnya, keberhasilan transmigrasi tidak hanya diukur dari peningkatan ekonomi, tetapi juga dari kualitas generasi penerus.
“Anak-anak harus tetap semangat sekolah, disiplin, dan berakhlak baik. Banyak kisah sukses keluarga transmigran yang mampu melahirkan generasi unggul hingga menjadi akademisi maupun pemimpin,” pesannya.
Khofifah memastikan Pemprov Jatim akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah tujuan agar para transmigran memperoleh pendampingan optimal, terutama pada masa awal penempatan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jatim Sigit Priyanto menyampaikan, transmigrasi hingga kini masih menjadi program strategis pembangunan nasional dan tetap diminati masyarakat Jatim.
Menurut dia, setiap tahun jumlah pendaftar selalu melampaui kuota yang tersedia. “Ini menunjukkan masyarakat masih menaruh harapan besar pada transmigrasi sebagai jalan menuju kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Berdasarkan Keputusan Dirjen PPKTrans Kementerian Transmigrasi RI Nomor 122 Tahun 2025, Jatim memperoleh alokasi 16 KK melalui Program Trans Karya Nusantara (TKN).
Adapun rinciannya, 10 KK atau 33 jiwa ditempatkan di Lagading, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Kemudian 2 KK atau 7 jiwa di Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Sedang 4 KK atau 15 jiwa di Waleh SP.3, Kabupaten Halmahera Tengah, Malut..
Sebelum diberangkatkan, mereka telah mengikuti pelatihan intensif meliputi kewirausahaan, pertanian, peternakan, serta pembinaan mental. Mereka juga dibekali peralatan, bibit, uang saku, serta jatah hidup selama satu tahun pertama. Termasuk kebutuhan rumah tangga dan sarana pendukung usaha.
Selain itu, juga mengikuti pelatihan Komponen Cadangan (Komcad). Dan Jatim mengikutsertakan tiga kepala keluarga asal Kabupaten Madiun, Nganjuk, dan Banyuwangi untuk mengikuti pelatihan Komcad di Bandung selama dua bulan.
“Program Komcad ini bertujuan memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan sumber daya manusia di kawasan transmigrasi. Termasuk untuk tugas-tugas tanggap darurat,” tutur Sigit.
Kementerian Transmigrasi juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi. Salah satunya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Melalui Program Ekspedisi Patriot, perguruan tinggi ini mengirim mahasiswa dan peneliti muda ke kawasan transmigrasi untuk mendorong pengembangan ekonomi lokal.(dwi arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi